Editorial Cartoon

Editorial Cartoon

Pemerintah Daerah Kab. Karawang, Jawa Barat

Pemerintah Daerah Kab. Karawang, Jawa Barat
Kantor Bupati Karawang

Saturday, May 9, 2026

Dibalik Sukses Kirab Budaya Mahkota Binokasih Ada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang


Karawang Post –
Kirab Budaya Mahkota Binokasih merupakan simbol pelestarian budaya, penghormatan terhadap sejarah, dan penguatan identitas daerah yang memiliki nilai luhur bagi masyarakat.

Kegiatan budaya ini tidak hanya menjadi sarana hiburan dan tradisi, tetapi juga menjadi media edukasi untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya dan lingkungan sosial di tengah masyarakat.

Di Kabupaten Karawang, pelaksanaan Kirab Budaya Mahkota Binokasih membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang.

Sebelumnya Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE juga menegaskan bahwa peran semua dinas di Kabupaten Karawang sangat penting dalam menyukseskan kegiatan kirab budaya sebagai upaya menjaga identitas daerah, memperkuat pendidikan karakter, serta melestarikan warisan budaya leluhur di tengah perkembangan zaman modern.

Karena itu peran DLH sangat penting dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman selama pelaksanaan kegiatan budaya berlangsung.

Keterkaitan Kirab Budaya Mahkota Binokasih dengan DLH dapat dilihat dari upaya menjaga kebersihan kawasan publik, pengelolaan sampah kegiatan, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Dalam setiap kegiatan yang melibatkan banyak peserta dan masyarakat, potensi timbunan sampah menumpuk dan gangguan kebersihan tentu akan menjadi perhatian penting. Oleh karena itu, peran DLH pemkab Karawang menjadi bagian strategis agar kegiatan budaya tetap berjalan tertib dan ramah lingkungan.


Budaya dan lingkungan sejatinya memiliki hubungan yang erat. Nilai-nilai budaya lokal mengajarkan pentingnya hidup selaras dengan alam, menjaga kebersihan, serta menghormati lingkungan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.

Kirab Budaya Mahkota Binokasih dapat menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Selain itu, lingkungan yang bersih dan tertata akan menciptakan kenyamanan bagi peserta kirab maupun masyarakat yang menyaksikan kegiatan tersebut. Keindahan kawasan publik dan ruang terbuka juga akan memperkuat citra positif Kabupaten Karawang sebagai daerah yang tidak hanya maju dalam pembangunan, tetapi juga peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

DLH Kabupaten Karawang juga memiliki peran dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengurangan sampah plastik, pengelolaan limbah kegiatan, dan budaya hidup bersih dalam setiap aktivitas sosial maupun budaya.

Dengan demikian, kegiatan kirab budaya tidak hanya menjadi perayaan tradisi, tetapi juga sarana membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga bumi dan lingkungan sekitar.

Kirab Budaya Mahkota Binokasih menjadi bukti bahwa pembangunan budaya dan kepedulian lingkungan dapat berjalan bersama. Melalui sinergi seluruh perangkat daerah dan partisipasi masyarakat, kegiatan budaya dapat menjadi contoh positif dalam menciptakan lingkungan yang bersih, tertib, dan berkelanjutan.

Dengan dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang, Kirab Budaya Mahkota Binokasih mampu menjadi simbol pelestarian budaya yang tidak hanya memperkuat jati diri daerah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan demi masa depan Karawang yang lebih baik dan berkelanjutan. (***TIM) Top of Form

Ada Dinas PUPR Dibalik Sukses Kirab Budaya Mahkota Binokasih Kabupaten Karawang


Karawangt Post –
Kirab Budaya Mahkota Binokasih merupakan kegiatan budaya yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan identitas kearifan lokal yang sangat penting bagi masyarakat Sunda dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Kegiatan ini bukan hanya menjadi perayaan budaya semata, tetapi juga menjadi simbol persatuan, pelestarian tradisi, serta penghormatan terhadap warisan leluhur yang harus terus dijaga di tengah perkembangan modernisasi.

Sebelumnya, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE menegaskan bahwa peran semua dinas di Kabupaten Karawang sangat penting dalam menyukseskan kegiatan kirab budaya sebagai upaya menjaga identitas daerah, memperkuat pendidikan karakter, serta melestarikan warisan budaya leluhur di tengah perkembangan zaman modern.

Sehingga di Kabupaten Karawang, semangat menyukseskan Kirab Budaya Binokasih mencerminkan komitmen daerah dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian budaya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan budaya seperti ini membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemkab Karawang, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang.

