Editorial Cartoon

Editorial Cartoon

Pemerintah Daerah Kab. Karawang, Jawa Barat

Pemerintah Daerah Kab. Karawang, Jawa Barat
Kantor Bupati Karawang
Showing posts with label Berita Utama. Show all posts
Showing posts with label Berita Utama. Show all posts

Thursday, July 17, 2014

Bupati Karawang, Rumah Dinas dan Ruang Kerjanya Sudah di Segel KPK


Salah satu pintu dalam RDB Karawang yang disegel oleh KPK
thekarawangpost.com - Terkait dengan berita yang menggemparkan tentang istri Bupati Karawang, pejabat, politisi, saudaranya bupati dan seorang pengusaha yang ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam kasus dugaan suap alih fungsi lahan dan suap ijin perumahan elite di Karawang.

Malam itu, Jum'at (18/7) dini hari, di TKP Rumah Dinas Bupati (RDB) Karawang, Ade Swara nampak ramai dikunjungi wartawan, LSM, masyarakat, serta petugas kepolisian dll, mereka berbaur berada di halaman depan RDB yang tuan rumahnya tidak berada di tempat.

Karena di dalam RDB tidak ditemukan Bupati Karawang Ade Swara maupun istrinya yang terkenal dengan sapaan Bunda Nurlatifah, yang juga merangkap sebagai Tim Penggerak PKK yang berpengaruh di kota lumbung padinya Jawa Barat ini. Banyak masyarakat bertanya-tanya, mengapa mereka tidak berada di RDB seperti biasanya. 

Warga masyarakat terheran-heran, ada yang bertanya, "jangan-jangan dua-duanya sudah digelandang ke kantor KPK, dibawa ke Jakarta, "ujar Wahyu seorang aktivis pemuda di Kab Karawang berspekulasi.

Di dalam RDB nampak sepi, tapi sebaliknya, di halaman luar RDB dan pos penjaga ramai di kunjungi orang. Namun yang menarik adalah di salah satu pintu dalam ruangan RDB tersebut sudah disegel oleh KPK yang berwarna merah.


Selain itu, menurut petugas Satpol PP yang berjaga di RDB, mengatakan kepada wartawan, ruang kerja bupati dan ruang staf bupati di lantai 2 yang jaraknya sekitar 200 M dari RDB, juga sudah disegel oleh KPK. "Maaf, wartawan nggak boleh masuk dulu, kantor Bupati udah dikunci, nanti besok pagi juga petugas cleaning servis kantor bupati nggak boleh masuk dulu, sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata petugas Satpol PP itu.

Menurut Jamil (40), warga sekitar yang penasaran berkunjung dan melihat-lihat di tempat kejadian tersebut mengatakan, kalau bupati Karawang tidak terlibat, mengapa RDB, ruang kerja bupati dan ruang staff-nya di segel oleh KPK, "saya jadi penasaran nih?," heran Jamil yang semakin tambah penasaran jadinya. (dot)     

Monday, October 28, 2013

Peringatan Sumpah Pemuda di Karawang

Bupati H. Ade Swara menyerahkan Piala secara simbolis

thekarawangpost.com - Pemerintah Kabupaten  Karawang menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-85 Tingkat Kab. Karawang Tahun 2013. Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Bupati Karawang H. Ade Swara pada Senin (28/10).

Inspektur Upacara membacakan Sambutan tertulis Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Bupati Karawang H. Ade Swara berpendapat bahwa tema peringatan Hari Sumpah Pemuda kali ini adalah: 
DENGAN SUMPAH PEMUDA, KITA WUJUDKAN PEMUDA YANG SANTUN, CERDAS, INSPIRATIF, DAN BERPRESTASI, tema tersebut membawa pesan bahwa kita semua, dan pemuda Indonesia khususnya, perlu meyakinkan dunia bahwa kita adalah generasi pemuda yang tetap memelihara kesantunannya di tengah berbagai perubahan nilai moral dan sosial yang melanda dunia.

Kami yakin, pemuda indonesia tetap mempertahankan dirinya sebagai pemuda yang cerdas di tengah berbagai pendangkalan rasa simpatik dan empatik, serta perlawanan terhadap sikap-sikap pragmatis. pemuda Indonesia tetap berusaha sebagai pemuda yang inspiratif, dan dalam berbagai kondisi tersebut, berusaha dan bekerja keras untuk selalu berprestasi. Tekad tersebut telah dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga bangsa Indonesia dengan pasti telah menapak jalan sejarahnya sesuai dengan nilai-nilai Sumpah Pemuda, Pancasila, dan UUD 1945


Setelah membacakan sambutan tertulis Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia usai upacara, Bupati menyerahkan Piala Juara Umum kepada pelajar yang berprestasi dalam Lomba Peraturan Baris Berbaris, secara simbolid Piala Juara Umum diberikan kepada pelatihnya, yang berprestasi antara lain tingkat SMA Juara Umum SMA Negeri 1 Klari, tingkat SMP Juara Umum: SMP Negeri 2 Karawang Timur.

