Karawang Post – HEIGEL dikenal sebagai pengamat sosial politik, nama lengkapnya Mohammad Heigel Yusuf, kini resmi terpilih sebagai Ketua
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) Kabupaten
Karawang periode 2025–2030 dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di
Restaurant Alam Ceria, Jalan Surotokunto No.89 Karawang, Minggu (18/10/2026).
Muscab tersebut berlangsung aman, tertib
dan lancar. Terpilihnya Heigel menjadi momentum bagi HANURA Karawang untuk
memperkuat konsolidasi internal, membenahi struktur organisasi hingga tingkat
akar rumput, serta mempersiapkan langkah kelembagaan dalam menghadapi Pemilu
2029.
Muscab dihadiri Sekretaris Jenderal
DPP Partai HANURA Benny Rhamdani, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai HANURA
Budi Hermansyah dan Serfasius M., serta jajaran DPD Partai HANURA Jawa Barat,
di antaranya Ketua DPD H. Dian Rahadian, S.H., M.H., Sekretaris DPD Cecep Lukmanul
Hakim, M.Ag., dan Muhammad Haikal Yushendri, S.H., M.H.
Kepemimpinan baru ini membawa
tanggung jawab untuk menyatukan potensi kader sekaligus memastikan roda
organisasi berjalan secara terarah dan berkelanjutan menuju gebyar Pemilu 2029.
Tantangannya bukan hanya membentuk
kepengurusan, tetapi juga membangun struktur yang aktif, memiliki pembagian
tugas yang jelas, serta mampu menjalankan program nyata di tengah masyarakat.
Ketua DPD Partai HANURA Jawa Barat,
H. Dian Rahadian, dalam arahannya menegaskan pentingnya menerjemahkan
konsolidasi menjadi kerja organisasi setelah Muscab. Kekuatan partai tidak
cukup diukur dari keberadaan pengurus di tingkat kabupaten, tetapi juga dari
kemampuan membangun jaring hingga kecamatan, desa, dan kelurahan.
Konsolidasi menjadi sarana
menyatukan langkah, sedangkan pembangunan struktur memberikan landasan bagi
keberlangsungan organisasi. Karena itu, soliditas kader hingga tingkat akar
rumput perlu menjadi perhatian dalam menjalankan kepengurusan baru.
Selain penguatan struktur,
kaderisasi, komunikasi antar tingkatan, dan kedekatan dengan masyarakat juga
menjadi bagian penting dari agenda organisasi kali ini.
Struktur yang aktif diharapkan tidak
sekadar memenuhi kebutuhan administratif, tetapi menjadi ruang untuk menggerakkan
kader, menyerap aspirasi, dan membangun komunikasi yang berkelanjutan dengan
warga.
Di sudut lain, kehadiran Sekjen DPP
Partai HANURA Benny Rhamdani bersama jajaran pengurus pusat turut menjadi semangat bagian dari penguatan konsolidasi HANURA di Kabupaten Karawang.
Sinergi antara DPP, DPD, dan DPC
diperlukan agar kebijakan organisasi dapat diterjemahkan menjadi program kerja
yang jelas dan konsisten di tingkat daerah.
Menjelang Pemilu 2029, HANURA
Karawang menghadapi pekerjaan rumah untuk memperkuat organisasi, meningkatkan
kualitas kader, dan membangun hubungan yang lebih erat dengan segala lapisan masyarakat.
Partai HANURA yang berlogo baru, berlogo Singa itu akan diuji melalui
kemampuan menyatukan seluruh kader, menggerakkan struktur, serta menerjemahkan aspirasi
masyarakat menjadi program yang relevan.
Di tempat yang sama, Ketua DPC
HANURA terpilih, Heigel mengatakan, tidak cukup hanya menjadi ketua partai
secara struktural. Dirinya harus mampu mengubah kepercayaan yang diamanatkan kepadanya
menjadi kekuatan politik yang nyata, organisasi yang solid, gagasan yang
relevan, dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Menurut Heigel, secara strategis, ia
perlu membaca peta politik dengan jernih, membangun kader yang berkualitas,
merawat komunikasi dengan masyarakat, serta menentukan posisi HANURA secara
tegas tanpa terjebak dalam politik pencitraan atau sekadar perebutan kekuasaan.
“Kecerdikan politik bukan berarti
menghalalkan segala cara. Kecerdikan yang sesungguhnya ialah mengetahui kapan
harus berkompetisi, kapan harus berkolaborasi, kapan harus mengkritik, dan
kapan harus menawarkan solusi,” katanya.
Heigel menambahkan. dalam
menjalankan organisasi politik, juga perlu memahami bahwa idealisme dan
kecerdasan strategi harus didukung logistik yang memadai. Setiap program
membutuhkan perencanaan anggaran, sumber daya manusia, waktu, dan sarana
operasional yang realistis.
Karena itu, pengelolaan sumber daya
harus dilakukan secara cermat, transparan, dan bertanggung jawab. Politik yang
rasional bukan politik yang menghamburkan biaya, melainkan kemampuan
menyelaraskan tujuan, kemampuan keuangan, dan target yang harus dicapai, tanpa
mengorbankan integritas maupun kepentingan masyarakat.
intinya: politik membutuhkan
idealisme untuk menentukan arah, dan kecerdasan dalam menyusun strategi serta logistik
yang rasional untuk mewujudkannya.
Pemilu 2029 menjadi agenda politik
yang sangat penting, maka untuk itu persiapannya harus maksimal dari sekarang,
segala kegiatan mencari dukungan jangan lagi dilakukan menjelang hari
pemungutan suara.
Kita harus rasional memandang
persiapan Pemilu sebagai proses panjang yang mencakup pembenahan organisasi, peningkatan
kualitas kader, kepatuhan administratif, pendidikan politik, dan penyusunan
program yang dapat dipertanggungjawabkan,” pungkas Heigel. (***TIM)