Karawang Post – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026 mengusung tema "Climate Action" dengan kampanye #NowForClimate atau "Saatnya Bekerja untuk Iklim".
Tema ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan aksi nyata, sebuah seruan global agar seluruh lapisan masyarakat bergerak bersama menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin nyata yang dampaknya semakin dirasakan melalui cuaca ekstrem, banjir, kekeringan, serta ancaman terhadap lingkungan, secara langsung memengaruhi sektor pertanian, ketahanan pangan, dan perikanan yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia setiap tanggal 5 Juni merupakan momentum penting untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian bumi sebagai rumah kita bersama.
Bagi Kabupaten Karawang, tema tersebut memiliki relevansi yang sangat kuat. Karawang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia.
Namun, perubahan iklim menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari perubahan pola musim, kekeringan, banjir, serangan organisme pengganggu tanaman, hingga menurunnya produktivitas lahan pertanian dan perikanan.
Dalam menghadapi tantangan tersebut, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Karawang memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Berbagai program penguatan ketahanan pangan, peningkatan produktivitas pertanian, pengelolaan sumber daya air, pengembangan pertanian ramah lingkungan, serta pemberdayaan petani dan nelayan menjadi bagian penting dalam upaya adaptasi terhadap perubahan iklim.
Hari Lingkungan Hidup Sedunia mengingatkan bahwa keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan sarana produksi, tetapi juga oleh kualitas lingkungan yang terjaga. Tanah yang subur, air yang bersih, udara yang sehat, serta ekosistem yang seimbang merupakan modal utama bagi keberlangsungan pertanian dan perikanan.
Karena itu, menjaga lingkungan pada hakikatnya adalah menjaga ketahanan pangan bangsa.
Penerapan praktik pertanian berkelanjutan menjadi salah satu langkah penting yang perlu terus dikembangkan.
Penggunaan pupuk secara bijaksana, pengelolaan limbah pertanian, konservasi sumber daya air, rehabilitasi lahan kritis, serta pengurangan pencemaran lingkungan merupakan bentuk nyata aksi iklim yang dapat dilakukan di tingkat daerah.
Langkah-langkah tersebut tidak hanya melindungi lingkungan, tetapi juga meningkatkan daya tahan sektor pertanian terhadap perubahan iklim.
Di sektor perikanan, upaya menjaga kualitas perairan dan ekosistem menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan berkelanjutan. Kelestarian sungai, saluran irigasi, tambak, dan kawasan pesisir akan menentukan keberlanjutan produksi perikanan yang menjadi sumber penghidupan banyak masyarakat Karawang.
Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, mari kita memperkuat komitmen untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.
Pemerintah, petani, nelayan, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat perlu berjalan bersama membangun sistem pangan yang tangguh, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Karawang sebagai lumbung pangan nasional memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi contoh dalam mewujudkan pertanian yang produktif sekaligus berwawasan lingkungan.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap alam, kita dapat menjaga ketahanan pangan hari ini sekaligus mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi masa depan.
Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang, Mengucapkan: Selamat memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2026.
"Saatnya Bekerja untuk Iklim, Saatnya Menjaga Lingkungan, Saatnya Menguatkan Ketahanan Pangan." (***TIM)

