Editorial Cartoon

Editorial Cartoon

Pemerintah Daerah Kab. Karawang, Jawa Barat

Pemerintah Daerah Kab. Karawang, Jawa Barat
Kantor Bupati Karawang
Showing posts with label Halaman IKLAN. Show all posts
Showing posts with label Halaman IKLAN. Show all posts

Wednesday, October 4, 2017

Tragedi Pemilukada 2010 dalam Perspektif Sejarah Modern Karawang. Oleh : H E I G E L



KARAWANG Post - Era Reformasi di Indonesia dimulai pada pertengahan 1998, tepatnya saat Presiden Soeharto mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei 1998 yang digantikan oleh wakil presiden BJ Habibie.

Bersamaan pada saat itu, Bupati Karawang tengah dijabat oleh Kolonel (Inf) Dadang S Muchtar yang didampingi ketua DPRD Kolonel (inf) Jamal Safiudin sampai tanggal 3 Agustus 1999. Selanjutnya, Dadang didampingi ketua DPRD Adjar Sujud Purwanto.

Sebelum menjabat Bupati Karawang, Dadang menjabat sebagai asisten logistik (Aslog) Kodam III/Siliwangi. Berdasarkan SK Mendagri Nomor: 141. 32-055 tanggal 21 Februari 2000, secara resmi, Dadang berhenti menjabat Bupati Karawang dan ditarik kembali ke Markas Besar TNI.  Pada zaman Gus Dur jadi persiden, istilah itu dikenal sebagai ”TNI back to barracks”.

Setelah Dadang S Muchtar kembali ke Mabes TNI, sebelum habis masa jabatannya sebagai Bupati Karawang, maka sebagai pejabat sementara (Pjs) Bupati Karawang dipegang oleh wakilnya, yakni, RH Daud Priyatna asal daerah Pedes di Karawang.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri No. 131.32.055, tanggal 21 Februari tahun 2000, Daud selain menjabat Bupati Karawang juga merangkap sebagai Wakil Bupati Karawang. Daud menjabat Pjs Bupati Karawang sedang ketua DPRD nya masih Adjar Sujud Purwanto. Daud melanjutkan masa jabatan Bupati Karawang hingga tahun 2000.

Setelah Daud Priyatna menyelesaikan masa jabatannya sebagai Bupati Karawang sampai tahun 2000, Kabupaten Karawang mengadakan pesta demokrasi Pemilihan Bupati (Pilbup) Karawang PeriodeTahun 2000-2005. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) waktu itu selaku penyelenggara Pilbup tersebut. Jadi pada saat itu belum terjadi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) langsung.

Wakil rakyat yang duduk di DPRD Karawang memilih Achmad Dadang yang didampingi oleh Shalahudin Muftie naik menduduki kursi Bupati/Wakil Bupati Karawang PeriodeTahun 2000-2005. Maka berakhirlah masa pemilihan Bupati yang dipilih DPRD, Selanjutnya, Bupati/Wakil Bupati akan dipilih langsung oleh rakyat.


Pemilukada Langsung di Karawang Tahun 2005
Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Karawang, menetapkan empat pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang Periode 2005-2010, mereka yang akan berlaga dalam Pemilukada itu; Pertama, Achmad Dadang (incumbent) berpasangan dengan Atori Hasanuddien yang diusung PPP dan PAN. Nomor urut dua pasangan Dadang S Muchtar (mantan Bupati) dan Hj. Elly Amallia yang diusung oleh Partai Golkar. Nomor urut tiga, Detiawarman dan Adji Mubarok Rachmat yang diusung oleh PDIP, dan yang terakhir nomor urut empat, pasangan Ade Swara dan Endang Rachmat yang diusung PKS, PBB dan sejumlah gabungan partai kecil.

Inilah Pemilukada Kabupaten Karawang pertama yang paling berkualitas dan bergengsi banyak disebut orang, paling demokratis, katanya. “Suara Rakyat Suara Tuhan” hingga gegap-gempita rakyat Karawang menyambutnya. Mereka berharap dengan memilih kepala daerah secara langsung ada setitik “harapan” rakyat bisa memperbaiki nasib derita hidupnya menjadi lebih baik di masa yang akan datang.

Selain itu, selama rezim Orde baru rakyat sudah merasa muak dan bosan dengan sistem Pemilukada oleh DPRD yang disinyalir barbau politik uang. Maka untuk pertamakalinya rakyat Karawang menyelenggarakan Pemilukada langsung tahun 2005 dengan tingkat partisipasi yang tinggi. Hal itu diakui sendiri oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Karawang. Tingkat partisipasi Pemilukada Tahun 2005 lebih baik daripada tingkat partisipasi Pemilukada tahun 2010.

