Karawang Post – Kirab Budaya Mahkota Binokasih merupakan simbol pelestarian budaya, penghormatan terhadap sejarah, dan penguatan jati diri masyarakat Sunda. Kegiatan budaya ini memiliki makna yang mendalam karena tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga mempererat hubungan antara budaya, masyarakat, dan kehidupan daerah yang berkelanjutan.
Di Kabupaten Karawang yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional, Kirab Budaya Mahkota Binokasih memiliki keterkaitan erat dengan sektor pertanian, dan peran Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Karawang. Hal ini karena budaya agraris telah menjadi bagian penting dari sejarah dan kehidupan masyarakat Karawang sejak dahulu.
Budaya Sunda banyak lahir dari kehidupan masyarakat pertanian yang menjunjung tinggi nilai gotong royong, kebersamaan, penghormatan terhadap alam, dan rasa syukur atas hasil bumi.
Nilai-nilai tersebut tercermin dalam berbagai tradisi budaya, termasuk kirab budaya yang sarat makna sejarah dan filosofi kehidupan masyarakat agraris.
Sebagai daerah dengan kekuatan sektor pertanian yang besar, Karawang memiliki identitas yang erat dengan sawah, ketahanan pangan, dan kehidupan petani. Oleh karena itu, DPKPP Kabupaten Karawang memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal yang tumbuh dari kehidupan masyarakat tani.
Kirab Budaya Mahkota Binokasih juga dapat menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga lahan pertanian, ketahanan pangan, dan perikanan, nelayan.
Keseimbangan antara pembangunan modern dengan kelestarian sektor agraris. Dalam perkembangan daerah yang semakin pesat, nilai budaya pertanian perlu terus dijaga agar identitas Karawang sebagai daerah lumbung padi tetap kuat.
Selain itu, kegiatan budaya dapat menjadi media edukasi bagi generasi muda agar memahami bahwa pertanian bukan sekadar aktivitas ekonomi, tetapi juga bagian dari sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat.
Dengan demikian, pelestarian budaya dan pembangunan pertanian dapat berjalan beriringan dalam mendukung kemajuan daerah.
Kirab Budaya Mahkota Binokasih menjadi bukti bahwa budaya dan pertanian memiliki hubungan yang tidak terpisahkan. Melalui sinergi antara pelestarian budaya dan penguatan sektor pertanian, Kabupaten Karawang dapat terus berkembang sebagai daerah yang maju secara ekonomi, kuat dalam ketahanan pangan, dan tetap menjaga warisan budaya serta nilai luhur masyarakat agraris.
Dalam kesibukannya sesi acara Kirab Budaya Mahkota Binokasih, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE menegaskan bahwa peran semua dinas di Kabupaten Karawang sangat penting kontribusinya.
“Dalam menyukseskan kegiatan kirab budaya ini peran semua dinas di pemkab Karawang sangat penting, sebagai upaya menjaga identitas daerah, memperkuat pendidikan karakter, serta melestarikan warisan budaya leluhur di tengah perkembangan zaman modern,” ungkap Bupati Karawang kepada wartawan. (***TIM)

