Karawang Post – Visi pembangunan Kabupaten Karawang di bawah kepemimpinan Bupati H. Aep Syaepuloh, S.E., yakni: “Karawang Maju, Berdaya Saing Tinggi dan Berkelanjutan” tidak hanya bertumpu pada sektor industri semata, tetapi juga sangat berkaitan erat dengan penguatan sektor Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan sebagai fondasi kehidupan masyarakat.
Karawang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional. Karena itu, keberadaan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Karawang memiliki posisi strategis dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dengan keberlangsungan sektor pangan.
Pengamat Pertanian dan Ketahanan Pangan H. Ahmad Suryana, M.P., menilai senergi pemerintah daerah dan petani menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas pangan.
“Pembangunan yang maju harus tetap mampu menjaga sawah produktif, meningkatkan hasil pertanian, serta melindungi kesejahteraan petani dan nelayan," katanya.
Dalam konteks visi daerah, dinas ini menjadi ujung tombak untuk mewujudkan ketahanan pangan masyarakat. Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan beras, tetapi juga menyangkut stabilitas harga pangan, kualitas gizi masyarakat, serta kemampuan daerah memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Hal ini sejalan dengan misi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat ekonomi kerakyatan.
Selain itu, sektor pertanian dan perikanan memiliki kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja. Di tengah pesatnya industrialisasi Karawang, pemerintah daerah tetap harus memastikan masyarakat desa, petani, petambak, dan nelayan memperoleh perhatian serius melalui bantuan alat pertanian, pembangunan irigasi, penyuluhan, akses pupuk, hingga modernisasi pertanian berbasis teknologi.
H. Ahmad mengungkapkan dirinya adalah pendukung setia Aep-Maslani waktu Pilkada Karawang tahun 2024 lalu. Sebelumnya Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., juga dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya peran DPKPP dalam membangun birokrasi yang profesional, disiplin, dan melayani masyarakat.
Dinas Pertanian juga berperan penting dalam mendukung program keberlanjutan lingkungan. Pengelolaan lahan pertanian yang baik, perlindungan kawasan hijau, serta pengawasan alih fungsi lahan menjadi bagian penting agar pembangunan Karawang tidak kehilangan identitas agrarisnya. Pembangunan berkelanjutan berarti pertumbuhan ekonomi harus berjalan berdampingan dengan perlindungan sumber daya alam.
Sementara itu, sektor perikanan memiliki potensi besar dalam memperkuat ekonomi pesisir dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Pengembangan budidaya ikan, tambak, hingga peningkatan kualitas hasil perikanan dapat menjadi kekuatan ekonomi baru yang mendukung visi Karawang berdaya saing tinggi.
Tidak kalah penting, peran Dinas Ketahanan Pangan juga berkaitan langsung dengan upaya penurunan stunting dan peningkatan kesehatan masyarakat.
Ketersediaan pangan bergizi, aman, dan terjangkau menjadi bagian dari pembangunan manusia yang berkualitas. Dengan demikian, sektor pertanian dan pangan sesungguhnya bukan sekadar urusan produksi, melainkan bagian dari investasi masa depan daerah.
“Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dengan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan menjadi sangat penting untuk mewujudkan Karawang yang maju namun tetap kuat dalam sektor pangan, mandiri secara ekonomi, serta berkelanjutan bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (***TIM)