Sebelum menerima Piala Paskibra menunjukan atraksi/demo terlebih dahulu dihadapan Bupati para Muspida hadir pada saat itu Ketua DPRD, Kapolres, Dandim 0604, Kajari dan hadirin undangan seperti organisasi kepemudaan lainnya. (Tim)

Tuesday, October 15, 2013

Bupati Ade Swara Berbaur Dengan Ribuan Masyarakat Karawang Sholat IED

Usai Shalat Ied Masyarakat bersalaman dengan Bupati 
Karawang 
H Ade Swara dan Sekda Karawang Teddy Rusfendi
thekarawangpost.com - Sudah menjadi agenda rutin melalui Panitia Hari Besar Islam Pemkab Karawang yang di kordinatori oleh Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kab Karawang, Pemkab Karawang gelar Solat Ied bersama Bupati Karawang, H. Ade Swara.

Ribuan masyarakat di Lapang Karang Pawitan, Kec. Karawang Barat telah memadati. Selain melaksanakan shalat berjamaah, bupati Ade Swara juga turut menyerahkan sejumlah hewan qurban secara simbolis kepada panitia Mesjid Al Jihad dan Mesjid Agung Karawang, sekaligus ceramah yang bersifat pesan moral hakekat dan substansi histori Idul Adha. Solat Ied di imami Ketua MUI Karawang KH Tajudin Noor dan khutbah oleh Sahroni Ma’sum

Bupati Ade Swara dalam pesan moralnya menjelaskan bahwa tema yang diambil pada
Idul Adha tahun ini adalah “Dengan Hikmah Idul Adha 1434 Hijriyah, Kita Tingkatkan Semangat Bekerja dan Berqurban Demi Tercapainya Visi - Misi Kabupaten Karawang”.

Menurut Bupati, tema ini memiliki nilai yang sangat strategis, karena apabila dilihat dari segi keagamaan berkurban mencerminkan ketaq’waan kita kepada Allah SWT, sedangkan dilihat dari segi kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat berkurban merupakan kepedulian untuk membantu sesama.

Layaknya pelaksanaan ibadah haji, seluruh kaum muslimin dan muslimat sedang berkumpul di sana dengan pakaian dan kegiatan yang sama, yang memperlihatkan secara lahiriah bahwa manusia pada hakekatnya sama, kecuali yang dapat membedakannya adalah ketaqwaannya kepada Allah SWT.

Demikian halnya pada pagi ini, tanpa melihat status dan golongan, semuanya duduk dan berdiri bersama di bawah komando seorang imam melaksanakan perintah Allah SWT.  Hal ini juga menandakan bahwa di hadapan Allah SWT.  Kita adalah sama, kecuali kualitas ketaqwaan kita kepada-nya yang dapat membedakannya dan hanya Allah SWT. Yang Maha Mengetahui.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, tentunya kita meyakini bersama bahwa hakikat dari peristiwa yang terjadi pada nabi Ibrahim A.S. dan puteranya nabi Ismail A.S. merupakan suatu gambaran agar kita semua selalu taat kepada semua perintah Allah SWT. Sadar akan segala kekurangan dan kealfaan, bahwa disekitar kita masih banyak orang yang masih kekurangan, serta senantiasa mengurangi dan memusnahkan segala hawa nafsu (binatang) yang sering kali melekat pada diri kita, yang sudah barang tentu akan merugikan kita.

Oleh karena itu, ketaatan serta ketabahan Nabi Ibrahim A.S. dan nabi Ismail A.S. sepatutnya menjadi suri tauladan bagi segenap kaum muslimin untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Peristiwa tersebut juga dapat dimaknai sebagai media bagi segenap kaum muslimin dan muslimat untuk kemaslahatan serta kesejahteraan ummat, dimana bagi mereka yang memiliki nikmat berlebih, disunahkan untuk berqurban.

Perintah ini memacu kaum muslimin untuk bersikap dermawan serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesamanya, untuk bersama-sama merasakan nikmat yang diturunkan oleh allah kepada kita sekalian. Hal ini menandakan bahwa dalam hidup kita terdapat kesamaan dan adanya rasa saling membutuhkan satu sama lain.


Bupati juga menambahkan bahwa semangat berqurban memiliki dimensi ritual dan sosial yang sangat tinggi berupa kepatuhan akan perintah Allah SWT dan kepedulian terhadap sesama. Dalam konteks pembangunan, berqurban mengajarkan kita untuk memberikan kontribusi yang konkrit dalam mengangkat harkat dan martabat kemanusiaan yang tidak terbatas pada pemenuhan kebutuhan makan semata, akan tetapi dalam semua aspek kehidupan terutama bidang pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan  serta infrastruktur, dalam rangka mewujudkan masyarakat Karawang yang sejahtera. (Tim)

Thursday, January 3, 2013

Warga Sukaluyu Telukjambe Karawang Demo Pabrik Sukucadang Motor

Demo Warga Desa Sukaluyu Telukjambe Karawang di KIIC
The Karawang Post.com – Puluhan warga Desa Sukaluyu Kecamatan Telukjambe, Karawang, Jawa Barat, berunjuk rasa di halaman kantor dibangun pabrik sukucadang sepeda motor di Kawasan Industri KIIC Telukjambe Karawang, Kamis (3/1) siang.

