Karawang Post – Di tengah badai musim panas ekstrem atau El Nino, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, memastikan para petani di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tetap berproduksi.
Oleh karena itu, Amran mengecek langsung ke lokasi untuk melihat kondisi lahan, ketersediaan air, serta pemasangan dan pemanfaatan pompa untuk mengairi sawah.
Dalam tinjauan itu, ia melihat sumber air di sekitar persawahan masih tersedia begitu melimpah, namun belum dapat teraliri secara optimal.
Amran pun meminta agar sawah bisa segera teraliri air supaya para petani tidak kehilangan kesempatan tanam, meski di musim kemarau.
“Ada dua, kita kirim pompa karena kekeringan. Ada juga karena tidak bisa tanam seperti sekarang. Ada air, air melimpah, tetapi di sini tidak bisa tanam. Hari ini kita bisa tanam, sebelah sudah tanam,” ujar Amran dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/9/2026).
Amran menegaskan, sengaja turun ke lapangan langsung untuk memastikan bantuan dari pemerintah seperti pompa benar-benar dimanfaatkan petani secara optimal atau tidak.
“Kunjungan ini untuk melihat langsung apa benar pompa sudah dipasang, apa benar yang kekeringan ini sudah dipasang pompa. Ternyata benar. Makanya terima kasih kepada jajaran. Kita cek langsung, jangan dicek dari Jakarta,” tegasnya.
Pompanisasi menjadi salah satu strategi pemerintah menjaga pertanaman tetap berjalan lancar sepanjang tahun.
Dengan program itu, ia menargetkan sawah-sawah di Indonesia bisa panen hingga tiga kali, meski dihantam El Nino.
“Ini harus kita resonansikan ke seluruh Indonesia. Dulu tanam dua kali, bisa tiga kali. Nanti kita sisir seluruh Jawa dan luar Jawa. Kita sisir semua yang ada sumber air, kita pasangkan pompa,” jelas dia.
Untuk diketahui, program pompanisasi menjadi salah satu strategi pemerintah mendukung kelancaran swasembada pangan.
Dengan pompanisasi, sawah yang mengalami kekeringan sekali pun bisa segera teraliri dan kembali berproduksi.
Sekitar 100.000 pompa sudah dipasang dan telah mendorong peningkatan produksi sekitar 2,8 juta ton gabah di Jawa.
“Dulu kita pasangkan pompa kurang lebih 100.000. Hasilnya, adalah meningkat untuk Jawa saja 2,8 juta ton gabah. Hampir tiga juta ton,” jelas dia.
Karena itu, Mentan Amran menegaskan pemerintah akan terus menyisir wilayah-wilayah yang memiliki sumber air tetapi belum optimal dimanfaatkan untuk pertanian. Pompanisasi akan diperkuat baik di Jawa maupun luar Jawa untuk memastikan lahan pertanian tetap produktif menghadapi musim kemarau.(***TIM)

