Editorial Cartoon

Editorial Cartoon

Pemerintah Daerah Kab. Karawang, Jawa Barat

Pemerintah Daerah Kab. Karawang, Jawa Barat
Kantor Bupati Karawang

Thursday, September 3, 2026

Harapan Baru di Usia Karawang ke-393: Ketika Kesempatan Kerja Menjadi Jalan Mengubah Nasib


Karawang Post –
Perayaan Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393 tahun ini tidak hanya diwarnai berbagai kegiatan seremonial. Di balik kemeriahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang menghadirkan sebuah program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, yakni penyerapan tenaga kerja bagi warga Desil 1 hingga Desil 3.

Sebanyak 393 pencari kerja dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah resmi diberangkatkan untuk memasuki dunia kerja. Program yang diluncurkan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., di Aula Husni Hamid pada 2 September 2026 itu menjadi simbol hadirnya negara dalam membuka akses kesempatan kerja bagi warga yang paling membutuhkan.

Di antara ratusan peserta yang hadir, kisah seorang pemuda bernama Samin (19), warga Kecamatan Tirtamulya, menjadi potret nyata perjuangan generasi muda Karawang. Lulusan SMK YBS Tirtamulya tahun 2025 itu telah kehilangan ayahnya sejak duduk di bangku kelas tiga SD dan kehilangan ibunya saat kelas dua SMK.

Selama setahun terakhir, Samin hanya bekerja serabutan di sebuah bengkel milik kenalannya sambil menunggu kesempatan kerja yang lebih baik. 

Ketika namanya dipanggil dan ditanya langsung oleh Bupati Aep, ia berusaha menjawab dengan tegar. Baginya, program ini bukan sekadar penempatan kerja, melainkan harapan untuk mengubah masa depan.

"Saya bersyukur. Mudah-mudahan bisa segera bekerja," ujarnya singkat.

Kisah Samin mencerminkan realitas yang dihadapi banyak pemuda Karawang. Di tengah tingginya angka pencari kerja, kesempatan memperoleh pekerjaan formal masih menjadi tantangan besar.

Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang menunjukkan bahwa hingga awal Juli 2026 terdapat 18.679 pencari kerja yang tercatat. 

Lonjakan pemohon kartu kuning (AK-1) terjadi secara signifikan pasca kelulusan SMA dan SMK, dari sekitar 1.000 orang pada Maret menjadi 4.400 orang pada April, lalu melonjak hingga 8.600 orang pada Mei 2026.

Kepala Disnakertrans Karawang, Hj. Rosmalia Dewi, S.H., M.H., mengakui bahwa jumlah lowongan kerja yang tersedia belum sepenuhnya mampu menampung tingginya jumlah pencari kerja.

Namun demikian, pemerintah daerah terus berupaya memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan, pemagangan, dan layanan ketenagakerjaan yang diberikan secara gratis.

Menurut Rosmalia, pelayanan ketenagakerjaan tidak hanya berfokus pada penyaluran tenaga kerja, tetapi juga mencakup peningkatan kompetensi hingga perlindungan hak-hak pekerja. Tujuannya adalah memastikan masyarakat Karawang memiliki daya saing yang lebih baik dalam menghadapi kebutuhan dunia industri yang terus berkembang.

Sementara itu, Bupati Aep Syaepuloh mengingatkan para peserta agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh tersedianya pekerjaan, tetapi juga oleh kemauan untuk bekerja keras, disiplin, dan tidak memilih-milih jenis pekerjaan.

"Semua kembali kepada diri sendiri untuk bisa mengubah kehidupan dan mengangkat derajat keluarga. Momen ini menjadi kesempatan, jangan pernah disia-siakan," pesannya.

Program penyerapan tenaga kerja bagi warga Desil 1 hingga Desil 3 ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan harapan bagi masyarakat yang paling membutuhkan.

