Karawang Post – Jumlah pencari kerja yang mengurus Kartu Kuning atau AK-1 di Kabupaten Karawang mengalami lonjakan signifikan pasca-kelulusan siswa SMA dan SMK. Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang mencatat jumlah pemohon mencapai lebih dari 100 orang per hari.
Kondisi ini menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk segera memasuki dunia kerja, sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam memastikan tersedianya akses informasi dan kesempatan kerja yang lebih luas. Apalagi pembuatan Kartu Kuning tidak dipungut biaya alias gratis.
Sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia, Karawang memiliki potensi besar dalam penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, Disnakertrans Karawang terus mengoptimalkan berbagai program ketenagakerjaan, mulai dari pelayanan Kartu AK-1, penyediaan informasi lowongan kerja melalui platform digital Infoloker, penyelenggaraan job fair, pelatihan berbasis kompetensi, hingga fasilitasi penempatan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.
Program-program tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing pencari kerja lokal sekaligus mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan tenaga kerja yang kompeten.
Sementara itu, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., waktu ditemui wartawan di kantornya menegaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang terus mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Karawang untuk membuka peluang kerja yang lebih besar bagi masyarakat lokal.
Menurutnya, pertumbuhan investasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja yang optimal.
Bupati juga mendorong perusahaan agar lebih aktif menyampaikan informasi lowongan kerja melalui Disnakertrans sehingga dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat.
“Selain memperluas kesempatan kerja, Pemerintah Kabupaten Karawang juga terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.
Langkah ini menjadi penting agar lulusan SMA, SMK, maupun perguruan tinggi memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif,” ungkapnya. Kamis (25/6/26).
Sejalan dengan kebijakan Bupati, Kepala Disnakertrans Karawang, Hj. Rosmalia Dewi, S.H., M.H., dalam beberapa kesempatan menegaskan, bahwa pihaknya berkomitmen menciptakan sistem rekrutmen tenaga kerja yang transparan, profesional, dan bebas dari praktik percaloan.
Menurutnya, Disnakertrans hanya berperan sebagai fasilitator publikasi lowongan kerja dan penyedia sarana pendukung proses rekrutmen, sementara keputusan penerimaan sepenuhnya menjadi kewenangan perusahaan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar hanya mengakses informasi lowongan kerja melalui kanal resmi pemerintah untuk menghindari penipuan yang mengatasnamakan perusahaan maupun instansi pemerintah.
Rosmalia juga menekankan bahwa semangat mencari pekerjaan harus diimbangi dengan kewaspadaan. Informasi lowongan kerja yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan tersedia melalui platform resmi Disnakertrans Karawang,
Sehingga para pencari kerja tidak mudah menjadi korban oknum yang memanfaatkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pekerjaan.
Lonjakan pemohon Kartu Kuning setiap musim kelulusan pada akhirnya tidak hanya mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pekerjaan, tetapi juga menjadi momentum bagi pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang sehat, transparan, dan berkeadilan. (***TIM)