“Target partisipasi pemilih 70 persen pada pemilihan Bupati-Wakil Bupati Karawang 2010 tak tercapai. Hasil penghitungan suara Komisi Pemilihan Umum Karawang, Kamis (18/11), mencatat, tingkat partisipasi 63,64 persen atau diikuti 988.410 pemilih dari total 1.551.925 orang dalam daftar pemilih tetap.

Pencapaian itu lebih rendah dari pada partisipasi dalam Pemilukada Karawang Tahun 2005 yang mencapai 71,59 persen dari 1.354.900 pemilih. Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara di Tempat Pemungutan Suara 3 Desa CikampekTimur, Kecamatan Cikampek. http://nasional.kompas.com/read/2010/11/20/04292594/target.partisipasi.pilkada.karawang.tak.tercapai.

Selain itu, seluruh Calbup tahun 2005 di atas itu adalah kumpulan orang-orang bergengsi dinilai publik Karawang. Achmad Dadang (incumbent), Dadang S Muchtar, (mantan Bupati), Detiawarman (Pengusaha), dan Ade Swara (Pengusaha). Nah.., di situlah pertama kali Ade Swara dan isterinya (Bunda) Nurlatifah yang legendaris itu di kenal luas oleh rakyat Karawang.

Produk Pemilukada langsung pertamakali di Karawang itu dimenangkan oleh pasangan Dadang S Muchtar-Elly Amallia Priyatna dari partai Golkar. Yang melenggangkangkung tanpa kasus apapun selama lima tahun.

Dadang dan Elly relative mulus, melaju selama 5 tahun pemerintahannya, tanpa kasus yang berarti. Meski orangnya dikenal temperamental, Dadang cukup sportif, cerdik dan berhati-hati dalam prilakunya. Teringat pada Desember 2013 lalu, sewaktu pemerintahan Bupati Ade Swara, penulis pernah membocorkan berita di koran lokal, berjudul “7 Pejabat dan 10 Pemborong Karawang Disadap KPK.”
Dadang marah besar dan menelepon penulis, “kenapa berita saya dibocorkan?” penulis tidak tahu, karena yang penulis tahu statemen Dadang layak jual dan diminati pembaca selalu jadi berita utama yang menggemparkan untuk koran lokal.


Ade Swara dalam Pilkada 2010-2015
Ade Swara yang kalah dalam Pemilukada tahun 2005-2010, merasa yakin dan percaya diri Pemilukada tahun 2010-2015 menjadi miliknya, karena Dadang S Muchtar rivalnya sudah dua kali menjabat jadi Bupati Karawang, tidak bisa mencalonkan diri jadi Bupati untuk yang ketiga kalinya.

Terkesan dipaksakan, akhirnya partai Golkar mengusung Dadang menjadi Wakil Bupati berpasangan dengan Soni Hersona kader senior partai Golkar sebagai Calon Bupati Karawang di Pemilukada Tahun 2010-2015. Disinilah kesalahan Dadang yang ambisius mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati dinilai publik tidak etis dan memalukan.

Sudah bisa ditebak, dengan mudah Pemilukada Karawang dimenangkan oleh pasangan dari partai PBB dan Demokrat. Dengan jargon ASLI (Ade Swara-Cellica Nurrachadiana) sebagai Bupati/Wakil Bupati Karawang Periode 2010-2015.

Namun dalam perjalanannya, baru beberapa bulan saja Cellica mengeluh, memelas dan curhat kepada wartawan di Youtube https://www.youtube.com/watch?v=c3UTNtAa_sw pasangan ASLI itu sudah tidak ASLI lagi, sudah tidak harmonis lagi.

Di jalanan, masyarakat Karawang merasa heran dan geleng kepala, karena baliho di jalan-jalan utama kota Karawang yang mejeng terpampang jelas, narsis dan jor-joran, foto yang dimunculkan wajah Ade Swara bersama isterinya Bunda Nurlatifah, ketua Tim Penggerak PKK. Bukan pasangan ASLI, Ade Swara-Cellica.

Ibu PKK yang terkenal dengan panggilan “Bunda” itu juga banyak rangkap jabatan lainnya, sebagai anggota DPRD, ketua Pramuka dan lainnya. Semua kepala dinas dan PNS di Karawang hormat kepada Bunda. Hingga isyu santer terdengar di mana-mana, kalau ingin naik jabatan atau dapat proyek APBD harap sowan ke Rumah Dinas Bupati (RDB) menemui Bunda, “jangan ketemu Bupati, percuma saja..” ujar seorang sumber yang anggota DPRD Karawang.

Publik pun tersentak saat membaca berita di Koran lokal, menempatkan posisi Bunda Nurlatifah sebagai orang yang paling berpengaruh di Kabupaten Karawang. Hingga pers menjuluki Bunda Nurlatifah "Wanipiro”. Berlanjut beredarnya joke di tengah masyarakat; “Pejabat Karawang tidak takut KPK, tapi lebih takut PKK.”