Keterkaitan Dinas PUPR dengan acara Kirab Budaya Mahkota Binokasih dapat dilihat dari perannya dalam pembangunan dan penataan infrastruktur daerah yang mendukung kelancaran kegiatan masyarakat tesebut.

Termasuk kegiatan Infrastruktur jalan yang baik, penataan ruang kota yang tertib, serta fasilitas publik yang memadai menjadi faktor penting dalam menunjang suksesnya pelaksanaan kirab budaya.

Dalam kegiatan kirab, jalur yang dilalui peserta membutuhkan kondisi jalan yang aman, nyaman, dan representatif. Oleh karena itu, keberadaan infrastruktur yang dibangun dan dipelihara oleh Dinas PUPR memiliki kontribusi nyata dalam mendukung mobilitas peserta kirab maupun masyarakat yang hadir menyaksikan acara budaya tersebut.

Selain itu, penataan ruang wilayah yang baik juga mencerminkan wajah daerah yang tertib dan berkarakter. Kirab budaya yang berlangsung di kawasan perkotaan akan lebih menarik apabila didukung lingkungan yang tertata rapi, estetis, dan nyaman.

Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan fisik dan pelestarian budaya dapat berjalan berdampingan untuk memperkuat identitas daerah.

Dinas PUPR juga memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan aspek sosial dan budaya masyarakat. Infrastruktur tidak hanya berfungsi sebagai sarana fisik, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya aktivitas sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.

Dengan infrastruktur yang baik, kegiatan budaya seperti Kirab Budaya Mahkota Binokasih ini dapat berlangsung lebih optimal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Kirab Budaya Mahkota Binokasih juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap daerahnya sendiri. Ketika pembangunan infrastruktur selaras dengan pelestarian budaya, maka akan tercipta lingkungan daerah yang maju secara fisik sekaligus kuat dalam mempertahankan nilai tradisi dan jati diri lokal.

Melalui sinergi seluruh perangkat daerah, termasuk Dinas PUPR Kabupaten Karawang, Kirab Budaya Mahkota Binokasih diharapkan mampu menjadi simbol bahwa Karawang tidak hanya berkembang dalam pembangunan, tetapi juga tetap menjaga sejarah, budaya, dan nilai luhur warisan leluhur sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkarakter. (***TIM)

Dibalik Sukses Kirab Budaya Mahkota Binokasih Ada Dinas Perhubungan Pemkab Karawang


Karawang Post –
Kirab Budaya Mahkota Binokasih merupakan simbol pelestarian sejarah, budaya, dan jati diri masyarakat Sunda yang memiliki nilai persatuan, gotong royong, serta penghormatan terhadap warisan leluhur.

Ucapan selamat dari H. Aep Syaepuloh, SE selaku Bupati Karawang terhadap kegiatan Kirab Budaya Mahkota Binokasih dapat dimaknai sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah Kabupaten Karawang terhadap pelestarian budaya sekaligus penguatan identitas daerah di tengah modernisasi global.

Suksesnya acara Kirab Budaya Mahkota Binokasih tentu ada kaitannya dengan semua dinas. Karena sebelumnya Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE menegaskan bahwa peran semua dinas di Kabupaten Karawang sangat penting dalam menyukseskan kegiatan kirab budaya sebagai upaya menjaga identitas daerah, memperkuat pendidikan karakter, serta melestarikan warisan budaya leluhur di tengah perkembangan zaman modern.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karawang sangat erat kaitannya, terutama dalam aspek kelancaran mobilitas, pengamanan arus lalu lintas, dan pelayanan publik selama kegiatan berlangsung.

Dalam setiap kegiatan budaya yang melibatkan massa besar dan arak-arakan jalan raya, peran Dishub menjadi strategis untuk memastikan kirab berjalan tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat maupun peserta.

Dishub Karawang memiliki tanggung jawab dalam rekayasa lalu lintas, pengaturan jalur kirab, pemasangan rambu sementara, hingga koordinasi dengan aparat kepolisian dan instansi terkait agar tidak terjadi kemacetan maupun gangguan transportasi publik.

Kehadiran Dishub juga mencerminkan pelayanan pemerintah yang humanis dan responsif terhadap kegiatan sosial budaya masyarakat.

Selain itu, Kirab Budaya Mahkota Binokasih dapat menjadi momentum promosi pariwisata dan budaya daerah. Dalam konteks tersebut, Dishub berperan mendukung aksesibilitas transportasi menuju lokasi kegiatan sehingga masyarakat dari berbagai daerah dapat mengikuti acara dengan lebih mudah.

