Editorial Cartoon

Editorial Cartoon

Pemerintah Daerah Kab. Karawang, Jawa Barat

Pemerintah Daerah Kab. Karawang, Jawa Barat
Kantor Bupati Karawang

Thursday, June 4, 2026

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: Pertanian Berkelanjutan untuk Ketahanan Pangan Karawang


Karawang Post –
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026 mengusung tema "Climate Action" dengan kampanye #NowForClimate atau "Saatnya Bekerja untuk Iklim".

Tema ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan aksi nyata, sebuah seruan global agar seluruh lapisan masyarakat bergerak bersama menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin nyata yang dampaknya semakin dirasakan melalui cuaca ekstrem, banjir, kekeringan, serta ancaman terhadap lingkungan, secara langsung memengaruhi sektor pertanian, ketahanan pangan, dan perikanan yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia setiap tanggal 5 Juni merupakan momentum penting untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian bumi sebagai rumah kita bersama.

Bagi Kabupaten Karawang, tema tersebut memiliki relevansi yang sangat kuat. Karawang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia. 

Namun, perubahan iklim menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari perubahan pola musim, kekeringan, banjir, serangan organisme pengganggu tanaman, hingga menurunnya produktivitas lahan pertanian dan perikanan.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Karawang memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan.

Berbagai program penguatan ketahanan pangan, peningkatan produktivitas pertanian, pengelolaan sumber daya air, pengembangan pertanian ramah lingkungan, serta pemberdayaan petani dan nelayan menjadi bagian penting dalam upaya adaptasi terhadap perubahan iklim.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia mengingatkan bahwa keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan sarana produksi, tetapi juga oleh kualitas lingkungan yang terjaga. Tanah yang subur, air yang bersih, udara yang sehat, serta ekosistem yang seimbang merupakan modal utama bagi keberlangsungan pertanian dan perikanan.

Karena itu, menjaga lingkungan pada hakikatnya adalah menjaga ketahanan pangan bangsa.

Penerapan praktik pertanian berkelanjutan menjadi salah satu langkah penting yang perlu terus dikembangkan. 

Penggunaan pupuk secara bijaksana, pengelolaan limbah pertanian, konservasi sumber daya air, rehabilitasi lahan kritis, serta pengurangan pencemaran lingkungan merupakan bentuk nyata aksi iklim yang dapat dilakukan di tingkat daerah.

Langkah-langkah tersebut tidak hanya melindungi lingkungan, tetapi juga meningkatkan daya tahan sektor pertanian terhadap perubahan iklim.

Di sektor perikanan, upaya menjaga kualitas perairan dan ekosistem menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan berkelanjutan. Kelestarian sungai, saluran irigasi, tambak, dan kawasan pesisir akan menentukan keberlanjutan produksi perikanan yang menjadi sumber penghidupan banyak masyarakat Karawang.

Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, mari kita memperkuat komitmen untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam. 

Pemerintah, petani, nelayan, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat perlu berjalan bersama membangun sistem pangan yang tangguh, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

Karawang sebagai lumbung pangan nasional memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi contoh dalam mewujudkan pertanian yang produktif sekaligus berwawasan lingkungan.

Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap alam, kita dapat menjaga ketahanan pangan hari ini sekaligus mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi masa depan.

Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang, Mengucapkan: Selamat memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2026.

"Saatnya Bekerja untuk Iklim, Saatnya Menjaga Lingkungan, Saatnya Menguatkan Ketahanan Pangan." (***TIM)

Sukseskan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: Menjaga Karawang untuk Masa Depan yang Berkelanjutan

Karawang Post – Setiap tanggal 5 Juni, masyarakat dunia memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran dan aksi nyata dalam menjaga kelestarian bumi.

Peringatan yang digagas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini mengingatkan bahwa lingkungan hidup yang sehat merupakan fondasi bagi kehidupan manusia, pembangunan ekonomi, dan kesejahteraan generasi mendatang.

Pada tahun 2026, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menitikberatkan pada aksi iklim dan upaya memperkuat ketahanan lingkungan dalam menghadapi perubahan iklim global.

Tema global Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) 2026 adalah: "Climate Action" (Aksi Iklim) dengan pesan kampanye resmi: "#NowForClimate" (Saatnya Bertindak untuk Iklim).

Bagi Kabupaten Karawang, peringatan ini memiliki makna yang sangat penting. Sebagai daerah yang dikenal sebagai lumbung padi nasional sekaligus kawasan industri strategis, Karawang menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks.

