Editorial Cartoon

Editorial Cartoon

Pemerintah Daerah Kab. Karawang, Jawa Barat

Pemerintah Daerah Kab. Karawang, Jawa Barat
Kantor Bupati Karawang

Friday, October 23, 2026

Warga Menyambut Gembira, Bapenda Karawang Permudah Pelayanan Pajak Daerah Melalui Kios K

Karawang Post – Ayo manfaatkan Kios K untuk bayar pajak lebih mudah. Masyarakat Kabupaten Karawang, kini saatnya memanfaatkan kemudahan layanan perpajakan melalui Kios K yang disediakan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Karawang. 

Tak perlu ragu untuk mencoba layanan mandiri ini sebagai salah satu alternatif untuk mengecek informasi dan melakukan pembayaran pajak sesuai kebutuhan.

Melalui Kios K, masyarakat dapat mengecek dan membayar tagihan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta memperoleh layanan terkait Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dengan lebih praktis. Manfaatkan Kios K yang tersedia di lokasi-lokasi pelayanan agar urusan perpajakan menjadi lebih mudah dan efisien.

Menjadi wajib pajak yang taat dan cerdas adalah dengan membayar pajak tepat waktu, manfaatkan kemudahan teknologi, dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Karawang. 

Pajak yang kita bayarkan merupakan bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan daerah yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.

Bayar Pajak Daerah Makin Mudah Pakai Kios K

Bapenda Karawang terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menghadirkan Kios K, layanan mandiri yang memudahkan masyarakat memperoleh informasi dan melakukan transaksi perpajakan daerah secara lebih praktis.

Kehadiran Kios K menjadi bagian dari upaya mewujudkan pelayanan yang cepat, mudah, dan semakin dekat dengan masyarakat. Melalui fasilitas ini, wajib pajak dapat melakukan pengecekan dan pembayaran tagihan PBB-P2 serta PKB lebih mudah.

Selain itu, Kios K juga menyediakan layanan proteksi kendaraan bermotor yang sudah tidak dikuasai oleh pemiliknya. Fasilitas ini diharapkan membantu masyarakat memperoleh informasi dan mengurus kebutuhan terkait perpajakan kendaraan secara aman dan nyaman.

Berdasarkan informasi Bapenda Kabupaten Karawang, Kios K tersedia di sejumlah lokasi, yaitu Kantor Bapenda Kabupaten Karawang, Kantor Kecamatan Klari, Kantor Kecamatan Cikampek, Resinda Park Mall, RSUD Jatisari, dan RSUD Rengasdengklok.

Penempatan layanan di berbagai lokasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan pajak. Dengan demikian, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan tempat untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia, sesuai kebutuhan dan kemudahan akses masing-masing.


Digitalisasi Pelayanan, Membangun Kesadaran Pajak

Lebih dari sekadar menyediakan mesin layanan mandiri, kehadiran Kios K mencerminkan pentingnya transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan daerah.

Pelayanan publik yang baik bukan hanya diukur dari banyaknya fasilitas yang tersedia, melainkan juga dari kemudahan masyarakat mengakses layanan, kejelasan informasi, serta kepastian prosedur perpajakan secara tepat waktu.

Pajak daerah merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berperan dalam mendukung pembiayaan pembangunan dan penyelenggaraan pelayanan publik.

Karena itu, peningkatan penerimaan pajak perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan dan kepercayaan masyarakat.

Masyarakat akan lebih mudah memahami pentingnya membayar pajak apabila pemerintah mampu memberikan pelayanan yang transparan, responsif, dan dapat dijangkau.

Dengan demikian, kepatuhan pajak tidak hanya tumbuh karena kewajiban, tetapi juga karena adanya kesadaran dan kepercayaan terhadap pengelolaan pemerintahan.

Saat di lapangan, wartawan Karawang Post bertemu seorang Ibu Rumah Tangga, Sri Wahyuni (26) warga Desa Sukaharja, Telukjambe Timur, Karawang, ia mengaku merasa aman, nyaman dan lancar membayar pajak dengan Kios K.

“Sebagai warga saya menyambut gembira. Tidak mengira pelayanan untuk masyarakat dari Pemda Karawang sekarang sudah sedemikian maju dan modern, tentu saya merasa mudah, cepat, aman dan nyaman membayar pajak pakai Kios K,” kata Sri Wahyuni.   

Semangat “Bayar Pajak Daerah Makin Mudah Pakai Kios K” menegaskan bahwa pelayanan yang berkualitas merupakan bagian penting dari upaya membangun daerah. 