Infrastruktur transportasi yang tertib dan terorganisasi akan memberikan citra positif bagi Kabupaten Karawang sebagai daerah yang tidak hanya maju secara industri, tetapi juga kuat dalam menjaga nilai budaya dan tradisi.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, tokoh budaya, masyarakat, dan Dishub Karawang, kegiatan Kirab Budaya Mahkota Binokasih menjadi wujud nyata pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada fisik dan ekonomi, tetapi juga pelestarian budaya serta penguatan karakter daerah. (***TIM)

 

Sukses Kirab Budaya Mahkota Binokasih dan UMKM di Kabupaten Karawang


Karawang Post –
Kirab Budaya Mahkota Binokasih merupakan kegiatan budaya yang memiliki nilai sejarah, tradisi, dan identitas daerah yang sangat penting bagi masyarakat. Selain menjadi simbol pelestarian budaya dan penghormatan terhadap warisan leluhur, kirab budaya juga memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya bagi sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Di Kabupaten Karawang, kegiatan budaya seperti Kirab Mahkota Binokasih dapat menjadi momentum strategis dalam mendorong geliat ekonomi kerakyatan. Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar selama kegiatan berlangsung menciptakan peluang usaha bagi para pelaku UMKM, mulai dari kuliner tradisional, kerajinan tangan, produk budaya lokal, fesyen, hingga berbagai usaha kreatif lainnya.

Keterkaitan ini juga sejalan dengan peran Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Event budaya menjadi ruang promosi yang efektif bagi UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan daerahnya kepada masyarakat luas.

Kirab budaya tidak hanya menghadirkan nilai hiburan dan edukasi, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi yang berdampak langsung pada masyarakat kecil. Pedagang makanan, pengrajin, pelaku seni, hingga usaha kreatif lokal dapat memperoleh manfaat ekonomi dari meningkatnya aktivitas masyarakat selama acara berlangsung.

Selain itu, kegiatan budaya juga mampu memperkuat identitas produk lokal Karawang. Produk UMKM yang dipadukan dengan unsur budaya daerah akan memiliki nilai tambah dan daya tarik tersendiri. Hal ini penting dalam meningkatkan daya saing produk lokal di tengah persaingan pasar modern.


Kirab Budaya Mahkota Binokasih juga menjadi sarana memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda sekaligus membuka peluang tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis budaya.

Dalam era modern saat ini, budaya dan ekonomi kreatif memiliki hubungan yang sangat erat karena tradisi lokal dapat dikembangkan menjadi potensi usaha yang bernilai ekonomi.

Melalui dukungan pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan masyarakat, kegiatan budaya dapat menjadi penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan. Oleh sebab itu, sinergi antara pelestarian budaya dan pemberdayaan UMKM menjadi langkah penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif dan berbasis potensi lokal.

Dengan adanya Kirab Budaya Mahkota Binokasih, Kabupaten Karawang tidak hanya menunjukkan komitmennya dalam menjaga budaya dan sejarah, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM sebagai salah satu pilar penting pembangunan daerah.

Dalam kesibukannya sesi acara Kirab Budaya Mahkota Binokasih, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE menegaskan bahwa peran semua dinas di Kabupaten Karawang sangat penting kontribusinya.

“Dalam menyukseskan kegiatan kirab budaya ini peran semua dinas di pemkab Karawang sangat penting, sebagai upaya menjaga identitas daerah, memperkuat pendidikan karakter, serta melestarikan warisan budaya leluhur di tengah perkembangan zaman modern,” ungkap Bupati Karawang kepada wartawan. (***TIM)

Top of Form

 

Bottom of Form

 

Suksesnya Kirab Budaya Mahkota Binokasih dan Kaitannya dengan Dinas PRKP Kabupaten Karawang


Karawang Post –
Kirab Budaya Mahkota Binokasih merupakan simbol pelestarian budaya, penghormatan terhadap sejarah, serta penguatan identitas daerah di tengah perkembangan zaman modern.

Kegiatan budaya ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap warisan leluhur sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.

Di Kabupaten Karawang, keberhasilan Kirab Budaya Mahkota Binokasih tidak terlepas dari sinergi seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Karawang.

Setiap dinas memiliki peran strategis sesuai bidang tugasnya masing-masing, termasuk Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Karawang.

Menurut Dr. Yayat Supriyatna, MSP pengamat tata kota terkemuka, saat ditemui di rumahnya mengatakan, aktivitas ekonomi tersebut secara tidak langsung berkaitan dengan kenyamanan tata kota.

