The Karawang Post – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang, Rosmalia Dewi, SH. MH mengungkapkan bahwa serapan tenaga kerja dari lulusan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) menunjukkan hasil positif.
Dari total lulusan, sekitar 183 orang atau sekitar 36 persen telah terserap ke dunia kerja melalui perusahaan-perusahaan yang bermitra dengan UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) di Disnakertrans Karawang.
Namun demikian, Rosmalia mengakui angka tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kondisi riil di lapangan. Pasalnya, masih banyak alumni BLK yang telah bekerja namun tidak melaporkan status penempatannya kepada Disnakertrans Karawang.
“Pernah ada perusahaan yang membutuhkan sopir forklift, kami coba menghubungi alumni BLK. Ternyata hampir semuanya sudah masuk kerja, hanya saja tidak melapor,” kata Rosmalia.
Ia juga berharap koordinasi dan pelaporan dari para alumni dapat ditingkatkan lagi agar data penyerapan tenaga kerja dapat tercatat lebih akurat, sekaligus menjadi bahan evaluasi dan penguatan program pelatihan kerja di Kabupaten Karawang.
Disnakertrans Kabupaten Karawang telah berhasil menuntaskan seluruh rangkaian program pelatihan kerja yang digelar sepanjang tahun 2025. Program tersebut dilaksanakan dalam tiga tahap, dengan tahap terakhir rampung pada 19 Desember 2025 lalu.
Sementara itu Kepala Bidang Bina Pelatihan dan Produktivitas (Lattas) Disnakertrans Karawang, Puspita Wulansari menyampaikan bahwa pelatihan kerja ini telah dimulai sejak pertengahan 2025 dan digelar di berbagai titik wilayah Kabupaten Karawang guna memperluas akses masyarakat terhadap peningkatan keterampilan kerja.
“Secara keseluruhan, Disnakertrans Karawang sudah melaksanakan 32 paket pelatihan dengan total 512 peserta. Setiap paket diikuti oleh 16 peserta dan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri,” ungkap Puspita.
Ia menambahkan, program pelatihan ini juga inklusif dengan melibatkan peserta penyandang disabilitas dalam dua sesi khusus. Adapun kejuruan pelatihan yang diselenggarakan cukup beragam, mulai dari bisnis dan manajemen, garmen apparel, pariwisata, tata kecantikan, teknik elektronika, teknik las, teknik listrik, refrigerasi, teknik otomotif, teknik alat berat, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), satuan pengamanan, hingga bidang manufaktur.
Selain diarahkan untuk penempatan kerja, sejumlah lulusan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) juga memilih jalur wirausaha mandiri. Beberapa di antaranya membuka usaha di bidang tata rias dan kecantikan, servis dan perawatan AC rumah tangga, tata boga dan barista, hingga jasa perbengkelan dan servis sepeda motor.
Program ini memang dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi peserta, tetapi juga membuka peluang kerja yang lebih luas, baik melalui penempatan kerja maupun wirausaha,” pungkas Puspita. (***TIM)