Ketika pemerintah memberikan kemudahan dan masyarakat menjalankan kewajibannya dengan kesadaran, keduanya dapat berjalan bersama untuk mendukung pembangunan Kabupaten Karawang yang lebih maju dan sejahtera. (***TIM

Wednesday, October 21, 2026

Hari Santri 2026: Merawat Tradisi, Menguasai Ilmu, Membangun Negeri

Karawang Post – Setiap tanggal 22 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Santri Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.

Peringatan Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini merupakan pengingat bahwa pesantren dan kaum santri memiliki peran penting dalam membentuk karakter bangsa, memperjuangkan kemerdekaan, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Secara resmi, Hari Santri ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Keputusan tersebut ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 15 Oktober 2015.

Dalam pertimbangannya, pemerintah mengakui besarnya peran ulama dan santri pondok pesantren dalam perjuangan merebut kemerdekaan, mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta mengisi kemerdekaan melalui pembangunan bangsa.

Resolusi Jihad dan Sejarah Perjuangan Santri

Pemilihan tanggal 22 Oktober memiliki landasan sejarah yang kuat. Pada 22 Oktober 1945, KH Hasyim Asy'ari bersama para ulama mengeluarkan seruan yang dikenal sebagai Resolusi Jihad.

Seruan tersebut muncul ketika kemerdekaan Indonesia yang baru diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 menghadapi ancaman kembalinya kekuasaan kolonial. Para ulama menyerukan pentingnya mempertahankan kemerdekaan dan membela tanah air.

Semangat tersebut turut menggerakkan perjuangan rakyat, termasuk kalangan santri, dalam menghadapi ancaman terhadap kemerdekaan. Perlawanan rakyat di Surabaya pada November 1945 menjadi salah satu babak penting dalam sejarah perjuangan bangsa.

Sejarah ini menunjukkan bahwa nasionalisme dan keagamaan tidak harus dipertentangkan. Bagi para ulama dan santri yang berjuang mempertahankan kemerdekaan, kecintaan kepada tanah air berjalan seiring dengan keyakinan dan tanggung jawab moral.

Karena itulah, Hari Santri menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pendahulu sekaligus meneladani keberanian, pengorbanan, dan keteguhan mereka dalam membela bangsa.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Karawang mengucapkan: Selamat Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2026. (***TIM)

Hari Santri 2026: Merawat Tradisi, Menguasai Ilmu, Membangun Negeri


Karawang Post –
Setiap tanggal 22 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Santri Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.

Peringatan Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini merupakan pengingat bahwa pesantren dan kaum santri memiliki peran penting dalam membentuk karakter bangsa, memperjuangkan kemerdekaan, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Secara resmi, Hari Santri ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Keputusan tersebut ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 15 Oktober 2015.

Dalam pertimbangannya, pemerintah mengakui besarnya peran ulama dan santri pondok pesantren dalam perjuangan merebut kemerdekaan, mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta mengisi kemerdekaan melalui pembangunan bangsa.

Resolusi Jihad dan Sejarah Perjuangan Santri

Pemilihan tanggal 22 Oktober memiliki landasan sejarah yang kuat. Pada 22 Oktober 1945, KH Hasyim Asy'ari bersama para ulama mengeluarkan seruan yang dikenal sebagai Resolusi Jihad.

Seruan tersebut muncul ketika kemerdekaan Indonesia yang baru diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 menghadapi ancaman kembalinya kekuasaan kolonial. Para ulama menyerukan pentingnya mempertahankan kemerdekaan dan membela tanah air.

Semangat tersebut turut menggerakkan perjuangan rakyat, termasuk kalangan santri, dalam menghadapi ancaman terhadap kemerdekaan. Perlawanan rakyat di Surabaya pada November 1945 menjadi salah satu babak penting dalam sejarah perjuangan bangsa.

Sejarah ini menunjukkan bahwa nasionalisme dan keagamaan tidak harus dipertentangkan. Bagi para ulama dan santri yang berjuang mempertahankan kemerdekaan, kecintaan kepada tanah air berjalan seiring dengan keyakinan dan tanggung jawab moral.

Karena itulah, Hari Santri menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pendahulu sekaligus meneladani keberanian, pengorbanan, dan keteguhan mereka dalam membela bangsa.

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Karawang mengucapkan: Selamat Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2026. (***TIM)

Hari Santri 2026: Merawat Tradisi, Menguasai Ilmu, Membangun Negeri

Karawang Post – Setiap tanggal 22 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Santri Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.

