Karawang Post – Ketahanan pangan merupakan pilar utama kedaulatan sebuah bangsa. Di tengah ketidakpastian iklim global yang mengancam sektor agraris, langkah strategis untuk memastikan ketersediaan stok pangan menjadi sangat krusial.
Kunjungan kerja Menteri Pertanian, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., ke Kabupaten Karawang pada 23 April 2026 menjadi simbol nyata dari komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas perut bumi pertiwi.
Dalam kunjungan tersebut, kehadiran Kepala Dinas Pertanian Karawang, Drs. Rohman, M.Si., mendampingi Mentan menegaskan pentingnya kolaborasi antara kebijakan nasional dan eksekusi di tingkat daerah. Karawang, yang secara historis dikenal sebagai lumbung padi nasional, tetap memegang peranan sentral. Keberhasilan Karawang melampaui target produksi.
Kadis PKPP , Rochman, menegaskan bahwa ketahanan pangan nasional, khususnya komoditas beras, saat ini berada dalam kondisi sangat aman.
Pernyataan tersebut disampaikan Rochman usai mendampingi Mentan Andi Amran Sulaiman, dalam agenda kunker dan inspeksi gudang beras di Karawang, Kamis (23/4/2026).
Rochman mengungkapkan, pemerintah pusat telah menjadwalkan ekspor beras sebesar 200 ribu ton. Menariknya, Kabupaten Karawang dipilih sebagai titik awal pelaksanaan ekspor tersebut karena dinilai telah berhasil mempertahankan status swasembada pangan.
“Hari ini Pak Menteri menyampaikan rencana ekspor beras sebanyak 200 ribu ton. Alhamdulillah, dimulai dari Karawang karena daerah kita dinilai sudah swasembada,” ujar Rochman.
Keputusan untuk merambah pasar internasional ini didasarkan pada lonjakan cadangan beras nasional yang kini menyentuh angka 5 juta ton.
Dengan volume cadangan sebesar itu, pelepasan 200 ribu ton untuk ekspor dipastikan tidak akan mengganggu stabilitas pasokan domestik.
Lebih lanjut, Rochman menjamin ketersediaan beras di tingkat masyarakat akan tetap terjaga dalam jangka menengah. Berdasarkan kalkulasi terbaru, stok yang ada saat ini diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan nasional hingga 11 bulan ke depan.
“Stok pangan terbilang aman sampai 11 bulan ke depan karena kondisinya memang sedang melimpah,” katanya.
Rochman menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam menjaga produktivitas lahan pertanian serta kelancaran jalur distribusi.
Dengan pencapaian ini, Pemerintah Kabupaten Karawang optimis dapat terus memperkuat perannya sebagai lumbung pangan nasional sekaligus mendukung langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun pasar global. (***TIM)