“Tentunya ada keterkaitan Dinas PRKP dengan acara Kirab Budaya Mahkota Binokasih dapat dilihat dari perannya dalam menciptakan kawasan permukiman yang tertata, bersih, nyaman, dan representatif untuk mendukung kegiatan masyarakat umum, termasuk event budaya daerah,” ungkapnya.

Sebelumnya Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE juga menegaskan bahwa peran semua dinas di Kabupaten Karawang sangat penting dalam menyukseskan kegiatan kirab budaya sebagai upaya menjaga identitas daerah, memperkuat pendidikan karakter, serta melestarikan warisan budaya leluhur di tengah perkembangan zaman modern.  

Lingkungan perkotaan dan kawasan publik yang baik memberikan kenyamanan bagi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan peserta acara maupun masyarakat yang menyaksikan jalannya Kirab Budaya Mahkota Binokasih yang meriah dan masyarakat Karawang pun menyambutnya dengan gegap gempita.

Dinas PRKP Karawang memiliki tanggung jawab dalam mendukung penataan kawasan, ruang publik, serta estetika lingkungan yang menjadi wajah daerah.


Saat kegiatan budaya berlangsung, keindahan tata kota, kebersihan lingkungan, hingga penataan fasilitas umum menjadi bagian penting dalam menciptakan citra positif Kabupaten Karawang sebagai daerah yang maju namun tetap menjaga budaya dan tradisi.

Kirab Budaya Mahkota Binokasih juga memiliki nilai filosofis tentang harmoni antara manusia, budaya, dan lingkungan. Dalam hal ini, Dinas PRKP berperan mendukung pembangunan kawasan permukiman yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan nilai sosial dan budaya masyarakat.

Penataan ruang yang baik dapat menjadi sarana tumbuhnya aktivitas budaya dan interaksi sosial yang sehat di tengah masyarakat.

Selain itu, ruang terbuka publik dan kawasan yang tertata rapi dapat menjadi pusat kegiatan budaya, seni, dan kebersamaan masyarakat. Kehadiran lingkungan yang nyaman akan mendukung berbagai agenda pelestarian budaya daerah secara berkelanjutan.

Kirab budaya juga menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara tentang infrastruktur modern, tetapi juga tentang menjaga identitas dan karakter lokal.

Oleh sebab itu, sinergi antara pelestarian budaya dan pembangunan kawasan permukiman menjadi hal yang penting dalam mewujudkan Karawang yang maju, nyaman dihuni, dan tetap berakar pada nilai budaya.

Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat dan perangkat daerah, termasuk Dinas PRKP Kabupaten Karawang, Kirab Budaya Mahkota Binokasih dapat menjadi simbol keberhasilan pembangunan yang tidak melupakan sejarah, budaya, dan jati diri daerahnya. (***TIM)

 

 

Sukses Kirab Budaya Mahkota Binokasih dan Peran Dinas Pertanian Kabupaten Karawang

Karawang Post – Kirab Budaya Mahkota Binokasih merupakan simbol pelestarian budaya, penghormatan terhadap sejarah, dan penguatan jati diri masyarakat Sunda. Kegiatan budaya ini memiliki makna yang mendalam karena tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga mempererat hubungan antara budaya, masyarakat, dan kehidupan daerah yang berkelanjutan.

Di Kabupaten Karawang yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional, Kirab Budaya Mahkota Binokasih memiliki keterkaitan erat dengan sektor pertanian, dan peran Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Karawang. Hal ini karena budaya agraris telah menjadi bagian penting dari sejarah dan kehidupan masyarakat Karawang sejak dahulu.

Budaya Sunda banyak lahir dari kehidupan masyarakat pertanian yang menjunjung tinggi nilai gotong royong, kebersamaan, penghormatan terhadap alam, dan rasa syukur atas hasil bumi.

Nilai-nilai tersebut tercermin dalam berbagai tradisi budaya, termasuk kirab budaya yang sarat makna sejarah dan filosofi kehidupan masyarakat agraris.

Sebagai daerah dengan kekuatan sektor pertanian yang besar, Karawang memiliki identitas yang erat dengan sawah, ketahanan pangan, dan kehidupan petani. Oleh karena itu, DPKPP Kabupaten Karawang memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal yang tumbuh dari kehidupan masyarakat tani.

Kirab Budaya Mahkota Binokasih juga dapat menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga lahan pertanian, ketahanan pangan, dan perikanan, nelayan.


Keseimbangan antara pembangunan modern dengan kelestarian sektor agraris. Dalam perkembangan daerah yang semakin pesat, nilai budaya pertanian perlu terus dijaga agar identitas Karawang sebagai daerah lumbung padi tetap kuat.