Di usia ke-393, Karawang tidak sekadar merayakan perjalanan sejarahnya, tetapi juga berupaya membuka jalan masa depan bagi warganya. Bagi Samin dan ratusan pencari kerja lainnya, kesempatan ini mungkin menjadi langkah pertama menuju kehidupan yang lebih baik. (***TIM)

 

Jelang Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393 Pemerintah Salurkan 393 Warga Miskin Ekstrem Kelompok Ekonomi Desil 1 - Desil 3 Langsung Kerja


Karawang Post –
Pemerintah Kabupaten Karawang menorehkan kado kemanusiaan yang nyata menjelang Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393 dengan menyalurkan 393 warga miskin ekstrem dari kelompok ekonomi Desil 1 hingga Desil 3 langsung ke dunia kerja.

Langkah progresif yang diinisiasi oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., menjadi sebuah terobosan strategis dalam memutus mata rantai kemiskinan struktural di daerah industri tersebut.

Alih-alih merayakan hari ulang tahun (HUT) dengan sekadar seremonial, momentum bersejarah tahun ini diisi dengan aksi konkret pemulihan ekonomi masyarakat rentan.

Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang yang dipimpin oleh Hj. Rosmalia Dewi, S.H., M.H., program penyerapan tenaga kerja khusus ini diintegrasikan ke dalam rangkaian Job Fair Online Karawang 2026.

Menurut Kepala Disnakertrans Kabupaten Karawang itu, “kesempatan kerja di Karawang kini makin terbuka bagi semua kalangan...” 

Disnakertrans berperan vital dalam memfasilitasi pembuatan kartu kuning (AK-1) secara gratis, sekaligus berkolaborasi dengan jajaran instansi lain guna memastikan para peserta mendapatkan layanan pembuatan SKCK dan pemeriksaan kesehatan tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Keberhasilan program kado HUT ini tidak lepas dari sinergi lintas sektor yang solid. Data para pencari kerja dari kelompok Desil 1-3 tersebut dijaring secara akurat oleh petugas Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) di setiap desa.

Pemerintah daerah kemudian menggandeng Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) serta Forum HRD untuk memastikan 393 warga rentan tersebut mendapatkan jaminan penempatan kerja langsung di berbagai perusahaan mitra.

Bupati Aep menekankan pentingnya kerja tim ini dengan menyatakan, “Kita ini bukan superman, tapi superteam. Kalau bekerja bersama-sama, semuanya akan selesai.”

Beliau juga berpesan agar para pekerja baru ini menunjukkan mentalitas yang kuat, menjaga kedisiplinan, dan tidak memilih-milih pekerjaan demi memperbaiki taraf hidup keluarga secara berkelanjutan. 

Melalui perayaan HUT ke-393 yang inklusif ini, Pemkab Karawang dan Disnakertrans berhasil membuktikan bahwa pertumbuhan industri daerah harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan dan kemandirian finansial masyarakat lokalnya. (***TIM)

Tuesday, September 1, 2026

Sidak Sawah di Karawang, Mentan Amran Targetkan Panen Tiga Kali Meski El Nino


Karawang Post –
Di tengah badai musim panas ekstrem atau El Nino, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, memastikan para petani di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tetap berproduksi. 

Oleh karena itu, Amran mengecek langsung ke lokasi untuk melihat kondisi lahan, ketersediaan air, serta pemasangan dan pemanfaatan pompa untuk mengairi sawah. 

Dalam tinjauan itu, ia melihat sumber air di sekitar persawahan masih tersedia begitu melimpah, namun belum dapat teraliri secara optimal. 

Amran pun meminta agar sawah bisa segera teraliri air supaya para petani tidak kehilangan kesempatan tanam, meski di musim kemarau. 

“Ada dua, kita kirim pompa karena kekeringan. Ada juga karena tidak bisa tanam seperti sekarang. Ada air, air melimpah, tetapi di sini tidak bisa tanam. Hari ini kita bisa tanam, sebelah sudah tanam,” ujar Amran dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/9/2026). 