Warga protes karena merasa dibohongi oleh manajemen perusahaan PT Subur Jaya Teguh yang semula menjanjikan memberikan pengelolaan limbah sisa industri (scraf) dari pabrik suku cadang motor tersebut kepada warga Desa Sukaluyu, tapi ternyata limbah scraf itu akan diberikan kepada pihak pengelola limbah dari Bekasi.

Warga menggelar spanduk bertuliskan: “Kami Atas Nama Warga Masyarakat Karawang, Khususnya Desa Sukaluyu Tidak Mau Dan Tidak Akan Mentelolir Cara-Cara Memecah Belah Kerukunan Dan Ketenteraman Yang Sudah Terjalin Oleh Oknum Management PT. Subur Jaya Teguh Dan LSM Panda Bekasi, Kami Siap Mengusir Oknum Yang Akan Mengacaukan Wilayah Kami!!! (Warga Masyarakat Desa Sukaluyu)”

“Aneh, seharusnya limbah itu diberikan kepada warga setempat, bina lingkungan, bukannya dikelola oleh orang Bekasi yang notabene adalah “orang luar”, disinyalir ada oknum manajemen yang bermain mata dalam permasalahan ini," ujar Roni warga yang ikut dalam demo siang itu.

“Sudah hampir satu bulan kami melakukan aksi protes, ke manajemen pabrik sukucadang itu, tetapi mereka dari pihak manajemen belum juga ada kepastian, siapa sebenarnya yang akan mengelola limbah industri pabrik ini,” ucap Asep S menambahkan.

Menurut Rambo, Ketua LSM Forum Masyarakat Lingkungan (FORMALIN) Kabupaten Karawang, “wajar saja kalau warga Karawang marah, demo atau berbuat nekat jika pengelolaan limbah itu diberikan kepada orang Bekasi. Manajemen pabrik itu tidak bijaksana, bahkan kurang ajar. Padahal pabrik-pabrik di Karawang mengotori sungai Citarum, warga Karawang yang dirugikan, bukannya orang Bekasi. Bupati Karawang H. Ade Swara harus turun tangan karena jika dibiarkan berlarut bisa bikin suasana tidak kondusif. Usir oknum manajemen pabrik yang nakal itu dari bumi Karawang. LSM Formalin mendukung warga Sukaluyu Telukjambe Karawang yang diperlakukan tidak adil dan tertindas,” kata Rambo dengan berapi-api.

Asep menambahkan, “warga akan melayangkan surat protes yang ditujukan kepada manajemen pabrik dan tembusannya ditujukan kepada Bupati Karawang Ade Swara,” ujarnya.
                                         
Sementara itu di depan pabrik tersebut nampak para pendemo hingga Kamis petang, masih berada di lokasi halaman pabrik, menunggu pernyataan resmi dari manajemen pabrik suku cadang motor tersebut. (Tim)

Tuesday, January 1, 2013

Produksi Pupuk Kujang Cikampek Melampaui Target

The Karawang Post.com – Direktur Utama (Dirut) PT Pupuk Kujang Cikampek, Bambang Tjahyono mengungkapkan kepada wartawan tentang produksi Pupuk NPK telah berhasil melampaui target, dengan penjualan sebanyak 167.261 ton atau 105% dari target yang sebesar 159.000 ton. 

Adapun penjualan Pupuk Organik sebanyak 39.079,26 ton atau 130% dari target yang sebesar 30.000 ton. Hal itu diungkapkan Bambang setelah melakukan pengantongan terakhir tahun 2012 dan pengantongan perdana tahun 2013, Senin (31/12).

Bambang memaparkan, pada tahun 2012, produksi pabrik PT Pupuk Kujang, 1 A dan 1 B sebesar 994.664,6 ton atau 102,54% dari target yang sebesar 970.000 ton per tahun. Produksi Amoniak mencapai 653.121,22 ton atau 102,41% dari target yang sebesar 637.750 ton per tahun. 

Hasil produksi NPK 169.249,05 ton atau 109,2% dari target yang sebesar 155.000 ton per tahun dan produksi Pupuk Organik sebesar 40.876,68 ton atau 185,8% dari target yang sebesar 22.000 ton per tahun. “Semuanya telah melampaui target,” ujarnya.

Keberhasilan pencapaian target produksi di akhir tahun 2012 itu ditandai dengan pencantuman angka produksi oleh Dirut Produksi PT Pupuk Kujang, Dana Sudjana, usai melakukan pengantongan Pupuk Urea produksi akhir tahun 2012. 

Dirut Bambang Tjahyono juga mengungkapkan, keberhasilan perusahaannya pada tahun 2012, diantaranya adalah dibidang Keselamatan Kerja yang mencapai angka kecelakaan nihil kerja sebesar 10.99 juta jam kerja. 

