Karawang Post - Kirab Budaya Mahkota Binokasih merupakan kegiatan budaya yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan identitas kearifan lokal Sunda.
Kirab ini bukan hanya menjadi simbol pelestarian budaya dan penghormatan terhadap warisan leluhur, tetapi juga menjadi sarana memperkuat rasa persatuan, kebanggaan daerah, serta penggerak aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Dalam konteks pembangunan daerah, kegiatan budaya seperti Kirab Mahkota Binokasih memiliki keterkaitan dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Karawang. Keterkaitan tersebut dapat dilihat dari dampak ekonomi dan potensi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) yang muncul melalui kegiatan budaya dan pariwisata.
Kirab budaya yang berlangsung meriah mampu menarik perhatian masyarakat, pelaku usaha, hingga wisatawan dari berbagai daerah. Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar akan mendorong meningkatnya aktivitas ekonomi lokal, mulai dari sektor kuliner, perdagangan, transportasi, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Menurut pengamat ekonomi dan kebijakan publik, H. Agus Kusuma Wardhana, SE mengatakan, aktivitas ekonomi tersebut secara tidak langsung berkaitan dengan potensi peningkatan PAD.
“Sebagai instansi yang memiliki tugas dalam pengelolaan pendapatan daerah, Bapenda Kabupaten Karawang memiliki kepentingan strategis terhadap tumbuhnya kegiatan ekonomi masyarakat yang sehat dan produktif,” ungkapnya.
“Event budaya seperti Kirab Mahkota Binokasih dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi kreatif dan pengembangan potensi daerah berbasis budaya lokal.
Selain itu, kegiatan budaya juga dapat memperkuat citra positif Kabupaten Karawang sebagai daerah yang tidak hanya berkembang dalam sektor industri dan pembangunan semata, tetapi juga mampu menjaga nilai sejarah dan budaya daerah,” tambahnya.
Citra daerah yang baik akan mendukung iklim investasi, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi yang pada akhirnya berdampak terhadap peningkatan penerimaan daerah.
Kirab Budaya Mahkota Binokasih juga menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gotong royong dalam pembangunan daerah.
Sebelumnya Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE juga menegaskan bahwa peran semua dinas di Kabupaten Karawang sangat penting dalam menyukseskan kegiatan kirab budaya sebagai upaya menjaga identitas daerah, memperkuat pendidikan karakter, serta melestarikan warisan budaya leluhur di tengah perkembangan zaman modern.
Dalam pembangunan modern, keberhasilan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kekuatan budaya, partisipasi masyarakat, dan stabilitas sosial ekonomi yang harmonis.
Melalui dukungan seluruh perangkat daerah, termasuk Bapenda Kabupaten Karawang, kegiatan budaya dapat menjadi sarana memperkuat identitas daerah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
“Dengan demikian, Kirab Budaya Mahkota Binokasih bukan hanya menjadi perayaan seremonial tradisi, tetapi juga bagian dari upaya membangun Karawang yang maju, berbudaya, dan memiliki daya saing ekonomi daerah yang kuat,” pungkasnya. (***TIM)