Amran menegaskan, sengaja turun ke lapangan langsung untuk memastikan bantuan dari pemerintah seperti pompa benar-benar dimanfaatkan petani secara optimal atau tidak. 

“Kunjungan ini untuk melihat langsung apa benar pompa sudah dipasang, apa benar yang kekeringan ini sudah dipasang pompa. Ternyata benar. Makanya terima kasih kepada jajaran. Kita cek langsung, jangan dicek dari Jakarta,” tegasnya. 

Pompanisasi menjadi salah satu strategi pemerintah menjaga pertanaman tetap berjalan lancar sepanjang tahun. 


Dengan program itu, ia menargetkan sawah-sawah di Indonesia bisa panen hingga tiga kali, meski dihantam El Nino. 

“Ini harus kita resonansikan ke seluruh Indonesia. Dulu tanam dua kali, bisa tiga kali. Nanti kita sisir seluruh Jawa dan luar Jawa. Kita sisir semua yang ada sumber air, kita pasangkan pompa,” jelas dia. 

Untuk diketahui, program pompanisasi menjadi salah satu strategi pemerintah mendukung kelancaran swasembada pangan. 

Dengan pompanisasi, sawah yang mengalami kekeringan sekali pun bisa segera teraliri dan kembali berproduksi. 

Sekitar 100.000 pompa sudah dipasang dan telah mendorong peningkatan produksi sekitar 2,8 juta ton gabah di Jawa. 

“Dulu kita pasangkan pompa kurang lebih 100.000. Hasilnya, adalah meningkat untuk Jawa saja 2,8 juta ton gabah. Hampir tiga juta ton,” jelas dia. 

Karena itu, Mentan Amran menegaskan pemerintah akan terus menyisir wilayah-wilayah yang memiliki sumber air tetapi belum optimal dimanfaatkan untuk pertanian. Pompanisasi akan diperkuat baik di Jawa maupun luar Jawa untuk memastikan lahan pertanian tetap produktif menghadapi musim kemarau.(***TIM)

Monday, August 31, 2026

Sambut HUT Karawang ke-393, Pemkab Karawang Gratiskan Denda dan Beri Diskon PBB-P2 hingga 80 Persen

Karawang Post – Menyambut Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393, Pemerintah Kabupaten Karawang memberikan keringanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) bagi masyarakat yang masih memiliki tunggakan pajak.

Melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Pemkab Karawang meluncurkan program diskon pokok pajak hingga 80 persen sekaligus pembebasan denda keterlambatan pembayaran PBB-P2. Program ini berlaku selama satu bulan penuh, mulai 1 September hingga 30 September 2026.

Kepala Bapenda Kabupaten Karawang, Sahali Kartawijaya, S.T., M.M., mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada masyarakat sekaligus upaya mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak.

"Momentum Hari Jadi Karawang ke-393 kami manfaatkan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat yang masih memiliki tunggakan PBB-P2. Melalui program ini, masyarakat dapat melunasi kewajibannya dengan beban yang jauh lebih ringan karena mendapatkan potongan pembayaran dan pembebasan denda," ujarnya.

Sahali menjelaskan, besaran diskon yang diberikan disesuaikan dengan tahun Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT).

Untuk tunggakan SPPT tahun 1993 hingga 2012, pemerintah memberikan diskon sebesar 80 persen dari pokok pajak serta pembebasan seluruh denda keterlambatan. Sementara tunggakan SPPT tahun 2013 hingga 2021 memperoleh diskon 30 persen dan bebas denda.

Adapun tunggakan SPPT tahun 2022 hingga 2024 mendapatkan diskon 20 persen serta pembebasan denda, sedangkan untuk SPPT tahun 2025 diberikan diskon 10 persen dan bebas denda.

Menurut Sahali, program ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi wajib pajak untuk menyelesaikan tunggakan yang selama ini belum terbayarkan.