Bunda Nurlatifah sebenarnya fenomena baru dalam perspektif sejarah isteri-isteri para Bupati Karawang di masa lampau. Dengan kata lain, para Isteri Bupati Karawang di masa klasik tidak pernah tercatat, apalagi isteri Bupati yang popularitasnya melebihi suaminya, hingga berperan lebih penting melebihi kuasa sang suami. https://nasional.tempo.co/read/593940/istri-bupati-karawang-ade-swara-diciduk-kpk

Tragedi “Tumbangnya” pasangan suami isteri penyelenggara negara yang tertangkap tangan KPK itu langsung ditetapkan sebagai tersangka kasus pemerasan Rp 5 miliar terhadap PT Tatar Kertabumi. Kasus serupa ini bukan hanya terjadi di Kabupaten Karawang saja, tapi terjadi pula di kabupaten-kabupaten lainnya di Indonesia.

Maka yang terjadi terjadilah, meski Abraham Samad ketua KPK waktu itu mengatakan, “dinasti politik yang dibangun di daerah kebanyakan melahirkan kejahatan keluarga, KPK merasa prihatin.” Tapi korupsi keluarga, dinasti korupsi telah terlanjur merasuk sukma sampai ketulang sum-sum manusia di lingkar kekuasaan.

Apakah Pemilukada telah melahirkan koruptor? Karena ambisi politik, syahwat politik, diumbarnya aurat kongkalikong, Money politic, telah membuat tenggelamnya “Pemilukada Langsung Harapan Rakyat”. Ongkos Pemilukada yang mahal, puluhan bahkan ratusan miliar tidak berarti, mubazir, menghamburkan uang rakyat.

Lihatlah, pada akhirnya hukum yang bertindak, betapa banyak kepala daerah tersandung kasus korupsi di pengadilan Tipikor Bandung, dan kisah hidup mereka berakhir merana di balik jeruji besi penjara. Idealnya Pemilukada melahirkan pemimpin yang amanah dan bertanggungjawab, moralis, namun harapan rakyat terlanjur dilukainya.

Tragedi pasca Pemilukada Tahun 2010 selain menghasilkan catatan kelam Bupati Karawang dan isterinya ditangkap KPK, perlu di ingat, Ketua DPRD Karawang Tono Bachtiar tewas gantung diri mengenaskan secara misterius pada periode yang sama. https://www.kompasiana.com/heddy/misteri-matinya-ketua-dprd-karawang_54f6918aa3331157178b4fa7

Semua tragedi itu harus menjadi pelajaran penting yang berharga bagi kita semua, khususnya rakyat Karawang yang tertatih dalam menapaki sejarah modern Karawang di masa yang akan datang.

Wednesday, January 4, 2017

Bupati Karawang Tidak Mengerti Perundang-Undangan



Karawangpost.com  - Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BPMPT) Kabupaten Karawang, Asikin mengaku akan menunda penerbitan izin lingkungan PT Mas Putih Belitung yang akan melakukan eksploitasi batu kapur di Kecamatan Pangkalan, Karawang Jawa Barat.

Alasan penundaan ini karena PT Mas Putih Belitung belum memiliki dokumen analisis dampak lingkungan (Amdal), terkait penerbitan dokumen izin pertambangan. Pemkab Karawang hanya memiliki kewenangan penerbitan izin lingkungan, “dokumen itu menjadi salah satu syarat dalam penerbitan izin operasional industri pertambangan yang akan dikeluarkan oleh gubernur Jawa Barat,” ujar Asikin di kantornya.

Di lain tempat, Kepala BPLH Karawang Setya Dharma mengaku telah menandatangani 2 buah surat rekomendasi Uji Kelayakan Lingkungan dan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL/UPL) PT Mas Putih Belitung. Surat No. 660.1/568/BPLH dan Surat No. 660.1/569/BPLH ditanda tangani oleh Setya Dharma pada tanggal 27 Mei 2016. Dokumen kegiatan pertambangan batu gamping yang berlokasi di wilayah Desa Tamansari Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang, Jabar.  Dua dokumen surat itu juga ditembuskan kepada Bupati Karawang, Kementerian ESDM dan sejumlah badan di tingkat Provinsi Jabar dan Pemkab Karawang.
“UKL/UPL itu tidak hanya saya rekomendasikan kepada PT Mas Putih Belitung saja, tapi UKL/UPL juga untuk rekomendasi Indomart, Alfamart dan perizinan perumahan lainnya,” ujarnya.

Namun kenapa pada tanggal 18 Oktober 2016, bupati Karawang menulis surat Permohonan Untuk Tidak Menerbitkan Izin Usaha Pertambangan di Wilayah Karawang Selatan, Surat Nomor 543/5765/Bapp itu ditujukan kepada Gubernur Jabar, “mungkin bupati Karawang mendapat tekanan dari LSM,” jawab Setya Dharma.