Di bidang pengelolaan lingkungan, PT Pupuk Kujang telah meraih penghargaan program peringkat kinerja perusahaan (Proper) hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup. 

Di bidang manajemen mutu PT Pupuk Kujang bisa mempertahankan Sertifikat ISO 9000, 14001 dan SMK3 serta merih prestasi 3 Star Award pada Konvensi Mutu Internasional di Malaysia dan meraih penghargaan 1 Gold dan 2 Silver Award pada Konvensi Mutu Tingkat Nasional di Lombok serta penghargaan Early Improvement dalam Indonesian Quality Award (IQA) 2012 dengan skor 465 lebih baik dari tahun lalu yang meraih skor 439. 

“Prestasi dan keberhasilan perusahaan tersebut, tidak terlepas dari dukungan masyarakat sekitar yang kondusif dan aman, sehingga operasional pabrik berjalan lancar, juga adanya kelangsungan Program Kemitraan dan Dinas Lingkungan di bidang Pendidikan, Keagamaan, Kesehatan, Sarana Umum, Bencana Alam dan Pelestarian Alam,” kata Dirut PT Pupuk Kujang Bambang Tjahyono. (Tim)

Sunday, December 30, 2012

Bupati Karawang dan Yayasan Lampu Iman - Santunan Untuk Anak Yatim – Kaum Dhuafa di Desa Kalangsari Rengasdengklok



The Karawang Pos.com – Bupati Karawang Ade Swara menyerahkan secara simbolis santunan sebagai wujud kepedulian kepada anak yatim dan kaum dhuafa. Bupati bersama Yayasan Lampu Iman memberikan santunan itu bagi sekitar 100 anak yatim piatu dan Kaum Dhuafa, berlokasi di desa Kalangsari Kec. Rengasdengklok. Minggu (30/12).

Bupati Karawang dalam kesempatan itu mengatakan sangat menyambut baik terhadap Yayasan Lampu Iman Yatim Piatu yang ada di Kab. Karawang. “Hal ini tentunya sangat positif, dan saya menyambut baik dengan adanya kegiatan santunan ini dan diharapkan dapat menjadi contoh untuk ditiru oleh masyarakat lainnya,” kata Bupati.

Menurut Bupati, Baksos (Bakti Sosial) atau santunan ini adalah sebagai bentuk kepedulian, karena saya sangat apresiasi dan mendukung, juga saya berharap hal ini juga sebagai media pembangunan di bidang mental dan Akhlak, dan tentu tidak kalah pentingnya, hal ini juga adalah sebagai bentuk Kesalehan Sosial. Tidak bisa dipungkiri Kesalehan Sosial itu lebih utama dari Kesalehan Pribadi, berlipat pahalanya,” kata Bupati.

Terakhir Bupati menghimbau juga kepada Yayasan Lampu Iman khususnya, “untuk kalangan masyarakat menegah ke atas agar kontinyu mengadakan kegiatan positif seperti ini,” begitu Harap Bupati.

Di sisi lain, Ibu kepala Desa Kalangsari ibu Teti berpendapat juga sangat mendukung dengan kegiatan seperti ini, “sejak jauh hari memang kami langsung izinkan Yayasan Lampu Iman mendirikan cabang di desa ini, semoga gedung ini cepat jadi dan terus melakukan kegiatan amal seperti ini, itu semua demi meratanya distribusi bantuan ke berbagai desa khususnya di Rengasdengklok dan sekitarnya, tidak hanya terpusat di Karawang,” katanya.

Kegiatan ini dihadiri pula oleh Alumni Haji dan Umroh Yayasan Lampu Iman yang turut kontribusi dalam subsidi kegiatan santunan Bakti Sosial ini. Yayasan Lampu Iman yang di koordinatori oleh Ustadz Yono ini memang sudah kontinyu mengadakan kegiatan amal seperti ini.  

Semoga saja Yayasan Lampu Iman bisa terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, dan bisa terus menjamin hidup para Anak Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa di seluruh Kabupaten Karawang yang tercinta dan semakin maju karena dikemudian hari Karawang akan menjadi Kota Megapolitan ini.

Yayasan Sosial Lampu Iman Karawang
Alamat : Jl Dr . Taruno 149 RT 001/09,
Adiarsa, Karawang – Jawa Barat
Kode pos: 41313 - Faks: 0267 404122
Nomor Telepon: 0267 403649 - 0267 404122

Serapan Anggaran APBD Karawang 90,61 Persen

The Karawang Post.com - Serapan Anggaran APBD Kabupaten Karawang sampai tanggal 30 Desember 2012 telah mencapai 90,61 persen. Angka tersebut masih merupakan angka sementara dan masih memiliki kemungkinan untuk bertambah. Hal itu dikemukakan oleh Asisten Administrasi (Asda) Pembangunan Setda Kab. Karawang, Drs. Darnawi, yang ditemui di ruang kerjanya. Minggu (30/12).