Selain meringankan beban masyarakat, program tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga dalam mendukung pembangunan daerah melalui sektor pajak.

"Pajak daerah yang dibayarkan masyarakat akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik. Karena itu kami mengajak seluruh wajib pajak untuk memanfaatkan program ini sebelum masa berlakunya berakhir," katanya.

Bapenda Karawang mengingatkan bahwa program keringanan ini hanya berlaku hingga 30 September 2026. Setelah periode tersebut berakhir, pembayaran PBB-P2 akan kembali mengikuti ketentuan normal yang berlaku, termasuk pengenaan sanksi administrasi bagi tunggakan yang belum diselesaikan.

Dengan adanya program diskon dan pembebasan denda ini, masyarakat Karawang memiliki kesempatan untuk melunasi tunggakan PBB-P2 dengan nilai pembayaran yang jauh lebih ringan.

Program tersebut juga menjadi salah satu bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyambut Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393 yang diperingati pada bulan September 2026. (***TIM)

 

Kepala Bapenda Optimis Realisasi PAD Karawang Terus Bertambah Hingga Akhir Tahun 2026

Karawang Post – Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus berupaya mengoptimalkan berbagai sumber penerimaan daerah guna memperkuat kemandirian fiskal. 

Meski realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga pekan ketiga Agustus 2026 baru mencapai 65,73 persen dari target, Bapenda tetap optimistis capaian tersebut akan terus meningkat hingga akhir tahun. 

Kepala Bapenda Kabupaten Karawang, Sahali Kartawijaya, S.T., M.M., mengatakan bahwa capaian PAD pada triwulan ketiga memang masih berada di bawah angka ideal.

Secara umum, pada periode tersebut realisasi PAD diharapkan telah melampaui 70 persen dari target tahunan. 

Menurut Sahali, kondisi tersebut tidak terlepas dari strategi yang diterapkan sejak awal tahun. Pada triwulan pertama, Bapenda telah melakukan berbagai upaya intensif untuk menggenjot penerimaan daerah sehingga memasuki triwulan ketiga fokus kerja diarahkan pada penggalian potensi-potensi PAD. 

“Pada awal-awal tahun kita menggenjot PAD. Jadi memasuki triwulan ketiga ini tinggal menggali potensi-potensi yang belum tergarap pada awal tahun,” ujarnya. 

Untuk meningkatkan penerimaan daerah, Bapenda terus melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari sosialisasi pentingnya kepatuhan membayar pajak, optimalisasi digitalisasi layanan perpajakan, pendataan objek pajak yang lebih akurat, hingga memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah terkait. 

Selain itu, Bapenda juga menaruh perhatian besar pada sektor Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang dinilai memiliki kontribusi signifikan terhadap PAD. Penerimaan dari sektor ini berpotensi memberikan tambahan pendapatan dalam jumlah besar ketika terjadi transaksi tanah dan bangunan bernilai tinggi. 

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk segera melunasi kewajiban Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebelum jatuh tempo guna menghindari sanksi administrasi serta mendukung pembangunan daerah. 

Meski optimistis terhadap peningkatan pendapatan hingga akhir tahun, Sahali mengakui bahwa pencapaian target penuh sebesar 100 persen masih menjadi tantangan. 

Berdasarkan proyeksi yang dimiliki Bapenda, realisasi PAD Karawang hingga akhir tahun 2026 diperkirakan mampu menembus sekitar 90 persen dari target yang telah ditetapkan.

Pada tahun anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Karawang menargetkan PAD mencapai sekitar Rp2 triliun. Angka tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan target tahun 2025 yang berada di kisaran Rp1,7 triliun. 

Kenaikan target ini mencerminkan optimisme pemerintah daerah terhadap pertumbuhan ekonomi Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia. Mendorong Kemandirian Fiskal Melalui Berbagai Inovasi Selain fokus pada pencapaian target PAD. 