Di lain tempat,  Endang Saputra ketua Karawang Imparsial Group (KIG) mengatakan bahwa LSM Lodaya dan Porkadas dianggap “salah kamar” dalam gerakannya mengkritisi dan mendemo PT Mas Putih Belitung. Karena kan belum melakukan penambangan “satu pacul pun” walaupun perizinannya sudah lengkap dan boleh melakukan penambangan sah secara hukum,” ujar Endang.   

“Anehnya, kenapa LSM Lodaya dan Porkadas tidak berani mendemo PT Atlasindo yang sudah jelas melakukan aktivitas penambangan di Karawang Selatan selama bertahun-tahun. PT Atlasindo dan juga perusahaan lainnya memang ada yang telah melakukan penambangan sampai merusak lingkungan,” tambah Endang.

Sementara itumMenurut Pancajihadi Al Panji (Kompak Reformasi), sedangkan Perda No 2 tahun 2013 tentang RTRW, bahwa kawasan tersebut diperuntukan pertambangan di Karawang Selatan, maka dari itu bupati Karawang tidak punya alasan lagi untuk menahan izin lingkungan dan bupati bisa dianggap menghambat pembangunan Nasional,” tegas Panji.

“Adapun yang diajukan PT Mas Putih Belitung sekarang ini adalah penambangan itu di luar zona kawasan lindung geologi. Semantara itu perusahaan lain yang sudah melakukan aktivitas penambangan di kawasan tersebut tidak dipermasalahkan. Seharusnya bupati berani mencabut izin mereka juga, dong?” kata Panji.  

“Sementara itu izin yang diajukan PT Mas Putih Belitung adalah izin ekplorasi, padahal dalam Perda RTRW izin eksploitasi sekalipun di halalkan, sesuai perda RTRW. Seharusnya Bupati memahami aturan yang dibuatnya sendiri. Kini rakyat jadi bingung harus mengacu kemana?, karena bupati tidak menghormati peraturan perundang-undangan.

Dan perlu diketahui juga, bahwa PT Jui Shin/PT Mas Putih Belitung itu termasuk dalam Pengamanan Obyek Vital Nasional yang dilindungi oleh Negara sesuai Kepres RI No. 63 Tahun 2004,” kata Panji.  

Di lain tempat, Haji Udin selaku Kades Tamansari Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang menambahkan, “izin lingkungan bukan hak pemerintah daerah, tapi hak warga setempat, yang punya lingkungan itu kan masyarakat setempat, dan jangan lupa kami sudah punya satu bundel tandatangan 5000 warga,” tambah Haji Udin. 

Thursday, July 17, 2014

Bupati Karawang, Rumah Dinas dan Ruang Kerjanya Sudah di Segel KPK


Salah satu pintu dalam RDB Karawang yang disegel oleh KPK
thekarawangpost.com - Terkait dengan berita yang menggemparkan tentang istri Bupati Karawang, pejabat, politisi, saudaranya bupati dan seorang pengusaha yang ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam kasus dugaan suap alih fungsi lahan dan suap ijin perumahan elite di Karawang.

Malam itu, Jum'at (18/7) dini hari, di TKP Rumah Dinas Bupati (RDB) Karawang, Ade Swara nampak ramai dikunjungi wartawan, LSM, masyarakat, serta petugas kepolisian dll, mereka berbaur berada di halaman depan RDB yang tuan rumahnya tidak berada di tempat.

Karena di dalam RDB tidak ditemukan Bupati Karawang Ade Swara maupun istrinya yang terkenal dengan sapaan Bunda Nurlatifah, yang juga merangkap sebagai Tim Penggerak PKK yang berpengaruh di kota lumbung padinya Jawa Barat ini. Banyak masyarakat bertanya-tanya, mengapa mereka tidak berada di RDB seperti biasanya. 

Warga masyarakat terheran-heran, ada yang bertanya, "jangan-jangan dua-duanya sudah digelandang ke kantor KPK, dibawa ke Jakarta, "ujar Wahyu seorang aktivis pemuda di Kab Karawang berspekulasi.

Di dalam RDB nampak sepi, tapi sebaliknya, di halaman luar RDB dan pos penjaga ramai di kunjungi orang. Namun yang menarik adalah di salah satu pintu dalam ruangan RDB tersebut sudah disegel oleh KPK yang berwarna merah.


Selain itu, menurut petugas Satpol PP yang berjaga di RDB, mengatakan kepada wartawan, ruang kerja bupati dan ruang staf bupati di lantai 2 yang jaraknya sekitar 200 M dari RDB, juga sudah disegel oleh KPK. "Maaf, wartawan nggak boleh masuk dulu, kantor Bupati udah dikunci, nanti besok pagi juga petugas cleaning servis kantor bupati nggak boleh masuk dulu, sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata petugas Satpol PP itu.

