Editorial Cartoon

Editorial Cartoon

Pemerintah Daerah Kab. Karawang, Jawa Barat

Pemerintah Daerah Kab. Karawang, Jawa Barat
Kantor Bupati Karawang

Sunday, May 31, 2026

Presiden Prabowo Dorong Ketahanan Pangan Nasional, Karawang Perkuat Peran Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan


Karawang Post -
Ketahanan pangan menjadi salah satu agenda strategis pemerintahan di tengah berbagai tantangan global, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mendorong ketahanan pangan nasional terutama di Kabupaten Karawang yang dikenal luas sebagai lumbung padi nasional.  

Perubahan iklim, ketidakpastian ekonomi, hingga gangguan rantai pasok pangan dunia, Indonesia dituntut mampu mewujudkan kemandirian pangan yang kuat dan berkelanjutan. Upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga memerlukan peran aktif pemerintah daerah sebagai ujung tombak pembangunan sektor pertanian dan perikanan.

Sebagai salah satu lumbung padi nasional, Kabupaten Karawang memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Ribuan hektare lahan pertanian produktif yang dimiliki Karawang selama ini menjadi penyokong kebutuhan beras masyarakat.

Tidak hanya untuk Jawa Barat tetapi juga bagi berbagai daerah di Indonesia. Oleh karena itu, peran Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Karawang menjadi semakin penting dalam mewujudkan visi besar tersebut.

Menurut pengamat pertanian dan ketahanan pangan, H. Ahmad Suryana, M.P., Dinas PKPP Kabupaten Karawang memiliki tanggung jawab untuk memastikan produktivitas pertanian tetap terjaga melalui berbagai program peningkatan produksi, pendampingan petani, penyediaan sarana dan prasarana pertanian, serta penguatan sistem irigasi.

“Di tengah ancaman perubahan cuaca yang semakin sulit diprediksi, langkah-langkah mitigasi kekeringan dan pengendalian banjir juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan daerah,” katanya.

Dia menambahkan. selain sektor pertanian, potensi perikanan Karawang juga menjadi sumber pangan yang tidak kalah penting. Pengembangan budidaya perikanan, peningkatan kualitas hasil tangkapan, serta pemberdayaan nelayan dan pembudidaya ikan menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal.


Dengan pengelolaan yang baik, sektor perikanan mampu memberikan kontribusi besar terhadap pemenuhan kebutuhan protein masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha perikanan.

Program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo juga sejalan dengan upaya modernisasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi. Penggunaan alat dan mesin pertanian modern, digitalisasi data pertanian, serta penerapan teknologi budidaya yang lebih efisien dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi.

Pemerintah daerah melalui dinas terkait memiliki peran penting dalam mempercepat adaptasi teknologi tersebut di tingkat petani dan kelompok tani. Lebih dari sekadar meningkatkan produksi, ketahanan pangan juga menyangkut ketersediaan, keterjangkauan, keamanan, dan kualitas pangan bagi masyarakat.

“Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, nelayan, akademisi, dan dunia usaha menjadi kunci keberhasilan pembangunan sektor pangan nasional,” ungkapnya.

Bagi Karawang, dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional bukan hanya bentuk kontribusi terhadap negara, tetapi juga upaya menjaga identitas daerah sebagai salah satu sentra pangan utama Indonesia.

Dengan komitmen yang kuat dari DPKPP Kabupaten Karawang, serta dukungan seluruh elemen masyarakat, Karawang diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia.

Semangat membangun pertanian yang maju, mandiri, dan modern merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Dari sawah-sawah Karawang hingga tambak dan perairannya, ketahanan pangan nasional dibangun demi terciptanya Indonesia yang kuat, sejahtera, dan berdaulat.

“Mari kita dukung program ketahanan pangan nasional dan peran strategis Kabupaten Karawang,” pungkasnya. (***TIM)