Selain itu, kegiatan budaya dapat menjadi media edukasi bagi generasi muda agar memahami bahwa pertanian bukan sekadar aktivitas ekonomi, tetapi juga bagian dari sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat.

Dengan demikian, pelestarian budaya dan pembangunan pertanian dapat berjalan beriringan dalam mendukung kemajuan daerah.

Kirab Budaya Mahkota Binokasih menjadi bukti bahwa budaya dan pertanian memiliki hubungan yang tidak terpisahkan. Melalui sinergi antara pelestarian budaya dan penguatan sektor pertanian, Kabupaten Karawang dapat terus berkembang sebagai daerah yang maju secara ekonomi, kuat dalam ketahanan pangan, dan tetap menjaga warisan budaya serta nilai luhur masyarakat agraris.

Dalam kesibukannya sesi acara Kirab Budaya Mahkota Binokasih, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE menegaskan bahwa peran semua dinas di Kabupaten Karawang sangat penting kontribusinya.

“Dalam menyukseskan kegiatan kirab budaya ini peran semua dinas di pemkab Karawang sangat penting, sebagai upaya menjaga identitas daerah, memperkuat pendidikan karakter, serta melestarikan warisan budaya leluhur di tengah perkembangan zaman modern,” ungkap Bupati Karawang kepada wartawan. (***TIM)

 

Sukses Kirab Budaya Mahkota Binokasih, Sukses Bapenda Kabupaten Karawang


Karawang Post -
Kirab Budaya Mahkota Binokasih merupakan kegiatan budaya yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan identitas kearifan lokal Sunda.

Kirab ini bukan hanya menjadi simbol pelestarian budaya dan penghormatan terhadap warisan leluhur, tetapi juga menjadi sarana memperkuat rasa persatuan, kebanggaan daerah, serta penggerak aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Dalam konteks pembangunan daerah, kegiatan budaya seperti Kirab Mahkota Binokasih memiliki keterkaitan dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Karawang. Keterkaitan tersebut dapat dilihat dari dampak ekonomi dan potensi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) yang muncul melalui kegiatan budaya dan pariwisata.

Kirab budaya yang berlangsung meriah mampu menarik perhatian masyarakat, pelaku usaha, hingga wisatawan dari berbagai daerah. Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar akan mendorong meningkatnya aktivitas ekonomi lokal, mulai dari sektor kuliner, perdagangan, transportasi, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Menurut pengamat ekonomi dan kebijakan publik, H. Agus Kusuma Wardhana, SE mengatakan, aktivitas ekonomi tersebut secara tidak langsung berkaitan dengan potensi peningkatan PAD.

“Sebagai instansi yang memiliki tugas dalam pengelolaan pendapatan daerah, Bapenda Kabupaten Karawang memiliki kepentingan strategis terhadap tumbuhnya kegiatan ekonomi masyarakat yang sehat dan produktif,” ungkapnya.

“Event budaya seperti Kirab Mahkota Binokasih dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi kreatif dan pengembangan potensi daerah berbasis budaya lokal.


Selain itu, kegiatan budaya juga dapat memperkuat citra positif Kabupaten Karawang sebagai daerah yang tidak hanya berkembang dalam sektor industri dan pembangunan semata, tetapi juga mampu menjaga nilai sejarah dan budaya daerah,” tambahnya.

Citra daerah yang baik akan mendukung iklim investasi, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi yang pada akhirnya berdampak terhadap peningkatan penerimaan daerah.

Kirab Budaya Mahkota Binokasih juga menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gotong royong dalam pembangunan daerah.

Sebelumnya Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE juga menegaskan bahwa peran semua dinas di Kabupaten Karawang sangat penting dalam menyukseskan kegiatan kirab budaya sebagai upaya menjaga identitas daerah, memperkuat pendidikan karakter, serta melestarikan warisan budaya leluhur di tengah perkembangan zaman modern.  

Dalam pembangunan modern, keberhasilan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kekuatan budaya, partisipasi masyarakat, dan stabilitas sosial ekonomi yang harmonis.

Melalui dukungan seluruh perangkat daerah, termasuk Bapenda Kabupaten Karawang, kegiatan budaya dapat menjadi sarana memperkuat identitas daerah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

“Dengan demikian, Kirab Budaya Mahkota Binokasih bukan hanya menjadi perayaan seremonial tradisi, tetapi juga bagian dari upaya membangun Karawang yang maju, berbudaya, dan memiliki daya saing ekonomi daerah yang kuat,” pungkasnya. (***TIM)

 

 

 

Bottom of Form