Karawang Post - Kabupaten Karawang kembali menunjukkan daya tariknya sebagai salah satu daerah tujuan investasi utama di Jawa Barat.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat, Karawang menempati posisi kedua dalam realisasi investasi pada Semester I Tahun 2026, setelah Kabupaten Bekasi dan berada di atas Kabupaten Bogor. Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa Karawang masih memiliki daya saing investasi yang kuat di tingkat Jawa Barat.
Dengan kawasan industri yang berkembang, dukungan infrastruktur serta keberadaan berbagai perusahaan berskala nasional dan internasional, Karawang tetap menjadi salah satu pilihan strategis bagi dunia usaha.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Karawang, Iwan Ridwan F., mengatakan perkembangan investasi pada Semester I Tahun 2026 secara umum menunjukkan capaian yang positif. Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya terlihat dari nilai investasi, tetapi juga dari kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja dan aktivitas dunia usaha di Kabupaten Karawang.
“Berdasarkan data dari DPMPTSP Provinsi Jawa Barat, perkembangan realisasi investasi Kabupaten Karawang pada Semester I Tahun 2026 menunjukkan capaian yang positif. Ini memberikan gambaran mengenai kondisi investasi, capaian penanaman modal serta kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Karawang,” ujarnya, Kamis (3/9).
Ia menjelaskan, sepanjang Januari hingga Juni 2026, realisasi investasi Kabupaten Karawang mencapai Rp20,43 triliun. Nilai tersebut berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp15,95 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp4,47 triliun.
“Total realisasi investasi pada periode Januari sampai Juni 2026 mencapai Rp20.433.412.276.023, yang terdiri dari PMA sebesar Rp15.957.442.033.511 dan PMDN sebesar Rp4.475.970.242.512,” katanya.
Besarnya nilai investasi tersebut turut memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat, khususnya melalui penciptaan lapangan kerja. Pada Semester I 2026, realisasi investasi di Karawang tercatat menyerap 15.030 tenaga kerja, terdiri dari 9.499 tenaga kerja dari PMA dan 5.531 tenaga kerja dari PMDN.
“Dari sisi penyerapan tenaga kerja, investasi pada Semester I tahun 2026 telah menyerap sebanyak 15.030 orang. Ini tentu menjadi kontribusi penting bagi perekonomian dan kesempatan kerja masyarakat Karawang,” ungkap Iwan.
Aktivitas penanaman modal di Karawang juga tercermin dari jumlah Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang disampaikan pelaku usaha. Hingga Semester I 2026, tercatat sebanyak 7.518 LKPM, terdiri dari 3.164 LKPM PMA dan 4.354 LKPM PMDN.
Iwan mengakui, secara nilai terdapat penurunan realisasi investasi dibandingkan periode yang sama pada 2025. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan melemahnya minat investasi terhadap Karawang, mengingat terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi siklus realisasi penanaman modal.
“Penurunan ini antara lain dipengaruhi melambatnya realisasi investasi lanjutan atau expansion project dari sejumlah perusahaan besar yang pada 2025 telah menyelesaikan investasi dalam skala besar,” jelasnya.
Selain faktor siklus investasi perusahaan, kondisi perekonomian global yang masih dinamis juga turut memengaruhi keputusan pelaku usaha. Ketidakpastian ekonomi, fluktuasi nilai tukar dan dinamika geopolitik membuat sebagian investor lebih berhati-hati dalam menentukan waktu realisasi investasinya.
Di sisi lain, sejumlah perusahaan juga melakukan penyesuaian strategi, mulai dari perubahan jadwal ekspansi, efisiensi belanja modal hingga pengalihan investasi berdasarkan kebijakan korporasi. Kondisi tersebut menjadi bagian dari dinamika investasi yang juga terjadi di berbagai daerah.
Meski menghadapi dinamika tersebut, posisi Karawang sebagai daerah dengan realisasi investasi terbesar kedua di Jawa Barat menunjukkan bahwa kepercayaan dunia usaha terhadap Karawang masih terjaga. Pemerintah Kabupaten Karawang pun terus mendorong terciptanya iklim investasi yang kondusif melalui penguatan pelayanan perizinan dan kemudahan berusaha.
“Karawang tetap memiliki fundamental investasi yang kuat. Posisi kita sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi kedua di Jawa Barat menunjukkan bahwa Karawang masih menjadi wilayah yang strategis dan dipercaya oleh investor,” tegas Iwan. (***TIM)