Peringatan Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini merupakan pengingat bahwa pesantren dan kaum santri memiliki peran penting dalam membentuk karakter bangsa, memperjuangkan kemerdekaan, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Secara resmi, Hari Santri ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Keputusan tersebut ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 15 Oktober 2015.

Dalam pertimbangannya, pemerintah mengakui besarnya peran ulama dan santri pondok pesantren dalam perjuangan merebut kemerdekaan, mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta mengisi kemerdekaan melalui pembangunan bangsa.

Resolusi Jihad dan Sejarah Perjuangan Santri

Pemilihan tanggal 22 Oktober memiliki landasan sejarah yang kuat. Pada 22 Oktober 1945, KH Hasyim Asy'ari bersama para ulama mengeluarkan seruan yang dikenal sebagai Resolusi Jihad.

Seruan tersebut muncul ketika kemerdekaan Indonesia yang baru diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 menghadapi ancaman kembalinya kekuasaan kolonial. Para ulama menyerukan pentingnya mempertahankan kemerdekaan dan membela tanah air.

Semangat tersebut turut menggerakkan perjuangan rakyat, termasuk kalangan santri, dalam menghadapi ancaman terhadap kemerdekaan. Perlawanan rakyat di Surabaya pada November 1945 menjadi salah satu babak penting dalam sejarah perjuangan bangsa.

Sejarah ini menunjukkan bahwa nasionalisme dan keagamaan tidak harus dipertentangkan. Bagi para ulama dan santri yang berjuang mempertahankan kemerdekaan, kecintaan kepada tanah air berjalan seiring dengan keyakinan dan tanggung jawab moral.

Karena itulah, Hari Santri menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pendahulu sekaligus meneladani keberanian, pengorbanan, dan keteguhan mereka dalam membela bangsa.

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang mengucapkan: Selamat Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2026. (***TIM)

Hari Santri 2026: Merawat Tradisi, Menguasai Ilmu, Membangun Negeri


Karawang Post –
Setiap tanggal 22 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Santri Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.

Peringatan Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini merupakan pengingat bahwa pesantren dan kaum santri memiliki peran penting dalam membentuk karakter bangsa, memperjuangkan kemerdekaan, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Secara resmi, Hari Santri ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Keputusan tersebut ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 15 Oktober 2015.

Dalam pertimbangannya, pemerintah mengakui besarnya peran ulama dan santri pondok pesantren dalam perjuangan merebut kemerdekaan, mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta mengisi kemerdekaan melalui pembangunan bangsa.

Resolusi Jihad dan Sejarah Perjuangan Santri

Pemilihan tanggal 22 Oktober memiliki landasan sejarah yang kuat. Pada 22 Oktober 1945, KH Hasyim Asy'ari bersama para ulama mengeluarkan seruan yang dikenal sebagai Resolusi Jihad.

Seruan tersebut muncul ketika kemerdekaan Indonesia yang baru diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 menghadapi ancaman kembalinya kekuasaan kolonial. Para ulama menyerukan pentingnya mempertahankan kemerdekaan dan membela tanah air.

Semangat tersebut turut menggerakkan perjuangan rakyat, termasuk kalangan santri, dalam menghadapi ancaman terhadap kemerdekaan. Perlawanan rakyat di Surabaya pada November 1945 menjadi salah satu babak penting dalam sejarah perjuangan bangsa.

Sejarah ini menunjukkan bahwa nasionalisme dan keagamaan tidak harus dipertentangkan. Bagi para ulama dan santri yang berjuang mempertahankan kemerdekaan, kecintaan kepada tanah air berjalan seiring dengan keyakinan dan tanggung jawab moral.

Karena itulah, Hari Santri menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pendahulu sekaligus meneladani keberanian, pengorbanan, dan keteguhan mereka dalam membela bangsa.

Dinas Perhubungan (DISHUB) Kabupaten Karawang mengucapkan: Selamat Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2026. (***TIM)

Hari Santri 2026: Merawat Tradisi, Menguasai Ilmu, Membangun Negeri

Karawang Post – Setiap tanggal 22 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Santri Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.

Peringatan Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini merupakan pengingat bahwa pesantren dan kaum santri memiliki peran penting dalam membentuk karakter bangsa, memperjuangkan kemerdekaan, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Secara resmi, Hari Santri ditetapkan melalui Kepres RI No. 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Keputusan tersebut ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo, 15 Oktober 2015.

Dalam pertimbangannya, pemerintah mengakui besarnya peran ulama dan santri pondok pesantren dalam perjuangan merebut kemerdekaan, mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta mengisi kemerdekaan melalui pembangunan bangsa.