Menurut Jamil (40), warga sekitar yang penasaran berkunjung dan melihat-lihat di tempat kejadian tersebut mengatakan, kalau bupati Karawang tidak terlibat, mengapa RDB, ruang kerja bupati dan ruang staff-nya di segel oleh KPK, "saya jadi penasaran nih?," heran Jamil yang semakin tambah penasaran jadinya. (dot)     

Monday, December 30, 2013

PT. Pupuk Kujang Stok Urea Untuk Januari 2014



KARAWANG POST.COM - PT. Pupuk Kujang untuk memenuhi  kebutuhan urea  januari 2014, sudah  menyetok di gudang lini II dan lini III sebanyak 84.159 ton, 7.157 ton pupuk NPK, 5.783 ton organi.  Hal ini, di tahun  2013 juga  memproduksi urea sebanyak 885.868 ton dan dari jumlah tersebut, (prognosa akhir tahun 2013) 571.857 ton telah di distribusikan kewilayah tanggung jawab meliputi seluruh Provinsi Jawa Barat.

“Kami bersyukur kepada Allah SWT dan menghaturkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung PT Pupuk Kujang ditahun 2013 sehingga bias beroperasi dan mengamankan kebutuhan pupuk diwilayah tanggung jawab kami,” ungkap Bambang Tjahjono dalam acara pengantongan pupuk akhir tahun 2014 di Cikampek.

Dijelaskan, hasil produksi amoniak tahun 2013yang dicapai 2 pabrik milik PT Pupuk Kujang sebanyak 584.145,61 ton, Urea sebanyak 891.253,49 ton, Pupuk Majemuk NPK sebanyak 146.184,05 ton, dan Pupuk organik sebanyak 24.567,70 ton. Dalam proses produksi 2013 ini terdapat beberapa kendala seperti Pupuk Kujang 1A sempat mengalami shut down yang ,menyebabkan tidak dapat beroperasi selama beberapa waktu. “kendala-kendala yang ditemui selama tahun 2013 ini alhamdulilah sudah ditangani secara tepat, sehingga pabrik dapat kembali beroperasi dan pasokan pupuk tetap aman dan terjaga ketersediaannya bagi para petani.”  akui  Bambang Tjahjono.

Dalam hal ini di tahun 2013 kami senantiasa melakukan koordinasi dengan pihak dan instansi terkait guna menjaga ketersediaan  pupuk sampai ketangan petani.  Ia mengatakan  akan terus waspada dan melakukan antisipasi menghadapi puncak kebutuhan pupuk para petani  apalagi di musim penghujan saat ini. 

Selain itu, untuk mengamankan distribusi pupuk bersubsidi, PKC telah melaksanakan berbagai langkah diantaranya penerapan system DO online penempatan petugas pemantau distribusi dilapangan, penyediaan kendaraan pengangkut pupuk untuk daerah remote (terpencil), dan system pelaporan F5 dan F6 secara online.

Direktur utama PT Indonesia Holding Company Arifin Tasrif mengapresiasi inovasi  kinerja perusahaan ditahun 2013 ini serta kerjasama direksi yang kooperatif dan sinergis. Secara khusus yang memeberikan pengarahan agar jajaran pemasaran Pupuk Kujang dapat melakukan berbagai terobosan baru untuk menjual produk perusahaan serta kendala produksi tahun 2013 untuk dijadikan sebagai pembelajaran agar tidak terjadi lagi ditahun-tahun yang akan datang.

Hasil kinerja lainnya di tahun 2013 , pupuk Kujang berhasil meraih sederet prestasi membanggakan diantaranya, PROPER hijau dari kementrian lingkungan hidup, penghargaan industri hijau tingkat 5 dari kementrian perindustrian, penghargaan raksa prasadha dari Gubernur Jawa Barat. Skor Survei kepuasan lingkungan mencapai 80.11 atau meningkat 7,11 poin dengan kategori ‘ Sangat Puas’,Tim Gugus kendali Mutu (grup ISBL danAK18) meraih peringkat tertinggi (Excellence Award) pada perhelatan Quality Control Internasional di Taiwan, Juara III BUMN berdaya saing terbaik kategori Agroindustri dalam ajang Anugerah BUMN 2013, SMP Pupuk Kujang berhasil meraih juara II untuk sekolah sehat se- Jawa Barat, Taman Kanak-kanak Pupuk Kujang berhasil menjadi TK terbaik Se-Jawa Barat, Paskibraka SMP meraih juara Umum Pada perlombaan Paskibraka tingkat SMP Se-Jawa Barat di bidang K3, Jumlah hari kerja tanpa kecelakaan s.d. Oktober 2013. ***(Heddy)

Monday, October 28, 2013

Peringatan Sumpah Pemuda di Karawang

Bupati H. Ade Swara menyerahkan Piala secara simbolis

thekarawangpost.com - Pemerintah Kabupaten  Karawang menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-85 Tingkat Kab. Karawang Tahun 2013. Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Bupati Karawang H. Ade Swara pada Senin (28/10).