Pertumbuhan penduduk, perkembangan industri, perubahan tata guna lahan, pengelolaan sampah, pencemaran air, serta ancaman perubahan iklim menuntut adanya pengelolaan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, peran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang menjadi sangat strategis. DLH Kabupaten Karawang tidak hanya bertugas melakukan pengawasan dan pengendalian pencemaran lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian alam.


Melalui berbagai program penghijauan, pengelolaan sampah, konservasi sumber daya alam, pemantauan kualitas lingkungan, serta edukasi kepada masyarakat, DLH Kabupaten Karawang menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Karawang yang bersih, sehat, dan lestari.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 hendaknya tidak berhenti pada seremoni semata. Momentum ini harus menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk melakukan tindakan nyata.

Menanam pohon, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah dari rumah tangga, menjaga kebersihan sungai dan saluran air, serta menghemat energi merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan.

Tema aksi iklim yang diusung tahun 2026 mengingatkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Perubahan iklim yang ditandai dengan cuaca ekstrem, banjir, kekeringan, dan penurunan kualitas lingkungan merupakan tantangan nyata yang harus dihadapi secara kolektif.

Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan berkelanjutan. Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, mari kita perkuat komitmen untuk menjaga bumi mulai dari lingkungan sekitar.

Kabupaten Karawang membutuhkan partisipasi seluruh warganya agar pembangunan yang terus berlangsung tetap sejalan dengan kelestarian alam. Lingkungan yang terjaga dengan baik akan memberikan manfaat besar bagi kehidupan saat ini maupun bagi generasi yang akan datang.

Kepala Bidang Pertamanan dan Penerangan Kawasan Hijau (PPKH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang mengucapkan: “Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2026. Mari bersama kita menjaga Karawang yang hijau, bersih, sehat, dan berkelanjutan demi masa depan yang lebih baik.” (***TIM)

Sukseskan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: Menjaga Karawang untuk Masa Depan yang Berkelanjutan


Karawang Post –
Setiap tanggal 5 Juni, masyarakat dunia memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran dan aksi nyata dalam menjaga kelestarian bumi.

Peringatan yang digagas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini mengingatkan bahwa lingkungan hidup yang sehat merupakan fondasi bagi kehidupan manusia, pembangunan ekonomi, dan kesejahteraan generasi mendatang.

Pada tahun 2026, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menitikberatkan pada aksi iklim dan upaya memperkuat ketahanan lingkungan dalam menghadapi perubahan iklim global.

Tema global Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) 2026 adalah: "Climate Action" (Aksi Iklim) dengan pesan kampanye resmi: "#NowForClimate" (Saatnya Bertindak untuk Iklim).

Bagi Kabupaten Karawang, peringatan ini memiliki makna yang sangat penting. Sebagai daerah yang dikenal sebagai lumbung padi nasional sekaligus kawasan industri strategis, Karawang menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks.

Pertumbuhan penduduk, perkembangan industri, perubahan tata guna lahan, pengelolaan sampah, pencemaran air, serta ancaman perubahan iklim menuntut adanya pengelolaan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, peran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang menjadi sangat strategis. DLH Kabupaten Karawang tidak hanya bertugas melakukan pengawasan dan pengendalian pencemaran lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian alam.


Melalui berbagai program penghijauan, pengelolaan sampah, konservasi sumber daya alam, pemantauan kualitas lingkungan, serta edukasi kepada masyarakat, DLH Kabupaten Karawang menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Karawang yang bersih, sehat, dan lestari.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 hendaknya tidak berhenti pada seremoni semata. Momentum ini harus menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk melakukan tindakan nyata.

Menanam pohon, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah dari rumah tangga, menjaga kebersihan sungai dan saluran air, serta menghemat energi merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan.

Tema aksi iklim yang diusung tahun 2026 mengingatkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Perubahan iklim yang ditandai dengan cuaca ekstrem, banjir, kekeringan, dan penurunan kualitas lingkungan merupakan tantangan nyata yang harus dihadapi secara kolektif.

Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan berkelanjutan. Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, mari kita perkuat komitmen untuk menjaga bumi mulai dari lingkungan sekitar.