Menurut Darnawi, capaian angka serapan anggaran itu berada dalam kategori yang cukup baik bila dibandingkan dengan Kabupaten/Kota lainnya yang ada di wilayah propinsi Jawa Barat. Dari hasil koordinasi dengan sejumlah Kabupaten/Kota lainnya, penyerapan anggaran Kota Bandung mencapai 91,8 persen, Kab. Tasikmalaya 73 persen, Kab. Sumedang 83,7 persen dan Kab. Bekasi sebesar 93 persen.

Apabila merujuk kepada Surat Lembaga Administrasi Negara RI No. 58/Kep/IV/2003 perihal Penyempurnaan Pedoman Penyusunan AKIP, angka serapan anggaran Kab. Karawang sendiri telah melebihi ekspektasi yang diharapkan. Dari skala pengukuran ordinat kinerja yang ada, nilai capaian kinerja dikatakan berhasil baik/sangat baik bila mencapai 80 – 85 persen; baik sebesar 70 – 80 persen; sedang/cukup baik sebesar 55 – 70 persen; dan kurang baik/tidak berhasil bila angka capaian kinerja di bawah 55 persen.

Lebih lanjut Darnawi menjelaskan, bahwa pihak Pemda masih belum cukup puas dengan capaian hasil kinerja tersebut, untuk itu pihaknya akan melakukan sejumlah langkah yang diperlukan guna perbaikan di tahun 2013 mendatang. “Salah satunya adalah dengan memaksimalkan serapan Belanja Tidak Langsung secara efektif dan efisien melalui sistem manajemen keuangan, serta patuh terhadap peraturan perundangan yang berlaku,” ujarnya.

Di sisi lain, lanjut Darnawi, Belanja Langsung akan dilaksanakan secara proporsional dan professional, sesuai dengan peraturan yang berlaku, serta hasil evaluasi tahun sebelumnya. Beberapa langkah yang telah direncanakan untuk mendukung upaya tersebut adalah dengan mengikutsertakan personil yang lebih banyak pada pelatihan di bidang perencanaan teknis, serta keahlian pengadaan barang dan jasa, maupun merekrut langsung tenaga teknis bidang perencanaan.

Selain itu, pihak Pemda akan berupaya untuk meningkatkan tenaga konsultan; menempatkan kegiatan perencanaan teknis kegiatan untuk tahun anggaran berikutnya pada perubahan anggaran tahun yang sedang berjalan; mengupayakan agar pada perubahan anggaran tidak ada lagi pekerjaan fisik yang memerlukan waktu yang lama; serta mendahulukan proses lelang bagi kegiatan dengan volume cukup besar atau memerlukan waktu yang lama.

Darnawi optimis dengan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan APBD Tahun 2012 serta sejumlah langkah yang akan ditempuh dapat semakin meningkatkan kinerja pelaksanaan APBD Tahun 2013 mendatang. “Dengan harapan capaian angka serapan APBD Tahun 2013 mendatang dapat tercapai hingga 100 persen,”imbuhnya. (Tim)

Wednesday, December 26, 2012

Bupati Secara Simbolis Salurkan Bantuan Hibah Sarana Keagamaan 363 Ponpes Se-Kab. Karawang


The Karawang Post.com – Sebagai wujud kepedulian Pemkab Karawang terhadap Pondok Pesantren (Ponpes) atau tempat menuntut ilmu para santri - santriwati, Bupati Ade Swara Menyalurkan dana bantuan kepada 363 Ponpes di Kab. Karawang, masing-masing ponpes menerima bantuan senilai Rp.10.000.000 ( Sepuluh Juta Rupiah), penyaluran dihadiri perwakilan masing-masing ponpes, bertempat di aula Husni Hamid Komplek Kantor Bupati Karawang, Rabu (26/12).

Pada kesempatan itu Bupati memberikan sambutan, bahwa pemberian bantuan keuangan ini selain merupakan kepedulian dari pemda, juga dilatarbelakangi oleh beberapa hal: pertama, masih banyak sarana dan prasarana keagamaan yang masih membutuhkan bantuan. Kedua : belum meratanya kualitas pendidikan di bidang agama, karena sarana dan prasarana pendidikan belum memadai. Ketiga, keterbatasan kemampuan pihak pengelola lembaga keagamaan untuk memenuhi penyediaan kebutuhan sarana pendidikan agama di Kab. Karawang, tegas Bupati.

Lebih lanjut Bupati berharap melalui bantuan ini, akan lebih meningkatkan kegiatan-kegiatan keagamaan di pondok-pondok pesantren maupun lembaga pendidikan keagamaan lainnya, akan lebih mampu mengembangkan diri, sebagai suatu lembaga yang berperan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, mengutamakan perwujudan insan agamis serta mengedepankan amar ma’ruf nahyi munkar.

