Karawangt Post – Kirab Budaya Mahkota Binokasih merupakan kegiatan budaya yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan identitas kearifan lokal yang sangat penting bagi masyarakat Sunda dan masyarakat Indonesia pada umumnya.
Kegiatan ini bukan hanya menjadi perayaan budaya semata, tetapi juga menjadi simbol persatuan, pelestarian tradisi, serta penghormatan terhadap warisan leluhur yang harus terus dijaga di tengah perkembangan modernisasi.
Sebelumnya, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE menegaskan bahwa peran semua dinas di Kabupaten Karawang sangat penting dalam menyukseskan kegiatan kirab budaya sebagai upaya menjaga identitas daerah, memperkuat pendidikan karakter, serta melestarikan warisan budaya leluhur di tengah perkembangan zaman modern.
Sehingga di Kabupaten Karawang, semangat menyukseskan Kirab Budaya Binokasih mencerminkan komitmen daerah dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian budaya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan budaya seperti ini membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemkab Karawang, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang.
Keterkaitan Dinas PUPR dengan acara Kirab Budaya Mahkota Binokasih dapat dilihat dari perannya dalam pembangunan dan penataan infrastruktur daerah yang mendukung kelancaran kegiatan masyarakat tesebut.
Termasuk kegiatan Infrastruktur jalan yang baik, penataan ruang kota yang tertib, serta fasilitas publik yang memadai menjadi faktor penting dalam menunjang suksesnya pelaksanaan kirab budaya.Dalam kegiatan kirab, jalur yang dilalui peserta membutuhkan kondisi jalan yang aman, nyaman, dan representatif. Oleh karena itu, keberadaan infrastruktur yang dibangun dan dipelihara oleh Dinas PUPR memiliki kontribusi nyata dalam mendukung mobilitas peserta kirab maupun masyarakat yang hadir menyaksikan acara budaya tersebut.
Selain itu, penataan ruang wilayah yang baik juga mencerminkan wajah daerah yang tertib dan berkarakter. Kirab budaya yang berlangsung di kawasan perkotaan akan lebih menarik apabila didukung lingkungan yang tertata rapi, estetis, dan nyaman.
Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan fisik dan pelestarian budaya dapat berjalan berdampingan untuk memperkuat identitas daerah.
Dinas PUPR juga memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan aspek sosial dan budaya masyarakat. Infrastruktur tidak hanya berfungsi sebagai sarana fisik, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya aktivitas sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.
Dengan infrastruktur yang baik, kegiatan budaya seperti Kirab Budaya Mahkota Binokasih ini dapat berlangsung lebih optimal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Kirab Budaya Mahkota Binokasih juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap daerahnya sendiri. Ketika pembangunan infrastruktur selaras dengan pelestarian budaya, maka akan tercipta lingkungan daerah yang maju secara fisik sekaligus kuat dalam mempertahankan nilai tradisi dan jati diri lokal.
Melalui sinergi seluruh perangkat daerah, termasuk Dinas PUPR Kabupaten Karawang, Kirab Budaya Mahkota Binokasih diharapkan mampu menjadi simbol bahwa Karawang tidak hanya berkembang dalam pembangunan, tetapi juga tetap menjaga sejarah, budaya, dan nilai luhur warisan leluhur sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkarakter. (***TIM)