Kabupaten Karawang membutuhkan partisipasi seluruh warganya agar pembangunan yang terus berlangsung tetap sejalan dengan kelestarian alam. Lingkungan yang terjaga dengan baik akan memberikan manfaat besar bagi kehidupan saat ini maupun bagi generasi yang akan datang.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang mengucapkan: “Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2026. Mari bersama kita menjaga Karawang yang hijau, bersih, sehat, dan berkelanjutan demi masa depan yang lebih baik.” (***TIM)

Tuesday, June 2, 2026

Peran Bapenda Karawang dalam Pengelolaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)


Karawang Post – Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) adalah merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Pajak ini dikenakan atas setiap perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan, baik melalui jual beli, hibah, waris, tukar-menukar, maupun bentuk peralihan hak lainnya yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Pengalihan pengelolaan BPHTB dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah merupakan tindak lanjut dari kebijakan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal.

Kebijakan tersebut memberikan kewenangan yang lebih besar kepada pemerintah daerah untuk mengelola sumber-sumber pendapatan yang berasal dari wilayahnya sendiri.

Dengan demikian, daerah memiliki ruang yang lebih luas untuk meningkatkan kemandirian fiskal sekaligus memperkuat kemampuan pembiayaan pembangunan.

Sejak 1 Januari 2011, pengelolaan BPHTB resmi dialihkan dari pemerintah pusat kepada pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Melalui pengalihan tersebut, pemerintah daerah bertanggung jawab terhadap seluruh proses pengelolaan BPHTB, mulai dari pendataan, penilaian, penetapan, pengadministrasian, pemungutan, penagihan, hingga pelayanan kepada masyarakat.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelayanan publik sekaligus mengoptimalkan penerimaan daerah.

Di Kabupaten Karawang, pengelolaan BPHTB dilaksanakan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) sebagai perangkat daerah yang bertugas mengelola pendapatan asli daerah (PAD).

Peran Bapenda sangat strategis mengingat Karawang merupakan salah satu daerah dengan perkembangan sektor industri, perdagangan, perumahan, dan investasi yang cukup pesat. Tingginya aktivitas transaksi tanah dan bangunan menjadikan BPHTB sebagai salah satu kontributor penting bagi penerimaan PAD Kabupaten Karawang.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, BPHTB didefinisikan sebagai pajak atas perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan.

Regulasi ini memperkuat posisi BPHTB sebagai pajak daerah yang menjadi instrumen penting dalam mendukung pembiayaan pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Melalui pengelolaan BPHTB yang profesional, transparan, dan akuntabel, Bapenda Karawang berupaya memberikan pelayanan yang mudah, cepat, dan tepat kepada masyarakat.

Dalam berbagai kesempatan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., selalu mengatakan, optimalisasi penerimaan BPHTB juga menjadi bagian dari strategi peningkatan PAD yang nantinya digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik lainnya.

"Ke depannya, peningkatan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban BPHTB perlu terus didorong melalui edukasi dan pelayanan yang semakin baik," ungkapnya.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat, diharapkan penerimaan BPHTB dapat terus meningkat sehingga mampu mendukung terwujudnya pembangunan Kabupaten Karawang yang maju, mandiri, dan sejahtera. (***TIM)

 

Sunday, May 31, 2026

Pentingnya Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026

Karawang Post – Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai momentum untuk mengenang lahirnya dasar negara yang menjadi pemersatu seluruh rakyat Indonesia.

Pada tahun 2026, peringatan ini kembali mengingatkan bahwa Pancasila bukan sekadar rangkaian kata, melainkan pedoman hidup berbangsa dan bernegara yang telah menjaga keutuhan Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa.

Di era modern yang penuh tantangan ini, nilai-nilai Pancasila semakin relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa mengajarkan pentingnya toleransi dan penghormatan terhadap keyakinan orang lain. Sila Kemanusiaan mengingatkan kita untuk menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.

Sementara itu, semangat persatuan menjadi benteng menghadapi berbagai ancaman perpecahan yang dapat muncul akibat perbedaan pandangan maupun kepentingan.

Peringatan Hari Lahir Pancasila juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen dalam membangun bangsa yang adil, maju, dan sejahtera. 

Nilai musyawarah dan gotong royong yang terkandung dalam Pancasila merupakan modal penting untuk menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan, mulai dari pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, hingga kemajuan ekonomi.


Bagi pemerintah daerah Kabupaten Karawang, semangat Pancasila dapat diwujudkan melalui pelayanan publik yang adil, pembangunan yang merata, serta upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam setiap kebijakan dan tindakan, cita-cita Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur dapat terus diwujudkan.

Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 bukan hanya peringatan sejarah, tetapi juga ajakan untuk mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan, kita turut menjaga warisan para pendiri bangsa sekaligus membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.