Inspektur Upacara membacakan Sambutan tertulis Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Bupati Karawang H. Ade Swara berpendapat bahwa tema peringatan Hari Sumpah Pemuda kali ini adalah: 
DENGAN SUMPAH PEMUDA, KITA WUJUDKAN PEMUDA YANG SANTUN, CERDAS, INSPIRATIF, DAN BERPRESTASI, tema tersebut membawa pesan bahwa kita semua, dan pemuda Indonesia khususnya, perlu meyakinkan dunia bahwa kita adalah generasi pemuda yang tetap memelihara kesantunannya di tengah berbagai perubahan nilai moral dan sosial yang melanda dunia.

Kami yakin, pemuda indonesia tetap mempertahankan dirinya sebagai pemuda yang cerdas di tengah berbagai pendangkalan rasa simpatik dan empatik, serta perlawanan terhadap sikap-sikap pragmatis. pemuda Indonesia tetap berusaha sebagai pemuda yang inspiratif, dan dalam berbagai kondisi tersebut, berusaha dan bekerja keras untuk selalu berprestasi. Tekad tersebut telah dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga bangsa Indonesia dengan pasti telah menapak jalan sejarahnya sesuai dengan nilai-nilai Sumpah Pemuda, Pancasila, dan UUD 1945


Setelah membacakan sambutan tertulis Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia usai upacara, Bupati menyerahkan Piala Juara Umum kepada pelajar yang berprestasi dalam Lomba Peraturan Baris Berbaris, secara simbolid Piala Juara Umum diberikan kepada pelatihnya, yang berprestasi antara lain tingkat SMA Juara Umum SMA Negeri 1 Klari, tingkat SMP Juara Umum: SMP Negeri 2 Karawang Timur.

Sebelum menerima Piala Paskibra menunjukan atraksi/demo terlebih dahulu dihadapan Bupati para Muspida hadir pada saat itu Ketua DPRD, Kapolres, Dandim 0604, Kajari dan hadirin undangan seperti organisasi kepemudaan lainnya. (Tim)

Tuesday, October 15, 2013

Bupati Ade Swara Berbaur Dengan Ribuan Masyarakat Karawang Sholat IED

Usai Shalat Ied Masyarakat bersalaman dengan Bupati 
Karawang 
H Ade Swara dan Sekda Karawang Teddy Rusfendi
thekarawangpost.com - Sudah menjadi agenda rutin melalui Panitia Hari Besar Islam Pemkab Karawang yang di kordinatori oleh Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kab Karawang, Pemkab Karawang gelar Solat Ied bersama Bupati Karawang, H. Ade Swara.

Ribuan masyarakat di Lapang Karang Pawitan, Kec. Karawang Barat telah memadati. Selain melaksanakan shalat berjamaah, bupati Ade Swara juga turut menyerahkan sejumlah hewan qurban secara simbolis kepada panitia Mesjid Al Jihad dan Mesjid Agung Karawang, sekaligus ceramah yang bersifat pesan moral hakekat dan substansi histori Idul Adha. Solat Ied di imami Ketua MUI Karawang KH Tajudin Noor dan khutbah oleh Sahroni Ma’sum

Bupati Ade Swara dalam pesan moralnya menjelaskan bahwa tema yang diambil pada
Idul Adha tahun ini adalah “Dengan Hikmah Idul Adha 1434 Hijriyah, Kita Tingkatkan Semangat Bekerja dan Berqurban Demi Tercapainya Visi - Misi Kabupaten Karawang”.

Menurut Bupati, tema ini memiliki nilai yang sangat strategis, karena apabila dilihat dari segi keagamaan berkurban mencerminkan ketaq’waan kita kepada Allah SWT, sedangkan dilihat dari segi kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat berkurban merupakan kepedulian untuk membantu sesama.

Layaknya pelaksanaan ibadah haji, seluruh kaum muslimin dan muslimat sedang berkumpul di sana dengan pakaian dan kegiatan yang sama, yang memperlihatkan secara lahiriah bahwa manusia pada hakekatnya sama, kecuali yang dapat membedakannya adalah ketaqwaannya kepada Allah SWT.

Demikian halnya pada pagi ini, tanpa melihat status dan golongan, semuanya duduk dan berdiri bersama di bawah komando seorang imam melaksanakan perintah Allah SWT.  Hal ini juga menandakan bahwa di hadapan Allah SWT.  Kita adalah sama, kecuali kualitas ketaqwaan kita kepada-nya yang dapat membedakannya dan hanya Allah SWT. Yang Maha Mengetahui.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, tentunya kita meyakini bersama bahwa hakikat dari peristiwa yang terjadi pada nabi Ibrahim A.S. dan puteranya nabi Ismail A.S. merupakan suatu gambaran agar kita semua selalu taat kepada semua perintah Allah SWT. Sadar akan segala kekurangan dan kealfaan, bahwa disekitar kita masih banyak orang yang masih kekurangan, serta senantiasa mengurangi dan memusnahkan segala hawa nafsu (binatang) yang sering kali melekat pada diri kita, yang sudah barang tentu akan merugikan kita.