Resolusi Jihad dan Sejarah Perjuangan Santri

Pemilihan tanggal 22 Oktober memiliki landasan sejarah yang kuat. Pada 22 Oktober 1945, KH Hasyim Asy'ari bersama para ulama mengeluarkan seruan yang dikenal sebagai Resolusi Jihad.

Seruan tersebut muncul ketika kemerdekaan Indonesia yang baru diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 menghadapi ancaman kembalinya kekuasaan kolonial. Para ulama menyerukan pentingnya mempertahankan kemerdekaan dan membela tanah air.

Semangat tersebut turut menggerakkan perjuangan rakyat, termasuk kalangan santri, dalam menghadapi ancaman terhadap kemerdekaan. Perlawanan rakyat di Surabaya pada November 1945 menjadi salah satu babak penting dalam sejarah perjuangan bangsa.

Sejarah ini menunjukkan bahwa nasionalisme dan keagamaan tidak harus dipertentangkan. Bagi para ulama dan santri yang berjuang mempertahankan kemerdekaan, kecintaan kepada tanah air berjalan seiring dengan keyakinan dan tanggung jawab moral.

Karena itulah, Hari Santri menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pendahulu sekaligus meneladani keberanian, pengorbanan, dan keteguhan mereka dalam membela bangsa.

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kabupaten Karawang mengucapkan: Selamat Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2026. (***TIM)

Tuesday, October 20, 2026

Hari Santri Nasional 2026: Memperkuat Pendidikan, Membangun Generasi Berkarakter


Karawang Post –
Peringatan Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober bukan sekadar momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Lebih dari itu, peringatan ini menjadi pengingat pentingnya pendidikan dalam membangun generasi bangsa yang berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki semangat kebangsaan.

Hari Santri ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI No. 22 Tahun 2015 pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Penetapan tersebut merupakan bentuk pengakuan negara terhadap kontribusi ulama dan santri dalam sejarah perjuangan serta pembangunan Indonesia.

Dalam konteks pendidikan, nilai-nilai perjuangan santri memiliki hubungan erat dengan tugas Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan membentuk karakter peserta didik.

Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Ilmu

Pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik dan pencapaian nilai di sekolah. Pendidikan juga harus membentuk kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta penghormatan terhadap sesama.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan keteladanan yang diwariskan oleh tradisi, budaya pesantren, yang menempatkan ilmu pengetahuan, akhlak, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian penting dari proses pendidikan.

Karena itu, sekolah dan pesantren, meskipun memiliki sistem serta karakteristik pendidikan berbeda, dapat saling melengkapi dalam membangun generasi muda Indonesia.

Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang memiliki peran strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kompetensi guru, menciptakan lingkungan belajar yang aman, serta mendorong pembentukan karakter peserta didik.

Upaya tersebut penting agar kemajuan akademik berjalan seiring dengan perkembangan moral dan tanggung jawab sosial generasi muda.

Menyiapkan Generasi Mampu Menghadapi Zaman

Tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi digital dan AI menuntut peserta didik untuk tidak hanya mampu mengakses informasi, tetapi juga berpikir kritis, memeriksa kebenaran informasi, dan menggunakan teknologi secara bijaksana.

Semangat belajar para santri dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menuntut ilmu, mengembangkan keterampilan, dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan.

Di Kabupaten Karawang, pembangunan pendidikan juga perlu memperhatikan pemerataan akses, peningkatan kualitas pembelajaran, serta kesempatan yang adil bagi seluruh anak untuk memperoleh pendidikan bermutu.

Kolaborasi antara sekolah, keluarga, pesantren, dan masyarakat menjadi penting. Anak-anak membutuhkan lingkungan yang tidak hanya mendukung kecerdasan intelektual, tetapi juga memberikan teladan dalam kejujuran, toleransi, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama.

Membangun Melalui Pendidikan Berkarakter

Hari Santri Nasional 2026 hendaknya menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk memperkuat komitmen dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Semangat tersebut dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas guru, penguatan pendidikan karakter, pengembangan literasi digital, serta penciptaan lingkungan sekolah yang inklusif dan berorientasi pada masa depan peserta didik.

Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari tingginya nilai akademik, tetapi juga dari kemampuan melahirkan generasi yang berintegritas, mandiri, menghargai perbedaan, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pada akhirnya, semangat Hari Santri mengingatkan kita bahwa ilmu pengetahuan harus berjalan bersama akhlak, sementara kemajuan harus disertai tanggung jawab.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang mengucapkan: Selamat Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2026. (***TIM)