Lalu dalam menghadapi dan mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi, keberadaan lembaga keagamaan dituntut untuk dapat bersikap lebih pro-aktif dan inovatif serta mampu memainkan peranannya secara optimal, terutama dalam menciptakan kader-kader bangsa yang berkualitas, menguasai Iptek, meningkatkan Imtaq, mengutamakan sikap hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara melalui implementasi amar ma’ruf nahyi mungkar dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini merupakan suatu sikap dan tindakan yang kita harapkan bersama, karena akan sangat mendukung upaya-upaya pemerintah dalam rangka mewujudkan masyarakat yang beriman dan bertakwa, serta mengisi dan melanjutkan pembangunan di Kab. Karawang yang kita cintai ini. Imbuhnya.

Laporan Panitia Penyelenggara penyerahan bantuan Asisten Pembangunan yang di bacakan oleh Kabag Kesra mengatakan. Dasar penyelenggaraan penyerahan bantuan ini adalah SK Bupati Karawang No 978/Kep 846-HUK/2012 Tanggal 3 Desember 2012 tentang TENTANG “Nama Penerima, Alamat Dan Besaran Alokasi Hibah Yang Diterima Berupa Uang Yang Bersumber Dari Perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2012”. Tujuan dari penyerahan bantuan ini adalah sebagai ajang silaturrahim, meningkatkan SDM para Santri, untuk besarannya yaitu Rp 3.660.000.000,00 (Tiga Milyar Enam Ratus Enam Puluh Juta Rupiah ) diperuntukan untuk bantuan Yayasan sebanyak 363 Pondok Pesanteren dan lain sebagainya. (Tim)  

Tuesday, December 18, 2012

Menteri LH dan Bupati Karawang Tanami Toyota Forest di Situ Cipule

Menteri LH, Bupati Karawang dan Presdir PT. TMMIN tanam pohon

The Karawang Post.com – Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Balthasar Kambuaya, Bupati Karawang Ade Swara dan Presiden Direktur PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Masahiro Nonami, mengawali penanaman pohon yang akan menjadi bagian dari Toyota Forest (Hutan Toyota) di Situ Cipule, Kec. Ciampel, Kab. Karawang, Selasa (18/12). 

Areal Toyota Forest seluas 60 hektar di Situ Cipule merupakan bagian dari kampanye kepedulian lingkungan hidup dan wujud Corporate Social Responsibility (CSR) PT. TMMIN di Kab. Karawang. Lahan tersebut selanjutnya akan ditanami dengan puluhan ribu pohon dari berbagai jenis pohon yang memiliki karakteristik sebagai tanaman penghijauan sehingga mampu menyerap banyak air dan karbon.

Menteri LH Balthasar Kambuaya dalam kesempatan tersebut mengatakan, Pemerintah menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pihak Toyota atas inisiatifnya dalam mendukung program penanaman 1 Milyar Pohon yang digagas pemerintah melalui keberadaan program Toyota Forest di Karawang.

Lebih lanjut Balthasar Kambuaya menjelaskan bahwa masalah lingkungan hidup adalah persoalan bersama dan harus menjadi tanggungjawab bersama, termasuk juga isu global warming dan ancaman perubahan iklim. “Oleh karena itu, program 1 Milyar Pohon maupun Toyota Forest ini merupakan salah satu upaya dari kita bersama dalam rangka menggerakan massa untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.

Balthasar menambahkan bahwa dalam konsep pemeliharaan lingkungan yang memiliki peran paling penting adalah sektor industri, khususnya dalam upaya menciptakan green industry dan green product. Kaitan dengan konsep tersebut, CSR yang dilakukan Toyota pada kesempatan ini adalah bentuk dari implementasi terhadap kesadaran industri terhadap lingkungan. “Profit tentu menjadi prioritas, akan tetapi dalam upaya mencari profit tersebut tentunya tidak terlepas dari lingkungan dan masyarakat sekitarnya,” imbuhnya. 

Di sisi lain, Bupati Karawang Ade Swara, berharap program penanaman pohon ini tidak hanya sekedar simbolis saja, melainkan juga dapat terus dipelihara sehingga dapat tumbuh dengan baik. Terlebih sampai saat ini telah banyak program penanaman pohon yang telah dilakukan banyak pihak di Situ Cipule. “Termasuk diantaranya adalah program penanaman pohon yang digagas secara langsung oleh Ibu Negara, Ani Yudhoyono,” tuturnya.

Terkait dengan semakin pesatnya pembangunan di Kab. Karawang, Bupati turut menegaskan kembali komitmennya beserta seluruh jajaran Pemkab Karawang dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. “Alhmdulillah, dengan dibentuknya Perda Lingkungan Hidup dan akan dibentuknya Perusda khusus yang membidangi Lingkungan Hidup,” tambahnya.

Sementara itu, President Direktur PT. TMMIN, Masahiro Nonami menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata kepedulian Toyota terhadap bangsa dan Negara Indonesia yang diselenggarakan melalui program CSR. Untuk itu, secara khusus, dirinya berharap keberadaan Toyota Forest di Kab. Karawang akan dapat mengurangi polusi, sekaligus menyerap air dan karbondioksida. “Toyota sadar, bahwa bisnis tidak hanya mengedepankan profit dan produksi saja, melainkan juga komitmen untuk memberikan sumbangsih kepada komunitas masyarakat,” ujarnya. (Tim)

Friday, December 14, 2012

Bupati Karawang Lantik 67 Kepala Desa Periode Tahun 2012 – 2018

Bupati Karawang Ade Swara Melantik Kepala Desa
The Karawang Post.com – Bupati Karawang Ade Swara melakukan prosesi Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Kepala Desa (Kades) terpilih di 67 desa yang ada di Kab. Karawang di Plasa Pemda Karawang, Jumat (14/12).