Oleh karena itu, ketaatan serta ketabahan Nabi Ibrahim A.S. dan nabi Ismail A.S. sepatutnya menjadi suri tauladan bagi segenap kaum muslimin untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Peristiwa tersebut juga dapat dimaknai sebagai media bagi segenap kaum muslimin dan muslimat untuk kemaslahatan serta kesejahteraan ummat, dimana bagi mereka yang memiliki nikmat berlebih, disunahkan untuk berqurban.

Perintah ini memacu kaum muslimin untuk bersikap dermawan serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesamanya, untuk bersama-sama merasakan nikmat yang diturunkan oleh allah kepada kita sekalian. Hal ini menandakan bahwa dalam hidup kita terdapat kesamaan dan adanya rasa saling membutuhkan satu sama lain.


Bupati juga menambahkan bahwa semangat berqurban memiliki dimensi ritual dan sosial yang sangat tinggi berupa kepatuhan akan perintah Allah SWT dan kepedulian terhadap sesama. Dalam konteks pembangunan, berqurban mengajarkan kita untuk memberikan kontribusi yang konkrit dalam mengangkat harkat dan martabat kemanusiaan yang tidak terbatas pada pemenuhan kebutuhan makan semata, akan tetapi dalam semua aspek kehidupan terutama bidang pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan  serta infrastruktur, dalam rangka mewujudkan masyarakat Karawang yang sejahtera. (Tim)

Wednesday, April 17, 2013

SBY Kunker di Kab. Karawang Didampingi Bupati Ade Swara dan Sambutan Meriah Ribuan Masyarakat Karawang

Presiden SBY bersalaman dengan Bupati Karawang Ade Swara
The Karawang Post.com - Hari pertama Presiden SBY beserta rombongan melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) Senin (15/4). Titik pertama yang menjadi tempat transit adalah Area Kawasan PT Pupuk Kujang.

Setiba di lokasi SBY dan Kabinet menteri melaksanakan rapat di gedung utama. Usai rapat, sore harinya SBY bersama Tim Kepresidenan melakukan kegiatan pertandingan Volly persahabatan melawan tim yang di dalamnya terdapat Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Bupati Karawang Ade Swara. Dalam suasana tersebut tercipta keakraban diantara para pucuk pimpinan RI, Provinsi Jabar serta Kabupaten Karawang.

Usai sholat Isya, Presiden SBY beserta istri Hj Ani Yudhoyono, menggelar makan malam bersama dengan dihibur penyanyi, lokasi makan malam masih di area PT Pupuk Kujang tersebut. Presiden bersama para menteri duduk satu meja bersama Bupati Karawang Ade Swara dan Istri Hj Nurlatifah. Untuk hiburan bergantian para menteri berinisiatif meramaikan acara itu, giliran pertama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menyanyikan tembang, di ikuti oleh Menteri Perdagangan Gita Wiryawan. Saat waktu menunjukan pukul 21:30. Presiden bersama Bupati Karawang beranjak meninggalkan tempat makan malam untuk beristirahat.

Keesokan harinya, Selasa (16/4). Presiden SBY meluncur ke titik pertama Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Pasir Putih Desa Sukajaya Kecamatan Cilamaya Kulon Kab Karawang. Pada kesempatan itu SBY di dampingi Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sharif Cicip Sutardjo, Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf, Bupati Karawang Ade Swara dan Wakil Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana.

Yang pertama menjadi tujuan Presiden SBY adalah berkomunikasi dengan para nelayan dan akan berupaya mengeruk kedangkalan Laut Muara yang mengakibatkan sulitnya transit bagi perahu-perahu nelayan yang mengangkut hasil tangkapan ikan. 

Presiden SBY langsung menginstruksikan Kementrian PU agar langsung melaksanakan eksekusi, dan menghimbau kepada Bupati Karawang agar terus mengontrol proyek pekerjaan tersebut demi mata pencaharian masyarakat, dan kemudian akan dibangun stasiun Solar untuk mencegah kelangkaan pasokan Solar. Hal itu pun sudah di instruksikan kepada jajaran Pertamina.

Kemudian Presiden SBY juga melakukan monitoring ke industri Rajungan. Kepada para nelayan Presiden memberikan bantuan modal awal untuk melaut sebesar Rp 300 Juta dan sembako untuk 1500 KK.

Melanjutkan agenda Kunkernya Presiden SBY melakukan Panen Raya di Desa Rawa Gempol Wetan Kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang. Pada kesempatan tersebut Presiden mengatakan, “sebagai anugerah Allah yang besar dapat melihat langsung sektor pertanian, berkenaan dengan itu Program Pemerintah baik atau tidaknya, harus di dengar langsung, harapan, keinginan dan usulan langsung dari masyarakat. Mari kita pecahkan bersama masalah yang ada, untuk usulan alat-alat akan kami bantu, untuk antisipasi petani yang dirugikan, mengenai harga akan senantiasa terus di komunikasikan antar Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah,” ujar Presiden.