Bapenda Karawang juga tengah menjalankan sejumlah kebijakan strategis untuk memperkuat basis penerimaan daerah. Salah satunya melalui sosialisasi masif mengenai kebijakan Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kontribusi sektor kendaraan bermotor terhadap kas daerah. Untuk mendukung upaya tersebut, Bapenda mengimbau ratusan perusahaan yang beroperasi di kawasan industri Karawang agar mengalihkan pelat nomor kendaraan operasional mereka menjadi pelat Karawang.

Langkah ini diyakini mampu memberikan tambahan penerimaan yang signifikan bagi daerah.

Di sektor PBB-P2, Bapenda juga terus mengingatkan wajib pajak yang memiliki tagihan hingga Rp2 juta agar segera melakukan pelunasan sebelum batas jatuh tempo pada 30 September 2026. 

Kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas penerimaan daerah. Sementara itu, pelayanan perpajakan terus didekatkan kepada masyarakat melalui program Gebyar Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN). 

Melalui program jemput bola ini, Bapenda membuka layanan langsung di berbagai wilayah, termasuk Kecamatan Jatisari dan Kecamatan Karawang Barat, sehingga masyarakat lebih mudah mengurus administrasi PBB-P2 maupun BPHTB tanpa harus datang ke kantor pusat pelayanan. 

Tidak hanya itu, potensi penerimaan dari sektor kuliner juga menjadi perhatian. DPRD Kabupaten Karawang sebelumnya menyoroti adanya dugaan tunggakan pajak hingga miliaran rupiah dari sejumlah restoran siap saji berskala besar. 

Pengawasan yang lebih ketat terhadap sektor tersebut dinilai dapat menjadi salah satu sumber tambahan PAD yang cukup menjanjikan. Dengan berbagai strategi yang dijalankan, mulai dari optimalisasi pajak daerah, peningkatan kualitas layanan, digitalisasi sistem perpajakan, hingga pengawasan terhadap sektor-sektor potensial.

Pemerintah Kabupaten Karawang berharap penerimaan daerah dapat terus meningkat. Upaya tersebut tidak hanya penting untuk mencapai target PAD, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kemandirian fiskal daerah dan memperkuat pembiayaan pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat Karawang. (***TIM)

Saturday, August 29, 2026

Peluang Kerja untuk Wargi Pemkab Karawang Melalui Disnakertrans Selenggarakan Job Fair Online Karawang 2026

Karawang Post – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-393 Kabupaten Karawang, Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Disnakertrans menyelenggarakan Job Fair Online Karawang 2026 yang berlangsung selama 1–30 September 2026.

Kegiatan ini menyediakan sekitar 2.000 lowongan pekerjaan dari berbagai perusahaan dan dapat diakses secara daring melalui portal resmi Info Loker Karawang.

Selain bagi pencari kerja umum, tersedia pula formasi khusus bagi penyandang disabilitas sebagai wujud kesempatan kerja yang lebih inklusif.

Program ini dikhususkan bagi masyarakat yang memiliki KTP Kabupaten Karawang. Seluruh proses pendaftaran dan seleksi dilakukan secara online serta tidak dipungut biaya.

Kehadiran Job Fair Online 2026 menjadi kesempatan berharga bagi warga Karawang untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan, keterampilan, dan pengalaman yang dimiliki tanpa harus datang langsung ke lokasi bursa kerja.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Karawang berharap dapat memperluas akses kesempatan kerja, meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal, serta membantu menekan angka pengangguran di daerah.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Karawang, Hj Rosmalia Dewi, S.H., M.H., menyampaikan. Oleh karena itu, para pencari kerja diimbau untuk mempersiapkan dokumen lamaran dan segera memantau lowongan yang tersedia selama bulan September 2026.

“Masyarakat pencari kerja yang memenuhi ketentuan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mencari dan melamar pekerjaan melalui laman resmi yang telah disediakan Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang,” terangnya.

