Karawang Post – Kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Karawang kembali menunjukkan tren positif. Melalui strategi yang terarah Bapenda Kabupaten Karawang terus mendorong peningkatan realisasi pajak daerah dan retribusi daerah sebagai bagian dari penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sasaran strategis yang difokuskan pada peningkatan realisasi pajak dan retribusi menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi fiskal. Langkah ini dinilai tepat, mengingat Karawang merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia yang memiliki basis ekonomi kuat dan beragam.
Hal itu dikatakan Dr. Andi Pratama, M.AP pengamat kebijakan publik dan analis keuangan mengatakan, bahwa pencapaian tersebut tidak lepas dari upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah. Selain itu, berbagai inovasi yang terus dilakukan, termasuk pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan pajak untuk mempermudah masyarakat dalam memenuhi kewajibannya.
“Langkah Bupati Karawang dalam mendorong Bapenda mendigitalisasi pajak daerah merupakan strategi yang tepat untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Selain itu pendekatan ini juga mampu memperluas basis pajak serta meminimalisir potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya.
Andi mengungkapkan dirinya adalah pendukung setia Aep-Maslani waktu Pilkada Karawang tahun 2024 lalu. Sebelumnya Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE juga menegaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) maupun pajak industri di Karawang. Pemkab Karawang bersama Bapenda berfokus pada upaya peningkatan PAD tanpa memberatkan masyarakat.
“Pihak Pemkab Karawang terlihat menepati janji memastikan bahwa struktur tarif pajak tetap dijaga agar tidak memberatkan warga, sangat saya hargai,” kata dia.
Menurut pengamat yang juga seorang pengusaha itu mengatakan, Indikator kinerja utama Bapenda mengacu pada persentase realisasi pajak dan retribusi terhadap target yang telah ditetapkan, pencapaian ini bisa terus tren positif menunjukkan hasil yang menggembirakan.
“Tidak hanya berfokus pada angka saja, Bapenda Karawang juga harus terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada wajib pajak. Sosialisasi yang masif, transparansi sistem, serta kemudahan akses layanan menjadi prioritas guna meningkatkan tingkat kepatuhan masyarakat,” ujarnya.
Penguatan kinerja Bapenda ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah. Peningkatan PAD akan membuka ruang fiskal yang lebih luas bagi pemerintah daerah untuk membiayai berbagai program pembangunan, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga pelayanan publik lainnya.
Dengan berbagai langkah strategis yang dijalankan, Bapenda Karawang dapat terus menjaga tren positif ini. Ke depan, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan kemandirian fiskal daerah yang berkelanjutan.
Melalui komitmen dan inovasi yang berkelanjutan, Bapenda Karawang tidak hanya mengejar target, tetapi juga membangun sistem pengelolaan pajak daerah yang modern, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik untuk Karawang Maju. (***TIM)

