Karawang Post – Perayaan Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393 tahun ini tidak hanya diwarnai berbagai kegiatan seremonial. Di balik kemeriahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang menghadirkan sebuah program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, yakni penyerapan tenaga kerja bagi warga Desil 1 hingga Desil 3.
Sebanyak 393 pencari kerja dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah resmi diberangkatkan untuk memasuki dunia kerja. Program yang diluncurkan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., di Aula Husni Hamid pada 2 September 2026 itu menjadi simbol hadirnya negara dalam membuka akses kesempatan kerja bagi warga yang paling membutuhkan.
Di antara ratusan peserta yang hadir, kisah seorang pemuda bernama Samin (19), warga Kecamatan Tirtamulya, menjadi potret nyata perjuangan generasi muda Karawang. Lulusan SMK YBS Tirtamulya tahun 2025 itu telah kehilangan ayahnya sejak duduk di bangku kelas tiga SD dan kehilangan ibunya saat kelas dua SMK.
Selama setahun terakhir, Samin hanya bekerja serabutan di sebuah bengkel milik kenalannya sambil menunggu kesempatan kerja yang lebih baik.
Ketika namanya dipanggil dan ditanya langsung oleh Bupati Aep, ia berusaha menjawab dengan tegar. Baginya, program ini bukan sekadar penempatan kerja, melainkan harapan untuk mengubah masa depan.
"Saya bersyukur. Mudah-mudahan bisa segera bekerja," ujarnya singkat.
Kisah Samin mencerminkan realitas yang dihadapi banyak pemuda Karawang. Di tengah tingginya angka pencari kerja, kesempatan memperoleh pekerjaan formal masih menjadi tantangan besar.
Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang menunjukkan bahwa hingga awal Juli 2026 terdapat 18.679 pencari kerja yang tercatat.
Lonjakan pemohon kartu kuning (AK-1) terjadi secara signifikan pasca kelulusan SMA dan SMK, dari sekitar 1.000 orang pada Maret menjadi 4.400 orang pada April, lalu melonjak hingga 8.600 orang pada Mei 2026.
Kepala Disnakertrans Karawang, Hj. Rosmalia Dewi, S.H., M.H., mengakui bahwa jumlah lowongan kerja yang tersedia belum sepenuhnya mampu menampung tingginya jumlah pencari kerja.Namun demikian, pemerintah daerah terus berupaya memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan, pemagangan, dan layanan ketenagakerjaan yang diberikan secara gratis.
Menurut Rosmalia, pelayanan ketenagakerjaan tidak hanya berfokus pada penyaluran tenaga kerja, tetapi juga mencakup peningkatan kompetensi hingga perlindungan hak-hak pekerja. Tujuannya adalah memastikan masyarakat Karawang memiliki daya saing yang lebih baik dalam menghadapi kebutuhan dunia industri yang terus berkembang.
Sementara itu, Bupati Aep Syaepuloh mengingatkan para peserta agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh tersedianya pekerjaan, tetapi juga oleh kemauan untuk bekerja keras, disiplin, dan tidak memilih-milih jenis pekerjaan.
"Semua kembali kepada diri sendiri untuk bisa mengubah kehidupan dan mengangkat derajat keluarga. Momen ini menjadi kesempatan, jangan pernah disia-siakan," pesannya.
Program penyerapan tenaga kerja bagi warga Desil 1 hingga Desil 3 ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan harapan bagi masyarakat yang paling membutuhkan.
Di usia ke-393, Karawang tidak sekadar merayakan perjalanan sejarahnya, tetapi juga berupaya membuka jalan masa depan bagi warganya. Bagi Samin dan ratusan pencari kerja lainnya, kesempatan ini mungkin menjadi langkah pertama menuju kehidupan yang lebih baik. (***TIM)