Job Fair Online Karawang 2026 akan dibuka selama satu bulan. Berikut jadwal pelaksanaannya:

  • Tanggal: 1-30 September 2026.
  • Jumlah lowongan: 2.000 posisi.
  • Peserta: Khusus masyarakat ber-KTP Karawang.
  • Formasi: Tersedia lowongan untuk penyandang disabilitas.
  • Situs: infoloker.karawangkab.go.id.

Masyarakat yang berminat mengikuti Job Fair Online tersebut diimbau menyiapkan persyaratan yang dibutuhkan sebelum periode pendaftaran dan lowongan dibuka.

Pencari kerja dapat mengakses informasi lowongan melalui situs infoloker.karawangkab.go.id selama periode Job Fair Online berlangsung, yakni mulai 1 hingga 30 September 2026. (***TIM)

Friday, August 28, 2026

Selamat dan Sukses Bupati Karawang Raih Pemimpin Daerah Award 2026, untuk Pelayanan Publik di Bidang Pendidikan

JAKARTA – Karawang Post – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang meraih penghargaan Pemimpin Daerah Award 2026 yang digelar iNEWS Media Group di JHC iNews Tower, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026) malam WIB. 

Penghargaan tersebut diberikan atas capaian kinerja Pemkab Karawang dalam meningkatkan pelayanan publik, salah satunya melalui program Karawang Cerdas (Kacer). 

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menyampaikan apresiasi kepada iNEWS Media Group atas penghargaan yang diterima Pemkab Karawang. 

“Terima kasih kepada iNews TV yang telah memberikan apresiasi. Alhamdulillah, ini merupakan penghargaan atas capaian kinerja Kabupaten Karawang dalam melayani masyarakat,” kata Aep. 

Menurutnya, peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Karawang tidak hanya dilakukan melalui satu program. Pemkab Karawang juga menghadirkan berbagai layanan untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses kebutuhan administrasi dan pelayanan pemerintahan. 

“Salah satunya kita punya MPP (Mal Pelayanan Publik). Mulai dari pembuatan administrasi kependudukan, semuanya ada di sana,” ujarnya. 

Selain pelayanan administrasi, Pemkab Karawang juga memberikan perhatian terhadap sektor pendidikan melalui program Karawang Cerdas. 

Bupati Aep mengatakan, salah satu bentuk implementasi program tersebut adalah penyediaan modul pembelajaran gratis sebagai pengganti LKS bagi siswa SD dan SMP di Kabupaten Karawang. 

“Tidak hanya sampai di situ, kita juga punya modul pembelajaran gratis pengganti LKS untuk tingkat SD dan SMP di Karawang,” katanya. 

Ia menyebutkan, modul pembelajaran gratis tersebut telah didistribusikan kepada siswa di seluruh jenjang SD dan SMP. 

“Pendistribusiannya sudah dilakukan mulai kelas 1 sampai kelas 6 untuk SD, dan kelas 7 sampai kelas 9 untuk SMP,” jelasnya. 

Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan siswa memperoleh bahan pembelajaran yang dibutuhkan. 

Meski telah berjalan, Bupati Aep menegaskan Pemkab Karawang akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Evaluasi diperlukan untuk melihat efektivitas program sekaligus menentukan langkah selanjutnya. 

“Untuk modul pembelajaran gratis sendiri sudah kita distribusikan. Nanti untuk kelanjutannya akan kita lakukan evaluasi terlebih dahulu,” ungkapnya. 

Bupati Aep menambahkan, penghargaan Pemimpin Daerah Award 2026 menjadi motivasi bagi Pemkab Karawang untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. 

Ia berharap berbagai program yang telah dijalankan pemerintah daerah benar-benar memberikan manfaat dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. 

“Harapannya, saya sebagai Bupati bersama jajaran akan terus melakukan evaluasi terhadap pelayanan publik demi peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Karawang,” pungkasnya. (***TIM)