Untuk itu, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengimbau kepada seluruh masyarakat dan instansi untuk mengibarkan bendera Merah Putih selama satu hari penuh pada peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin, 1 Juni 2026. 

Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Kepala BPIP No.2 tahun 2026 sebagai bagian dari peringatan Hari Lahir Pancasila.

Segenap Jajaran Perumdam Tirta Tarum Kabupaten Karawang mengucapkan: “Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila tahun 2026. Mengabdi untuk Negeri dengan Semangat Pancasila.” (***TIM)

 

Pentingnya Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026

Karawang Post – Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai momentum untuk mengenang lahirnya dasar negara yang menjadi pemersatu seluruh rakyat Indonesia.

Pada tahun 2026, peringatan ini kembali mengingatkan bahwa Pancasila bukan sekadar rangkaian kata, melainkan pedoman hidup berbangsa dan bernegara yang telah menjaga keutuhan Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa.

Di era modern yang penuh tantangan ini, nilai-nilai Pancasila semakin relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa mengajarkan pentingnya toleransi dan penghormatan terhadap keyakinan orang lain. Sila Kemanusiaan mengingatkan kita untuk menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.

Sementara itu, semangat persatuan menjadi benteng menghadapi berbagai ancaman perpecahan yang dapat muncul akibat perbedaan pandangan maupun kepentingan.

Peringatan Hari Lahir Pancasila juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen dalam membangun bangsa yang adil, maju, dan sejahtera. 

Nilai musyawarah dan gotong royong yang terkandung dalam Pancasila merupakan modal penting untuk menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan, mulai dari pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, hingga kemajuan ekonomi.


Bagi pemerintah daerah Kabupaten Karawang, semangat Pancasila dapat diwujudkan melalui pelayanan publik yang adil, pembangunan yang merata, serta upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam setiap kebijakan dan tindakan, cita-cita Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur dapat terus diwujudkan.

Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 bukan hanya peringatan sejarah, tetapi juga ajakan untuk mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan, kita turut menjaga warisan para pendiri bangsa sekaligus membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.

Untuk itu, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengimbau kepada seluruh masyarakat dan instansi untuk mengibarkan bendera Merah Putih selama satu hari penuh pada peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin, 1 Juni 2026. 

Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Kepala BPIP No.2 tahun 2026 sebagai bagian dari peringatan Hari Lahir Pancasila.

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang mengucapkan: “Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila tahun 2026. Mengabdi untuk Negeri dengan Semangat Pancasila.” (***TIM)

 

Pentingnya Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026

Karawang Post – Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai momentum untuk mengenang lahirnya dasar negara yang menjadi pemersatu seluruh rakyat Indonesia.

Pada tahun 2026, peringatan ini kembali mengingatkan bahwa Pancasila bukan sekadar rangkaian kata, melainkan pedoman hidup berbangsa dan bernegara yang telah menjaga keutuhan Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa.

Di era modern yang penuh tantangan ini, nilai-nilai Pancasila semakin relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa mengajarkan pentingnya toleransi dan penghormatan terhadap keyakinan orang lain. Sila Kemanusiaan mengingatkan kita untuk menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.

Sementara itu, semangat persatuan menjadi benteng menghadapi berbagai ancaman perpecahan yang dapat muncul akibat perbedaan pandangan maupun kepentingan.

Peringatan Hari Lahir Pancasila juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen dalam membangun bangsa yang adil, maju, dan sejahtera. 

Nilai musyawarah dan gotong royong yang terkandung dalam Pancasila merupakan modal penting untuk menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan, mulai dari pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, hingga kemajuan ekonomi.


Bagi pemerintah daerah Kabupaten Karawang, semangat Pancasila dapat diwujudkan melalui pelayanan publik yang adil, pembangunan yang merata, serta upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam setiap kebijakan dan tindakan, cita-cita Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur dapat terus diwujudkan.

Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 bukan hanya peringatan sejarah, tetapi juga ajakan untuk mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan, kita turut menjaga warisan para pendiri bangsa sekaligus membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.

Untuk itu, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengimbau kepada seluruh masyarakat dan instansi untuk mengibarkan bendera Merah Putih selama satu hari penuh pada peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin, 1 Juni 2026. 

Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Kepala BPIP No.2 tahun 2026 sebagai bagian dari peringatan Hari Lahir Pancasila.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Karawang mengucapkan: “Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila tahun 2026. Mengabdi untuk Negeri dengan Semangat Pancasila.” (***TIM)