Karawang Post – Panen raya yang berlangsung di Kabupaten Karawang menjadi momentum penting untuk menegaskan peran daerah ini sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Dalam kegiatan tersebut, Perum Bulog mengingatkan agar lahan sawah produktif tidak dikorbankan untuk kepentingan kawasan komersial, mengingat sawah memiliki fungsi strategis dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Pesan tersebut sangat relevan bagi Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karawang yang memiliki tugas menjaga keberlanjutan sektor pertanian.
Di tengah pesatnya perkembangan industri dan pembangunan, perlindungan lahan pertanian menjadi langkah penting agar produksi padi tetap terjaga dan ketahanan pangan daerah maupun nasional tidak terganggu.
Karawang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi beras yang menopang kebutuhan pangan Indonesia. Melalui penguatan regulasi perlindungan lahan pertanian, pendampingan kepada petani, serta peningkatan produktivitas melalui teknologi dan inovasi pertanian.
Karawang berkomitmen terus mempertahankan perannya sebagai daerah penghasil pangan utama. Sinergi antara pemerintah daerah, petani, Bulog, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan sekaligus menjaga kesejahteraan petani di masa depan.
Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan pentingnya menjaga keberadaan lahan pertanian di Kabupaten Karawang agar tetap berfungsi sebagai penopang utama ketahanan pangan nasional.
Pesan tersebut disampaikan Ahmad Rizal saat menghadiri kegiatan Panen Raya Bersama Direktur Utama Perum BULOG dan Pimpinan VII BPK RI di Desa Mekarjaya, Kabupaten Karawang, Kamis (11/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Rizal mengapresiasi para petani dan masyarakat Karawang yang dinilai berhasil mempertahankan daerahnya sebagai salah satu sentra produksi pangan terbesar di Indonesia.
Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Karawang sejak kecil. Saat masih bersama orang tuanya melintasi jalur non-tol Karawang, ia kerap mendengar bahwa wilayah tersebut merupakan lumbung pangan nasional.
Menurutnya, hingga saat ini identitas tersebut masih tetap terjaga berkat konsistensi masyarakat dalam mempertahankan sektor pertanian.
“Karawang merupakan lumbung pangan Jawa Barat sekaligus lumbung pangan Indonesia. Alhamdulillah hingga sekarang status itu masih bisa dipertahankan oleh masyarakat,” ujarnya.
Di tengah pesatnya perkembangan industri dan pembangunan infrastruktur di Karawang, Rizal mengingatkan pemerintah daerah agar lebih waspada terhadap potensi alih fungsi lahan pertanian produktif.
Ia menilai lahan sawah yang subur harus mendapat perlindungan khusus karena memiliki peran strategis dalam menjaga pasokan pangan nasional. Menurutnya, kebutuhan pembangunan tetap bisa berjalan tanpa harus mengorbankan area pertanian yang memiliki produktivitas tinggi.
“Lahan pertanian harus kita jaga. Jangan sampai berubah menjadi kawasan komersial. Jika memang diperlukan pengembangan wilayah, sebaiknya memanfaatkan lahan yang kurang produktif. Namun untuk sawah yang subur dan menghasilkan, pengawasannya harus benar-benar diperketat,” tegasnya.
Meski panen raya kali ini berlangsung pada penghujung musim panen sehingga luasan lahan yang dipanen tidak terlalu besar, BULOG tetap optimistis menghadapi musim tanam berikutnya yang saat ini mulai berjalan.
Rizal juga mengingatkan kembali momen penting ketika Presiden mencanangkan program swasembada pangan nasional di Kabupaten Karawang pada awal 2025. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi tonggak penting bagi perjalanan Indonesia menuju kemandirian pangan.
Ia menegaskan bahwa kemampuan sebuah negara memenuhi kebutuhan pangannya sendiri merupakan fondasi utama menuju kemajuan dan kedaulatan bangsa. (***TIM)