Usai melakukan Prosesi Penandatangan berita acara dan penyematan tanda pangkat dan jabatan kepada Kades terpilih, Bupati membacakan amanat, “dengan telah dilantiknya saudara-saudara sebagai Kepala Desa, tentunya merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan, namun demikian selain harus disyukuri, hendaknya dipandang sebagai suatu tantangan yang harus dihadapi serta dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, karena pada dasarnya hal ini merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan oleh saudara-saudara  sebagai seorang pemimpin pemerintahan dan kemasyarakatan di desa masing-masing dan di hadapan saudara-saudara telah membentang tugas-tugas yang harus diselesaikan dalam rangka mengemban kepercayaan masyarakat,” imbuhnya.

Bupati berpesan dalam melaksanakan tugas sebagai Kepala Desa, dituntut mampu menggali dan memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki, untuk kemakmuran rakyat, serta yang terpenting harus mampu menjalin koordinasi, integrasi dan sinkronisasi dengan perangkat desa, dengan badan permusyawaratan desa, masyarakat maupun stakeholder lainnya dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan desa untuk tercapainya kesejahteraan masyarakat. Tegas Bupati.

Selain itu, dituntut kepekaan dan kepedulian dari Kades untuk senantiasa memperhatikan dan mengakomodir berbagai aspirasi yang berkembang di masyarakat yang kian dinamis dan menjadikannya sebagai kontrol publik atas pelaksanaan tugas.

Kades juga dituntut untuk dapat lebih menumbuh kembangkan kepercayaan masyarakat, sehingga dukungan masyarakat akan lebih meningkat lagi, karena tanpa dukungan dari masyarakat, sepintar dan sejenius apapun, tidak akan mampu menjalankan roda pemerintahan desa sebagaimana yang diharapkan bersama. Tutur Bupati.

Secara garis besar prosesi pelantikan berjalan kondusif, Pelantikan itu berdasarkan kepada SK Bupati Nomor: 141.1/KEP-861-HUK/2012 tanggal 13 Desember 2012 tentang: “Pengesahan Pemberhentian Dengan Hormat 67 Pejabat Kepala Desa Dan Penjabat Kepala Desa Serta Pengangkatan 67 Pejabat Kepala Desa Hasil Pemilihan Tahun 2012”.

Pelantikan itu dihadiri oleh Wakil Bupati Karawang dr. Cellica Nurachadiana, Sekda, Muspida dan Pejabat Pemkab Karawang. Walau turun hujan rintik-rintik, namun suasana keceriaan tercipta antara Kades terpilih beserta rombongan keluarganya.

“Selamat Bertugas Kepada 67 Kades Periode 2012 - 2018
di Kabupaten Karawang Yang Telah Dilantik
Semoga Dapat Mengemban Amanah Rakyat Yang Memilih”

Wednesday, November 28, 2012

Bupati Serahkan Piagam Penghargaan dan Tunjangan Kesejahteraan Kepada Pensiunan PNS 2011 – 2012

Piagam Penghargaan dan Tunjangan Kesejahtraan untuk Purna Bhakti, Pensiunan PNS
The Karawang Post.com – Bupati Karawang Ade Swara serahkan Piagam Penghargaan dan Tunjangan Kesejahteraan bagi para pensiunan, Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memasuki batas usia pensiun Tahun 2011-2012 di lingkungan Pemkab Karawang. Penyerahan tunjangan yang rutin diserahkan tiap tahun, acara berlangsung di Aula Husni Hamid, Pemda Karawang, Rabu sore (28/11).

Pada kesempatan itu Bupati mengatakan, "Purna Bhakti adalah generasi yang harus dijadikan sebagai contoh dan teladan bagi generasi PNS berikutnya. Terlebih dalam rentang waktu pengabdian yang sangat lama para Purna Bhakti tentunya telah mengalami berbagai hal, serta memperoleh beragam ilmu dan pengalaman yang tidak pernah didapatkan di bangku sekolah," ungkapnya.

"Untuk itu, Pemda melalui kegiatan ini berupaya untuk memberikan makna tersendiri dalam rangka melepas para PNS yang telah dan akan memasuki masa Purna Bhakti, sebagai bentuk penghormatan sekaligus penghargaan atas pengabdian dan jasa besar mereka dalam pelaksanaan tugas Pemerintahan Daerah selama ini. sebagai bentuk penghargaan lainnya, sekaligus sebagai bekal untuk memasuki masa pensiun nanti. Pemda juga turut memberikan piagam penghargaan serta tunjangan kesejahteraan bagi para PNS yang akan memasuki masa pensiun pada Tahun Anggaran 2012," tuturnya.