Bupati Karawang Ade Swara menjelaskan, yang menjadi produksi unggulan padi di daerah Karawang khususnya adalah di daerah Cilamaya. “Kami akan mempertahankan Kabupaten Karawang sebagai Lumbung Padi Nasional, dan saat ini Karawang sudah menjadi Dua Besar penghasil Pangan tingkat Nasional. Itu adalah prestasi yang sangat luar biasa, untuk itu para pahlawan pangan, yaitu para petani harus terus eksis bertani untuk memasok pangan ke seluruh Indonesia,” ujar Bupati Karawang Ade Swara. Dalam kesempatan itu Presiden SBY sempat mencicipi kualitas rasa gabah Karawang tersebut. Presiden sangat apresiasi terhadap potensi pertanian yang ada di Kab Karawang.

Waktu menunjukan jam 12 siang, Dzuhur. Presiden beserta rombongan mulai beranjak pulang meninggalkan lokasi. Ternyata antusias masyarakat Kabupaten Karawang dalam menyambut kedatangan Presiden SBY beserta rombongan sangat meriah. Nampak ribuan masyarakat Karawang, terutama dari dua Kecamatan, Cilamaya Kulon dan Cilamaya Wetan berbondong-bondong mengiringi Kunker Presiden SBY di Kabupaten Karawang Jawa Barat yang dipimpin oleh Bupati Ade Swara. (Tim)

Thursday, January 3, 2013

Warga Sukaluyu Telukjambe Karawang Demo Pabrik Sukucadang Motor

Demo Warga Desa Sukaluyu Telukjambe Karawang di KIIC
The Karawang Post.com – Puluhan warga Desa Sukaluyu Kecamatan Telukjambe, Karawang, Jawa Barat, berunjuk rasa di halaman kantor dibangun pabrik sukucadang sepeda motor di Kawasan Industri KIIC Telukjambe Karawang, Kamis (3/1) siang.

Warga protes karena merasa dibohongi oleh manajemen perusahaan PT Subur Jaya Teguh yang semula menjanjikan memberikan pengelolaan limbah sisa industri (scraf) dari pabrik suku cadang motor tersebut kepada warga Desa Sukaluyu, tapi ternyata limbah scraf itu akan diberikan kepada pihak pengelola limbah dari Bekasi.

Warga menggelar spanduk bertuliskan: “Kami Atas Nama Warga Masyarakat Karawang, Khususnya Desa Sukaluyu Tidak Mau Dan Tidak Akan Mentelolir Cara-Cara Memecah Belah Kerukunan Dan Ketenteraman Yang Sudah Terjalin Oleh Oknum Management PT. Subur Jaya Teguh Dan LSM Panda Bekasi, Kami Siap Mengusir Oknum Yang Akan Mengacaukan Wilayah Kami!!! (Warga Masyarakat Desa Sukaluyu)”

“Aneh, seharusnya limbah itu diberikan kepada warga setempat, bina lingkungan, bukannya dikelola oleh orang Bekasi yang notabene adalah “orang luar”, disinyalir ada oknum manajemen yang bermain mata dalam permasalahan ini," ujar Roni warga yang ikut dalam demo siang itu.

“Sudah hampir satu bulan kami melakukan aksi protes, ke manajemen pabrik sukucadang itu, tetapi mereka dari pihak manajemen belum juga ada kepastian, siapa sebenarnya yang akan mengelola limbah industri pabrik ini,” ucap Asep S menambahkan.

Menurut Rambo, Ketua LSM Forum Masyarakat Lingkungan (FORMALIN) Kabupaten Karawang, “wajar saja kalau warga Karawang marah, demo atau berbuat nekat jika pengelolaan limbah itu diberikan kepada orang Bekasi. Manajemen pabrik itu tidak bijaksana, bahkan kurang ajar. Padahal pabrik-pabrik di Karawang mengotori sungai Citarum, warga Karawang yang dirugikan, bukannya orang Bekasi. Bupati Karawang H. Ade Swara harus turun tangan karena jika dibiarkan berlarut bisa bikin suasana tidak kondusif. Usir oknum manajemen pabrik yang nakal itu dari bumi Karawang. LSM Formalin mendukung warga Sukaluyu Telukjambe Karawang yang diperlakukan tidak adil dan tertindas,” kata Rambo dengan berapi-api.

Asep menambahkan, “warga akan melayangkan surat protes yang ditujukan kepada manajemen pabrik dan tembusannya ditujukan kepada Bupati Karawang Ade Swara,” ujarnya.
                                         
Sementara itu di depan pabrik tersebut nampak para pendemo hingga Kamis petang, masih berada di lokasi halaman pabrik, menunggu pernyataan resmi dari manajemen pabrik suku cadang motor tersebut. (Tim)