"Tentunya, apa yang akan diserahkan oleh pemerintah pada kesempatan ini tidaklah sebanding dengan pengabdian dan jasa yang telah diberikan selama ini. Akan tetapi, penyerahan ini hendaknya dapat dipandang sebagai wujud penghormatan dan kepedulian Pemda kepada aparaturnya yang telah turut berperan serta dalam pembangunan daerah, sehingga Kabupaten Karawang dapat menjadi daerah yang sangat maju seperti sekarang ini.

Terakhir Bupati mengucapkan, ”terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya atas jasa dan pangabdian saudara selama melaksanakan tugas di lingkungan Pemkab Karawang,” tambahnya.

Sementara itu, dalam laporannya Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kab. Karawang Harianto, MM. mengatakan bahwa jumlah penerima uang kesejahteraan sesuai SK Bupati Karawang No. 002/Kep.800-HUK/2012 Tanggal 2 Oktober 2012 tentang pemberian penghargaan dan tunjangan kesejahteraan kepada PNS seluruhnya berjumlah 440 orang, per-Pensiunan menerima Rp 5 Juta, terdiri dari Pensiunan yang mencapai batas usia pensiun tahun 2011 - Oktober 2012, Pensiun Janda Duda Tahun 2011 - Oktober 2012 serta pensiunan atas permintaan sendiri 2011 - 2012. Total Anggaran keseluruhan Rp. 2.2 miliar. Kegiatan Pelepasan dan Pemberian Tunjangan Kesejahteraan Tahun Anggaran 2012 berdasarkan pada UU No. 8 Tahun 1974, Peraturan Bupati Karawang No. 66 Tahun 2012 Tentang Tunjangan Kesejahteraan PNS.

Ketua (PWRI) Persatuan Wredatama Republik Indonesia Kab. Karawang, H. Shalahudin Muftie M.Si, yang pada kesempatan itu hadir, dalam sambutannya mengatakan, "atas nama Organisasi, saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para pensiunan yang telah mengabdi dan terimakasih kepada Pemda yang telah memberikan Piagam dan Tunjangan Kesehteraan (Kadedeuh), harapan saya secara pribadi jangan ada opini atau anggapan para pensiunan itu “habis manis sepah dibuang”. Walau pernah mendengar rencana bahwa mulai tahun depan tidak ada lagi Kadedeuh, hal ini saya sangat tidak setuju, saya akan berjuang terus memohon kepada Pemerintah Daerah ataupun pusat sekalipun agar para pensiunan bisa sejahtera di masa tua,” tutur Shalahudin Muftie. 

"TERIMAKASIH PARA PURNA BHAKTI  
UNTUK PENGABDIANNYA UNTUK PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN KARAWANG"

Saturday, September 15, 2012

Meriah..! Wayang Golek dan Wayang Kulit Penutup Kesenian Hari Jadi Karawang ke 379

The Karawang Post.com - Sabtu (15/9/2012) malam, di helatan malam terakhir Hari Jadi Karawang Ke-379, sekitar 11 ribu warga memadati Lapangan Karang Pawitan menonton wayang golek yang didalangi Apep Hudaya asal Cikampek. 

Secara bersamaan, sekitar 3 ribu warga memadati Alun-alun Karawang untuk menyaksikan wayang kulit dengan dalang Ki Subandiono.

Di Karang Pawitan, wayang golek disaksikan mayoritas masyarakat Sunda, sedangkan di Alun-alun wayang kulit disaksikan mayoritas masyarakat pendatang asal Jawa Tengah dan Jawa Timur yang berdomisili di Karawang, kedua acara itu dikunjungi Bupati Karawang H. Ade Swara secara bergantian dari Alun-alun kemudian ke Karang Pawitan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Karawang, Acep Jamhuri menyatakan, pagelaran kesenian yang ada di Disbudpar tidak tidak semua ditampilkan, mengingat banyaknya kesenian dan budaya Karawang yang setidaknya menghabiskan waktu hingga tiga minggu, sedangkan Hari Jadi Karawang Ke-379 hanya berlangsung sembilan hari.

Kendati demikian, Acep mengaku, seni dan budaya Karawang yang tampil di acara helatan Karawang ini sudah mewakili semuanya, terutama kesenian yang selama ini banyak dirindukan masyarakat, diantaranya dengan menggelar festival tari Jaipong, kirab budaya, bajidoran, termasuk musik band bagi remaja Karawang dan ditutup wayang golek juga wayang kulit.

Menurut  Acep Jamhuri, masih banyak garapan di Disbudpar yang perlu dibenahi, diluruskan dan dilestarikan juga dikembangkan. Untuk mendekati itu, Disbudpar memiliki program unggulan yang mengena dan dianggap mampu dirasakan secara 'multi player efect' terhadap masyarakat.

"Karena pembangunan seni budaya bukan sekedar membangun fisik, tetapi pembangunan masyarakat yang berkarakter," ucapnya. (Tim)